Karyawan PT Semen Tonasa Diajak Melek Finansial Lewat Diklat Finance for Non Finance

Jum'at, 22 Mei 2026 10:07
Karyawan PT Semen Tonasa Diajak Melek Finansial Lewat Diklat Finance for Non Finance
PT Semen Tonasa menggelar kegiatan Diklat Finance for Non Finance dalam rangka memperkuat pemahaman finansial karyawan di berbagai unit kerja. Foto/Istimewa
Comment
Share
PANGKEP - Kegiatan Diklat Finance for Non Finance yang digelar di Gedung Diklat PT Semen Tonasa, Rabu (20/5/2026), menjadi langkah perusahaan dalam memperkuat pemahaman finansial karyawan di berbagai unit kerja.

Pelatihan ini resmi dibuka oleh Muhammad Akhdharisa SJ yang menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai bagian dari seluruh aktivitas organisasi, bukan hanya tanggung jawab unit keuangan semata.

Dalam sambutannya, Muhammad Akhdharisa SJ mengajak peserta untuk tidak lagi merasa takut terhadap angka maupun laporan keuangan. Menurutnya, pelatihan tersebut bukan untuk mencetak akuntan atau ahli keuangan baru, melainkan membantu peserta memahami bahasa bisnis yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan perusahaan.

“Angka keuangan adalah bahasa bisnis internasional. Ketika seluruh unit memahami dasar-dasar finansial, komunikasi kerja akan menjadi lebih efektif dan keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran,” ujar Muhammad Akhdharisa SJ di hadapan peserta diklat.

Peserta yang berasal dari berbagai bidang, mulai dari SDM, pemasaran, operasional hingga produksi, diberikan pemahaman mengenai keterkaitan setiap aktivitas kerja dengan kondisi finansial perusahaan. Setiap keputusan operasional dinilai memiliki pengaruh terhadap biaya, pendapatan, efisiensi, hingga profitabilitas perusahaan.

Dalam pelatihan tersebut, materi utama disampaikan oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum, Sulaiha Muhyiddin. Peserta dibekali kemampuan membaca, memahami, serta menganalisis laporan keuangan dasar seperti Income Statement, Balance Sheet, dan Cash Flow.

Selain itu, mereka juga diarahkan untuk mampu menyusun perencanaan anggaran yang lebih efektif dan mengambil keputusan berbasis data di unit kerja masing-masing.

Sulaiha menjelaskan bahwa literasi keuangan di industri semen tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca angka, tetapi juga memahami dampak setiap keputusan terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan.

“Sebagai bagian dari rantai produksi yang masif, pemahaman ini memungkinkan kita untuk bertindak lebih efisien, meminimalkan pemborosan, dan memastikan setiap sumber daya yang digunakan memberikan nilai tambah maksimal bagi perusahaan,” ungkapnya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan suasana diskusi yang terbuka. Peserta didorong aktif menyampaikan studi kasus nyata dari lingkungan kerja masing-masing agar materi yang dipelajari lebih mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap seluruh peserta memiliki pemahaman finansial yang lebih baik sehingga dapat berkontribusi dalam menciptakan efisiensi, meningkatkan kinerja bisnis, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih strategis di lingkungan kerja.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru