Grab untuk Indonesia, Program Komitmen Rp100 Miliar: Sebuah Cerita dalam Tiga Babak
Rabu, 14 Jan 2026 15:00
Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia (dua dari kiri) menyerahkan simbolis pemberian dukungan untuk Mitra Pengemudi disaksikan oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia.
JAKARTA - Di balik pertumbuhan ekonomi digital, jutaan masyarakat Indonesia menemukan peluang pendapatan baru, termasuk Mitra Pengemudi dan Mitra UMKM transportasi daring yang setiap hari menggerakkan aktivitas ekonomi.
Grab telah hadir di Indonesia selama lebih dari satu dekade dengan berkontribusi sebesar 50% dari total PDB yang disumbang oleh industri ride hailing dan pengantaran online, serta menciptakan setidaknya 4,6 juta lapangan kerja melalui digitalisasi UMKM.
Sejak awal, Grab meyakini bahwa ekosistem yang kuat hanya dapat tumbuh ketika Mitra Pengemudi merasa aman, dihargai, dan punya ruang untuk melangkah ke depan.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial dan mendorong ekonomi digital yang inklusif, mengawali tahun 2026, Grab menegaskan komitmen senilai Rp100 miliar melalui peluncuran Grab untuk Indonesia—sebuah dukungan berkelanjutan yang dirancang dalam tiga babak untuk menemani perjalanan Mitra Pengemudi, mulai dari perlindungan, apresiasi, hingga peluang pengembangan diri.
Peluncuran inisiatif ini ditandai dengan penyerahan simbolis dukungan perlindungan sosial yang digelar di Jakarta (13/01/2026), dan dihadiri oleh Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia; Dida Gardera, Plt Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI; Eko Nugriyanto, Direktur Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan; Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia beserta jajaran manajemen Grab Indonesia; serta Yodhi M Ahyad, perwakilan Mitra Pengemudi GrabBike yang naik kelas menjadi Mitra Merchant.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat perlindungan sosial di ekosistem ekonomi digital.
Tiga Babak Dukungan Grab bagi Mitra Pengemudi
Komitmen Rp100 miliar tersebut diwujudkan melalui tiga babak dukungan yang dirancang untuk menemani perjalanan Mitra Pengemudi, mulai dari perlindungan, apresiasi, hingga pengembangan kapasitas.
Babak Pertama – Menjaga Rasa Aman yaki BPJS Ketenagakerjaan Gratis bagi Mitra Berprestasi melalui kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, Grab memfasilitasi pembayaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi ratusan ribu Mitra Pengemudi berprestasi, tanpa mengubah fleksibilitas kemitraan.
Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU) ini dihadirkan sebagai tambahan lapisan perlindungan agar Mitra dapat berusaha dengan lebih aman dan tenang.
Babak Kedua – memberi makna yakni Bonus Hari Raya (BHR) bagi Mitra Berprestasi. Melalui Bonus Hari Raya (BHR) 2026, Grab melanjutkan apresiasi tambahan bagi Mitra Pengemudi berprestasi atas konsistensi layanan, dalam semangat kebersamaan
di momen Hari Raya.
BHR merupakan bentuk apresiasi ekstra, bukan tunjangan rutin maupun kebijakan upah, dan dijalankan dengan menjunjung prinsip kemitraan yang adil dan berimbang.
Babak Ketiga – Melangkah Bersama, Program Mitra Naik Kelas – GrabAcademy, Grab mendorong Mitra Pengemudi untuk mengembangkan keterampilan agar tetap produktif, siap naik kelas, dan mampu menangkap peluang di era ekonomi digital. Program ini membuka peluang jangka menengah dan panjang, tercermin dari lebih dari 3.400 Mitra Pengemudi yang kini juga bergabung menjadi Mitra Merchant, serta lebih dari 1.700 Mitra GrabBike yang naik kelas menjadi Mitra GrabCar.
Inilah pendekatan Grab dalam membangun ekosistem yang aman, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial dan ekonomi digital yang inklusif. Melalui tiga babak dukungan yang dirancang secara matang dan kolaboratif, Grab ingin memastikan setiap langkah yang dihadirkan membawa
rasa aman, kepedulian, dan harapan, sehingga Mitra Pengemudi dapat berusaha dengan lebih tenang hari ini dan melangkah lebih percaya diri ke depan.
Plt Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dida Gardera, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong perluasan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal, termasuk mereka yang berada di ekosistem ekonomi digital.
“Konsep tiga babak yang diinisiasi oleh Grab ini bisa menjadi contoh yang baik, karena hal ini juga mendukung upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial pekerja informal. Saat ini, Indonesia sudah mengalami bonus demografi dan kita tidak ingin terjebak dalam middle income countries. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Grab yang telah
menciptakan peluang berusaha dan memberikan dukungan pada mitranya melalui pemberian BPJS TK Bukan Penerima Upah, Bonus Hari Raya bagi Mitra Berprestasi, dan Program Mitra Naik Kelas – GrabAcademy,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemerintah telah merilis Paket Ekonomi Akselerasi 2025, dimana pemerintah memberikan relaksasi iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar 50 persen agar jaminan sosial semakin terjangkau dan inklusif.
Senada dengan hal tersebut, Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem UMKM dan mitra, salah satunya melalui Program Naik Kelas-GrabAcademy yang menjadi jembatan bagi para mitra agar bisa tumbuh.
“Ojek online di seluruh Indonesia adalah salah satu penopang ekonomi negara kita hari ini. Keberadaan profesi ojol tidak lagi bisa dipandang sebagai profesi pinggiran, sebab jutaan masyarakat menggantungkan penghidupan dari sektor ini—baik sebagai profesi utama maupun sebagai sumber pendapatan tambahan. Karena itu, negara berkepentingan memastikan ekosistem
transportasi online tetap sehat dan berkelanjutan, serta pemerintah tidak akan berpaling sedikit pun dari pertumbuhan kehidupan dan kemandirian teman-teman ojek online,” katanya.
Dirinya menjelaskan, prinsip kemitraan untuk pekerja transportasi online ini sudah yang paling tepat, untuk menjaga fleksibilitas teman-teman ojek online, yang menjadi salah satu penopang ekonomi negara.
Arahan Presiden Prabowo kepada juga jelas, yakni untuk memikirkan dan memberikan yang terbaik demi pertumbuhan transportasi online. "Karena itu, saya mengapresiasi Grab yang hadir melalui dukungan tiga babak ini. Selain BPJS TK gratis, yaitu pemberian Bonus Hari Raya (BHR) untuk Mitra Berprestasi. BHR ini tidak diwajibkan melainkan tali asih yang diberikan atas kesanggupan aplikator. Namun, Grab berkomitmen untuk memberikannya sebagai bentuk semangat dalam menjaga hubungan yang baik dengan mitra-mitranya. Saya rasa baik Grab maupun mitra-mitranya memiliki pemahaman yang sama untuk saling mendukung dan berkembang," katanya.
“Saya juga mendorong agar teman-teman driver ojek online ini naik kelas, punya usahasampingan dan menjadi pengusaha usaha mikro, kecil dan menengah, agar kehidupan mereka semakin baik," tutup Maman.
Menegaskan inisiatif Grab dalam tiga babak sebagai langkah penting dalam mendukung Mitra Pengemudi di Indonesia, Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia, menyampaikan, “Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Grab, yang juga sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial dan ekonomi digital inklusif. Seluruh langkah ini dimungkinkan dengan tetap menjaga keberlanjutan model kemitraan dan struktur bagi hasil yang telah berjalan.”
“Grab lahir dan tumbuh bersama para Mitra Pengemudi. Karena itu, ke depan kami ingin terus melangkah bersama mereka yang setiap hari telah berjuang bersama Grab melayani jutaan masyarakat Indonesia. Dukungan yang kami hadirkan akan terus menyesuaikan kebutuhan dan fase perjalanan para Mitra, namun satu hal yang tidak akan berubah adalah komitmen kami untuk terus menemani, saling menguatkan, dan tumbuh bersama Mitra Pengemudi, hari ini dan di masa mendatang,” tutup Neneng.
Grab telah hadir di Indonesia selama lebih dari satu dekade dengan berkontribusi sebesar 50% dari total PDB yang disumbang oleh industri ride hailing dan pengantaran online, serta menciptakan setidaknya 4,6 juta lapangan kerja melalui digitalisasi UMKM.
Sejak awal, Grab meyakini bahwa ekosistem yang kuat hanya dapat tumbuh ketika Mitra Pengemudi merasa aman, dihargai, dan punya ruang untuk melangkah ke depan.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial dan mendorong ekonomi digital yang inklusif, mengawali tahun 2026, Grab menegaskan komitmen senilai Rp100 miliar melalui peluncuran Grab untuk Indonesia—sebuah dukungan berkelanjutan yang dirancang dalam tiga babak untuk menemani perjalanan Mitra Pengemudi, mulai dari perlindungan, apresiasi, hingga peluang pengembangan diri.
Peluncuran inisiatif ini ditandai dengan penyerahan simbolis dukungan perlindungan sosial yang digelar di Jakarta (13/01/2026), dan dihadiri oleh Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia; Dida Gardera, Plt Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI; Eko Nugriyanto, Direktur Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan; Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia beserta jajaran manajemen Grab Indonesia; serta Yodhi M Ahyad, perwakilan Mitra Pengemudi GrabBike yang naik kelas menjadi Mitra Merchant.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat perlindungan sosial di ekosistem ekonomi digital.
