GMR Bangun Bandara Kelas Dunia di Pesisir Timur India, Bidik Konektivitas Asia

Rabu, 05 Agu 2026 15:53
GMR Bangun Bandara Kelas Dunia di Pesisir Timur India, Bidik Konektivitas Asia
Perusahaan operator bandara asal India, GMR, membangun bandara internasional di Visakhapatnam, sebuah kota terbesar dan salah satu pusat ekonomi penting di Andhra Pradesh. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - India memperkuat ambisinya menjadikan Visakhapatnam (Vizag) sebagai pusat ekonomi dan teknologi baru di kawasan pesisir timur melalui pembangunan bandara internasional senilai lebih dari 56,4 miliar rupee atau sekitar 591 juta dolar AS.

Bandara yang dibangun oleh operator bandara India, GMR, tersebut diresmikan Perdana Menteri India Narendra Modi pada pekan ini. Fasilitas baru ini diharapkan menjadi penggerak investasi, perdagangan, pariwisata, serta konektivitas internasional bagi Andhra Pradesh dan wilayah timur India.

“Jalan menuju kemakmuran adalah melalui investasi, produksi, ekspor, dan lapangan kerja,” ujar Modi saat meresmikan Bandara Vizag.

Pemerintah India menempatkan Vizag sebagai salah satu kawasan strategis untuk pengembangan teknologi informasi dan ekonomi digital. Kota pesisir ini telah menjadi rumah bagi berbagai perusahaan teknologi global serta Global Capability Center (GCC). Sejumlah perusahaan besar, termasuk Google yang membangun pusat data kecerdasan buatan (AI Data Center Hub), serta Nvidia dan perusahaan teknologi lainnya, telah memperluas kehadirannya di wilayah tersebut.

Chairman Energy & International Airports GMR, Srinivas Bommidala, mengatakan keberadaan bandara internasional baru ini akan memperkuat pertumbuhan ekonomi di sepanjang pesisir timur India.

“Diperlukan platform penerbangan internasional terpadu untuk mendorong pariwisata, memfasilitasi perdagangan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat,” kata Bommidala.

Menurut dia, peningkatan konektivitas menjadi kebutuhan penting bagi Vizag sebagai pusat teknologi dan ekonomi baru. Dengan koneksi penerbangan internasional yang lebih kuat, wilayah tersebut diharapkan lebih mudah terhubung dengan negara-negara mitra strategis India, termasuk Indonesia.

“Indonesia adalah salah satu negara penting bagi kami. Jika konektivitas langsung tersedia, hubungan antara kedua negara akan semakin erat,” ujar Bommidala.

Bandara yang dibangun melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KBU) ini memiliki kapasitas awal hingga 6 juta penumpang per tahun. Dalam pengembangannya, GMR menggunakan pengalaman dari proyek bandara greenfield sebelumnya di Hyderabad dan Goa untuk menyempurnakan desain serta strategi operasional Bandara Bhogapuram.

GMR menargetkan Bandara Bhogapuram berkembang menjadi salah satu pusat penerbangan kelas dunia yang mampu bersaing dengan hub regional besar di Asia, termasuk Bandara Changi Singapura.

Mengusung Nama Pahlawan Lokal
Selain membawa misi ekonomi dan konektivitas, bandara baru ini juga memiliki dimensi sejarah. Bandara tersebut diberi nama Alluri Sitarama Raju, tokoh perjuangan India yang memimpin perlawanan terhadap kolonial Inggris.

SG Kishore, Executive Director and Chief Innovation Officer GMR Group, mengatakan penggunaan nama tokoh sejarah pada bandara merupakan tradisi yang umum dilakukan di India, seperti Bandara Indira Gandhi di Delhi dan Bandara Rajiv Gandhi di Hyderabad.

“Bandara baru ini kami namai dengan nama pahlawan karena Alluri Sitarama Raju merupakan figur yang tumbuh dan berjuang di wilayah ini. Penamaan ini menjadi bentuk penghormatan atas warisan sejarah lokal yang berdampak nasional,” kata Kishore melalui siaran pers, Rabu, 5 Agustus 2026.

Bandara Alluri Sitarama Raju dijadwalkan mulai beroperasi pada 17 Agustus 2026. Menurut Kishore, penamaan tersebut juga bertujuan mengenalkan nilai perjuangan kepada generasi muda India.

“Alluri Sitarama Raju merupakan simbol keberanian dan keyakinan. Kami ingin generasi baru memahami bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah,” ujarnya.

Raju dikenal sebagai pemimpin perlawanan masyarakat lokal terhadap pemerintahan kolonial Inggris. Dengan sumber daya terbatas, ia memimpin perjuangan yang kemudian dikenang sebagai salah satu simbol keberanian dalam sejarah kemerdekaan India.

Kishore mengatakan nilai utama yang ingin diwariskan melalui nama tersebut adalah kepercayaan terhadap kemampuan diri, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan.

“Jika seorang tokoh dengan kelompok lokal dan sumber daya terbatas mampu menantang kekuatan imperialis, maka tidak ada alasan bagi kita untuk merasa kecil,” katanya.

Melalui pembangunan dan penamaan bandara ini, pemerintah India dan GMR berharap fasilitas tersebut tidak hanya menjadi pusat mobilitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi simbol konektivitas, kemandirian, serta semangat perjuangan masyarakat India.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru