Roadshow Hari Kedua, IAS Keliling Tiga Daerah: Konsolidasi Golkar hingga Melayat Mantan Bupati

Rabu, 12 Agu 2026 10:11
Roadshow Hari Kedua, IAS Keliling Tiga Daerah: Konsolidasi Golkar hingga Melayat Mantan Bupati
Roadshow konsolidasi Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), memasuki hari kedua dengan agenda padat di tiga daerah, Selasa (11/8). Foto/Istimewa
Comment
Share
TANA TORAJA - Roadshow konsolidasi Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), memasuki hari kedua dengan agenda padat di tiga daerah, Selasa (11/8). Dari Pinrang, Enrekang, hingga Tana Toraja, IAS menyerap persoalan masyarakat, memperkuat soliditas kader, mendorong regenerasi, hingga menyampaikan duka cita atas berpulangnya mantan Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae.

Perjalanan sehari penuh itu memperlihatkan beragam dinamika di tingkat daerah. Di Pinrang, persoalan kekeringan dan kebutuhan petani menjadi sorotan. Di Enrekang, kader menyambut kembalinya IAS ke pucuk pimpinan Golkar Sulsel sebagai momentum menyatukan kembali basis massa. Sementara di Tana Toraja, konsolidasi politik berpadu dengan suasana duka ketika IAS melayat ke rumah almarhum Nicodemus Biringkanae.

Dalam roadshow tersebut, IAS didampingi jajaran pengurus inti DPD Partai Golkar Sulsel, di antaranya Lukman B. Kady, Saad Iranda Dollar, Iskandar Zulkarnain Latief, dan Zulkifli Zain.

Persinggahan pertama berlangsung di Aula Sekretariat DPD Golkar Pinrang. IAS dan rombongan disambut Ketua DPD Golkar Pinrang Usman Marham bersama lebih dari 300 kader.

Sejumlah tokoh senior dan fungsionaris daerah turut hadir, antara lain H. Abd. Latif Salama dan H. Sulaiman Taha. Hadir pula seluruh jajaran Fraksi Partai Golkar DPRD Pinrang, yakni Usman Bengawan, Hastan Mattanete, Rusna Dalle, Harun, Amri Manangkasi, dan H. Syamsuri, serta pimpinan kecamatan, desa/kelurahan dan organisasi sayap partai.

Dalam pertemuan tersebut, Usman menyampaikan persoalan kekeringan yang tengah melanda Pinrang. Kondisi itu bahkan membuat sejumlah kader tidak dapat menghadiri agenda konsolidasi karena harus turun langsung mendampingi masyarakat dan petani di wilayah masing-masing.

Menurut Usman, kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan penguatan komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia juga menyoroti belum adanya keterwakilan kader Golkar asal Pinrang di DPR RI maupun DPRD Sulsel.

Selain persoalan pertanian, agenda konsolidasi juga membahas usulan bantuan perumahan yang disampaikan Anggota Fraksi Golkar DPRD Pinrang, Harun, serta pentingnya regenerasi kader.

Usman mengapresiasi peran AMPI Pinrang di bawah kepemimpinan Amri Manangkasi, yang juga merupakan Anggota DPRD Pinrang, sebagai ruang pembelajaran bagi kader-kader muda.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, IAS menegaskan bahwa Golkar harus mampu mengikuti perubahan karakter masyarakat yang semakin kritis.

“Masyarakat kita semakin kritis. Karena itu, Golkar harus hadir, mendengar, dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Anak muda harus diberi ruang untuk belajar dan berproses, jangan hanya dilihat sebagai pelengkap,” kata IAS.

Dari Pinrang, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Enrekang. Di Kantor DPD Golkar Enrekang, IAS disambut Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Enrekang, M. Arfan Renggong, bersama sekitar 300 pengurus dan kader.

Sejumlah tokoh senior dan fungsionaris daerah turut hadir, di antaranya Drs. Alimin dan Drs. Arsyad Cana. Hadir pula pimpinan organisasi pendiri dan didirikan Partai Golkar, yakni Drs. H. Chaerul Latanro dari Kosgoro 1957, Rachmad Shaleh dari AMPI, Astuti Latief dari KPPG, serta Henri dari AMPG.

Dari Fraksi Partai Golkar DPRD Enrekang, hadir Rachmad Shaleh, Henri, dan Saharuddin. Sementara Idris Sadik berhalangan hadir karena sedang mengikuti ujian akademik di Makassar.

Suasana konsolidasi di Enrekang berlangsung penuh optimisme. Arfan Renggong menyebut kembalinya IAS memimpin Golkar Sulsel sebagai momentum penting bagi partai.

Ia menilai kekuatan politik IAS di Enrekang telah mengakar dan menjadi salah satu kekuatan yang selama ini sulit ditandingi. Karena itu, kembalinya IAS ke Golkar dinilai dapat menyatukan kembali basis massa yang sebelumnya kuat di daerah tersebut.

IAS merespons optimisme tersebut dengan mengingatkan kader agar tidak menjadikan figur sebagai satu-satunya tumpuan kekuatan partai. Menurut dia, kejayaan Golkar harus dibangun melalui kerja kolektif seluruh elemen partai, mulai dari tingkat provinsi hingga akar rumput.

Memasuki malam hari, rombongan tiba di Tana Toraja. Dalam agenda tersebut, rombongan DPD Golkar Sulsel diperkuat dua Anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel dari Dapil 10, Yeriana Somalinggi dan Fhireno Sakti Bassang.

Bertempat di Kantor DPD Golkar Tana Toraja, rombongan diterima Ketua DPD Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara, bersama ratusan kader.

Jajaran Fraksi Golkar DPRD Tana Toraja juga hadir lengkap, yakni Kendel Rante selaku Ketua DPRD, Yohanis Napan selaku Ketua Fraksi, serta Frans Sandakila Palloan, Randan Patong Sampetoding, Agustinus Patinggi, Erianus Kala'lembang, dan Lapang Layuk. Perwakilan organisasi masyarakat dan organisasi sayap partai turut hadir dalam agenda tersebut.

Sejumlah senior dan fungsionaris daerah, seperti dr. Margareta Rumpa, Tato' Kamba, Marthen Teko', Ir. Gelong Rantelembang, dan Hans Sodang, sebagian besar langsung menuju rumah duka almarhum Nicodemus Biringkanae.

Bagi IAS, kunjungan ke Tana Toraja memiliki makna tersendiri. Sebagai putra daerah keturunan Puang Tondong, kedatangannya dinilai seperti kembali ke kampung halaman.

Victor mengatakan posisi Golkar di Tana Toraja saat ini cukup strategis. Partai tersebut memiliki Ketua DPRD Kabupaten, dua kursi DPRD Sulsel, serta keterwakilan di DPR RI. Ia berharap kekuatan tersebut semakin solid di bawah kepemimpinan IAS.

Dalam arahannya, IAS kembali menekankan konsep “Golkar Rumah Bersama”. Menurutnya, senior harus dihormati dan didengar pengalamannya, sementara anak muda dan perempuan harus diberi ruang untuk berkreasi, bergerak, dan mengambil tanggung jawab politik.

Di akhir agenda, IAS kembali menerima topi khas Toraja yang diberikan sebagai simbol ikatan emosional dan kekeluargaan dengan masyarakat Toraja.

Namun, agenda politik tersebut kemudian berpadu dengan suasana duka. Di sela kepadatan kegiatan, IAS menyempatkan diri melayat ke kediaman Nicodemus Biringkanae, mantan Bupati Tana Toraja yang baru saja berpulang.

IAS menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar almarhum. Ia menegaskan, nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap pengabdian seorang tokoh daerah harus ditempatkan di atas kepentingan politik.

Roadshow hari kedua tersebut menjadi bagian dari konsolidasi Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan IAS. Tiga daerah yang dikunjungi memperlihatkan agenda konsolidasi yang tidak hanya berfokus pada penguatan struktur dan basis politik, tetapi juga pada persoalan masyarakat, regenerasi kader, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru