IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
Senin, 10 Agu 2026 17:21
Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) melakukan konsolidasi internal di Pangkep. Foto: Istimewa
PANGKEP - Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh kader Golkar tidak alergi terhadap kritik.
Pesan tersebut disampaikan IAS saat menjadi narasumber dalam kegiatan pendidikan politik Partai Golkar di Kabupaten Pangkep pada Senin (10/08/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Dewakang dan dihadiri sedikitnya 300 peserta tersebut, IAS secara terbuka meminta perwakilan fraksi, pengurus DPD, dan pengurus kecamatan menyampaikan saran maupun kritik terhadap dirinya dan organisasi.
Menurut IAS, keterbukaan terhadap kritik merupakan bagian penting untuk membangun organisasi yang sehat.
“Jangan alergi terhadap kritik. Kalau kita ingin Golkar menjadi partai yang kuat, kita harus berani mendengar," katanya.
IAS mengatakan, kritik dari kader harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki organisasi, bukan sebagai ancaman.
Karena itu, ia mendorong komunikasi antara pimpinan dan kader berlangsung dua arah.
“Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin tahu apa yang dirasakan kader dan apa yang menjadi persoalan masyarakat,” ujarnya.
Selain persoalan internal organisasi, IAS secara khusus menyoroti peran anggota fraksi Partai Golkar di DPRD. Menurutnya, anggota fraksi merupakan ujung tombak partai di tengah masyarakat.
Karena itu, anggota fraksi harus mampu memperjuangkan kepentingan rakyat melalui fungsi dan kewenangan yang dimilikinya.
“Anggota fraksi adalah ujung tombak partai di masyarakat. Jangan hanya hadir ketika pemilu sudah dekat," tuturnya.
IAS menegaskan, kehadiran partai tidak boleh bersifat musiman.
Partai harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, mendengar aspirasi, memperjuangkannya melalui lembaga politik, dan memastikan kepentingan masyarakat mendapat perhatian dalam kebijakan pemerintah.
“Golkar harus hadir bukan hanya menjelang pemilu. Golkar harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.
Bagi IAS, hal tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kembali politik yang berorientasi pada karya dan pengabdian.
Ia berharap pendidikan politik di tingkat daerah tidak berhenti pada pembekalan kader, tetapi menjadi ruang evaluasi sekaligus tempat menyusun langkah nyata untuk memperkuat kehadiran Golkar di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan IAS saat menjadi narasumber dalam kegiatan pendidikan politik Partai Golkar di Kabupaten Pangkep pada Senin (10/08/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Dewakang dan dihadiri sedikitnya 300 peserta tersebut, IAS secara terbuka meminta perwakilan fraksi, pengurus DPD, dan pengurus kecamatan menyampaikan saran maupun kritik terhadap dirinya dan organisasi.
Menurut IAS, keterbukaan terhadap kritik merupakan bagian penting untuk membangun organisasi yang sehat.
“Jangan alergi terhadap kritik. Kalau kita ingin Golkar menjadi partai yang kuat, kita harus berani mendengar," katanya.
IAS mengatakan, kritik dari kader harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki organisasi, bukan sebagai ancaman.
Karena itu, ia mendorong komunikasi antara pimpinan dan kader berlangsung dua arah.
“Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin tahu apa yang dirasakan kader dan apa yang menjadi persoalan masyarakat,” ujarnya.
Selain persoalan internal organisasi, IAS secara khusus menyoroti peran anggota fraksi Partai Golkar di DPRD. Menurutnya, anggota fraksi merupakan ujung tombak partai di tengah masyarakat.
Karena itu, anggota fraksi harus mampu memperjuangkan kepentingan rakyat melalui fungsi dan kewenangan yang dimilikinya.
“Anggota fraksi adalah ujung tombak partai di masyarakat. Jangan hanya hadir ketika pemilu sudah dekat," tuturnya.
IAS menegaskan, kehadiran partai tidak boleh bersifat musiman.
Partai harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, mendengar aspirasi, memperjuangkannya melalui lembaga politik, dan memastikan kepentingan masyarakat mendapat perhatian dalam kebijakan pemerintah.
“Golkar harus hadir bukan hanya menjelang pemilu. Golkar harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.
Bagi IAS, hal tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kembali politik yang berorientasi pada karya dan pengabdian.
Ia berharap pendidikan politik di tingkat daerah tidak berhenti pada pembekalan kader, tetapi menjadi ruang evaluasi sekaligus tempat menyusun langkah nyata untuk memperkuat kehadiran Golkar di tengah masyarakat.
(UMI)
Berita Terkait
News
Elektabilitas Golkar Terjaga, IAS Sebut Komunikasi Bahlil Jadi Faktor Penting
Dalam survei yang dirilis Poltracking pada 23 September 2026, Golkar berada di posisi ketiga dalam simulasi surat suara 18 partai politik, setelah Partai Gerindra dengan 23,2 persen dan PDI Perjuangan 11,6 persen.
Kamis, 24 Sep 2026 11:02
Sulsel
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
Pengamat Politik Sulsel, Asratillah menilai, Munafri Arifuddin sebaiknya hengkang dari Partai Golkar. Menurutnya, pilihan pindah lebih baik, jika di partai lama sudah tidak nyaman.
Senin, 21 Sep 2026 15:59
News
Temui Gubernur Sulsel, IAS: Golkar Selalu Sejalan dengan Pemerintahan
Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), melakukan kunjungan silaturahmi ke Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa (8/9/2026).
Selasa, 08 Sep 2026 21:04
Sulsel
Rakerda Soksi Sulsel jadi Momentum Selaraskan Program dengan Golkar
Dewan Pimpinan Daerah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depidar SOKSI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIX di Swiss-Bel Hotel Waterfront Makassar pada Ahad (06/09/2026).
Minggu, 06 Sep 2026 21:22
Sulsel
Rakerda Soksi Sulsel Bahas Penguatan Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif
Dewan Pimpinan Daerah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depidar SOKSI) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Swiss-Bell Hotel Waterfront Kota Makassar.
Sabtu, 05 Sep 2026 18:29
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MG ZS Hybrid+ Masuk Makassar, Tawarkan Fleksibilitas untuk Mobilitas Jarak Jauh
2
Husniah Talenrang Tersangka, Kabupaten Gowa Bakal Dipimpin Plt Bupati
3
25 Tahun Partai Demokrat, Sebuah Pengingat
4
Drama Sengit! Eleven Gagalkan Revans Smada di Final Putri Honda DBL South Sulawesi
5
Ratusan Ojol Datangi DPRD Sulsel, Tolak Perubahan Status Mitra Menjadi Pekerja
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MG ZS Hybrid+ Masuk Makassar, Tawarkan Fleksibilitas untuk Mobilitas Jarak Jauh
2
Husniah Talenrang Tersangka, Kabupaten Gowa Bakal Dipimpin Plt Bupati
3
25 Tahun Partai Demokrat, Sebuah Pengingat
4
Drama Sengit! Eleven Gagalkan Revans Smada di Final Putri Honda DBL South Sulawesi
5
Ratusan Ojol Datangi DPRD Sulsel, Tolak Perubahan Status Mitra Menjadi Pekerja