Tiga Babak Dukungan Grab bagi Mitra Pengemudi
Komitmen Rp100 miliar tersebut diwujudkan melalui tiga babak dukungan yang dirancang untuk menemani perjalanan Mitra Pengemudi, mulai dari perlindungan, apresiasi, hingga pengembangan kapasitas.
Babak Pertama – Menjaga Rasa Aman yaki BPJS Ketenagakerjaan Gratis bagi Mitra Berprestasi melalui kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, Grab memfasilitasi pembayaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi ratusan ribu Mitra Pengemudi berprestasi, tanpa mengubah fleksibilitas kemitraan.
Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU) ini dihadirkan sebagai tambahan lapisan perlindungan agar Mitra dapat berusaha dengan lebih aman dan tenang.
Babak Kedua – memberi makna yakni Bonus Hari Raya (BHR) bagi Mitra Berprestasi. Melalui Bonus Hari Raya (BHR) 2026, Grab melanjutkan apresiasi tambahan bagi Mitra Pengemudi berprestasi atas konsistensi layanan, dalam semangat kebersamaan
di momen Hari Raya.
BHR merupakan bentuk apresiasi ekstra, bukan tunjangan rutin maupun kebijakan upah, dan dijalankan dengan menjunjung prinsip kemitraan yang adil dan berimbang.
Babak Ketiga – Melangkah Bersama, Program Mitra Naik Kelas – GrabAcademy, Grab mendorong Mitra Pengemudi untuk mengembangkan keterampilan agar tetap produktif, siap naik kelas, dan mampu menangkap peluang di era ekonomi digital. Program ini membuka peluang jangka menengah dan panjang, tercermin dari lebih dari 3.400 Mitra Pengemudi yang kini juga bergabung menjadi Mitra Merchant, serta lebih dari 1.700 Mitra GrabBike yang naik kelas menjadi Mitra GrabCar.
Inilah pendekatan Grab dalam membangun ekosistem yang aman, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial dan ekonomi digital yang inklusif. Melalui tiga babak dukungan yang dirancang secara matang dan kolaboratif, Grab ingin memastikan setiap langkah yang dihadirkan membawa
rasa aman, kepedulian, dan harapan, sehingga Mitra Pengemudi dapat berusaha dengan lebih tenang hari ini dan melangkah lebih percaya diri ke depan.
Plt Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dida Gardera, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong perluasan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal, termasuk mereka yang berada di ekosistem ekonomi digital.
“Konsep tiga babak yang diinisiasi oleh Grab ini bisa menjadi contoh yang baik, karena hal ini juga mendukung upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial pekerja informal. Saat ini, Indonesia sudah mengalami bonus demografi dan kita tidak ingin terjebak dalam middle income countries. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Grab yang telah
menciptakan peluang berusaha dan memberikan dukungan pada mitranya melalui pemberian BPJS TK Bukan Penerima Upah, Bonus Hari Raya bagi Mitra Berprestasi, dan Program Mitra Naik Kelas – GrabAcademy,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemerintah telah merilis Paket Ekonomi Akselerasi 2025, dimana pemerintah memberikan relaksasi iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar 50 persen agar jaminan sosial semakin terjangkau dan inklusif.
Senada dengan hal tersebut, Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem UMKM dan mitra, salah satunya melalui Program Naik Kelas-GrabAcademy yang menjadi jembatan bagi para mitra agar bisa tumbuh.
“Ojek online di seluruh Indonesia adalah salah satu penopang ekonomi negara kita hari ini. Keberadaan profesi ojol tidak lagi bisa dipandang sebagai profesi pinggiran, sebab jutaan masyarakat menggantungkan penghidupan dari sektor ini—baik sebagai profesi utama maupun sebagai sumber pendapatan tambahan. Karena itu, negara berkepentingan memastikan ekosistem
transportasi online tetap sehat dan berkelanjutan, serta pemerintah tidak akan berpaling sedikit pun dari pertumbuhan kehidupan dan kemandirian teman-teman ojek online,” katanya.
Dirinya menjelaskan, prinsip kemitraan untuk pekerja transportasi online ini sudah yang paling tepat, untuk menjaga fleksibilitas teman-teman ojek online, yang menjadi salah satu penopang ekonomi negara.
Arahan Presiden Prabowo kepada juga jelas, yakni untuk memikirkan dan memberikan yang terbaik demi pertumbuhan transportasi online. "Karena itu, saya mengapresiasi Grab yang hadir melalui dukungan tiga babak ini. Selain BPJS TK gratis, yaitu pemberian Bonus Hari Raya (BHR) untuk Mitra Berprestasi. BHR ini tidak diwajibkan melainkan tali asih yang diberikan atas kesanggupan aplikator. Namun, Grab berkomitmen untuk memberikannya sebagai bentuk semangat dalam menjaga hubungan yang baik dengan mitra-mitranya. Saya rasa baik Grab maupun mitra-mitranya memiliki pemahaman yang sama untuk saling mendukung dan berkembang," katanya.
“Saya juga mendorong agar teman-teman driver ojek online ini naik kelas, punya usahasampingan dan menjadi pengusaha usaha mikro, kecil dan menengah, agar kehidupan mereka semakin baik," tutup Maman.
Menegaskan inisiatif Grab dalam tiga babak sebagai langkah penting dalam mendukung Mitra Pengemudi di Indonesia, Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia, menyampaikan, “Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Grab, yang juga sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial dan ekonomi digital inklusif. Seluruh langkah ini dimungkinkan dengan tetap menjaga keberlanjutan model kemitraan dan struktur bagi hasil yang telah berjalan.”
“Grab lahir dan tumbuh bersama para Mitra Pengemudi. Karena itu, ke depan kami ingin terus melangkah bersama mereka yang setiap hari telah berjuang bersama Grab melayani jutaan masyarakat Indonesia. Dukungan yang kami hadirkan akan terus menyesuaikan kebutuhan dan fase perjalanan para Mitra, namun satu hal yang tidak akan berubah adalah komitmen kami untuk terus menemani, saling menguatkan, dan tumbuh bersama Mitra Pengemudi, hari ini dan di masa mendatang,” tutup Neneng.
(GUS)
Berita Terkait
News
Regulasi Ojol Dibahas Kemnaker, Penolakan Driver 'Meledak' di Banyak Kota
Kemnaker RI kembali melanjutkan pembahasan regulasi transportasi daring alias ojek online (ojol) melalui FGD bertema “Sistem Bagi Hasil pada Layanan Transportasi Online”
Jum'at, 28 Nov 2025 11:33
News
Ribuan Ojol Turun ke Jalan, URC Tegaskan Empat Tuntutan dan Tolak Komisi 10 Persen
Ribuan pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas Unit Reaksi Cepat (URC) Bergerak, menggelar aksi damai di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (7/11/2025) kemarin.
Sabtu, 08 Nov 2025 12:20
Ekbis
Grab Sambangi Makassar, Ajak Lebih dari 4.000 Mahasiswa Eksplorasi Potensi Diri
Generasi Campus Roadshow 2025 untuk kali pertama digelar di Makassar. Berlangsung di JK Arenatorium, Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Selasa (4/11/2025), lebih dari 4.000 Gen Z Makassar antusias mengikuti acara yang mengusung tema “Passion in Action: Eksplorasi Potensi Diri”.
Kamis, 06 Nov 2025 11:23
News
Menjaga Industri Digital Indonesia: Aspirasi Driver Ojek Online dalam Bingkai Kebijakan
Industri digital Indonesia kini menjadi penopang utama perekonomian nasional. Proyeksi pemerintah menyebutkan lima tahun ke depan nilai ekonomi digital akan tumbuh empat kali lipat, mencapai USD210-360 miliar atau sekitar Rp5.800 triliun.
Rabu, 29 Okt 2025 20:13
News
SPJM Tebar 1.000 Paket Sembako untuk Warga & Ojol di Makassar
SPJM bekerja sama dengan Yayasan Generasi Hebat Sejahtera (98 Resolution Network), menggelar aksi sosial bertajuk “Berbagi untuk Negeri” dengan membagikan 1.000 paket sembako di Kota Makassar.
Sabtu, 11 Okt 2025 12:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Paris Yasir Kawal Langsung Pengaspalan Jalan Lingkar
2
Unggul Telak, Prof Jamaluddin Jompa Kembali Pimpin Unhas
3
Ratusan UMKM Gowa Dapat Suntikan Alat Produksi Baru
4
Gedung DPRD Makassar Segera Masuk Tahap Tender, SK Penghapusan Aset Diproses
5
Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda Digital dan Iklim
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Paris Yasir Kawal Langsung Pengaspalan Jalan Lingkar
2
Unggul Telak, Prof Jamaluddin Jompa Kembali Pimpin Unhas
3
Ratusan UMKM Gowa Dapat Suntikan Alat Produksi Baru
4
Gedung DPRD Makassar Segera Masuk Tahap Tender, SK Penghapusan Aset Diproses
5
Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda Digital dan Iklim