GMR Perkuat Investasi, Dukung Hubungan Ekonomi India-Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 16:53
GMR Group, operator bandara asal India, menegaskan komitmennya untuk memperluas investasi di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi Indonesia - India. Foto/Istimewa
JAKARTA - Momentum penguatan hubungan Indonesia dan India pasca saling kunjung Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi mulai diikuti oleh kalangan dunia usaha. Salah satunya adalah GMR Group, operator bandara asal India, yang menegaskan komitmennya untuk memperluas investasi di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi kedua negara.
Setelah kunjungan kenegaraan kedua pemimpin menghasilkan belasan kesepakatan kerja sama, sektor swasta juga mulai mengambil peran dalam menjaga kesinambungan hubungan ekonomi Indonesia dan India.
GMR Group, yang telah berinvestasi di Indonesia sejak 2021 melalui pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu di Medan, menyatakan ingin meningkatkan investasi di Tanah Air. Perusahaan ini merupakan salah satu operator bandara terbesar di India sekaligus pemain utama di industri pengelolaan bandara dunia.
"Indonesia merupakan mitra strategis India di ASEAN. Karena itu kami berkomitmen untuk memperluas investasi di sana," kata Business Chairman International Airports and Energy GMR, Srinivas Bommidala, di sela peresmian Bandara Internasional Bhogapuram, Andhra Pradesh, Sabtu (1/8/2026), dalam keterangan pers GMR.
Menurut Bommidala, investasi GMR di Bandara Kualanamu merupakan langkah awal yang akan terus dikembangkan. Indonesia dinilai memiliki posisi strategis, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga karena hubungan historis yang telah terjalin selama berabad-abad antara kedua bangsa.
"Karena misi kami adalah membangun platform penerbangan internasional yang terintegrasi dan tentu saja Indonesia sangat penting," ujarnya.
Ia menjelaskan, strategi ekspansi internasional GMR juga dilakukan di sejumlah negara lain seperti Filipina dan Yunani, seiring upaya perusahaan memperkuat jaringan bisnis penerbangannya.
Dalam lima tahun terakhir, GMR terlibat dalam pengembangan dan peningkatan operasional sejumlah bandara. Proyek terbarunya adalah Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju di Bhogapuram, Andhra Pradesh, yang diresmikan langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.
Bandara greenfield tersebut diproyeksikan menjadi salah satu gerbang utama yang menghubungkan Asia Selatan dengan Asia Tenggara.
"Bandara ini kami bangun dari nol, termasuk akses jalannya, dalam waktu dua tahun lima bulan," ujar Direktur Eksekutif sekaligus Head of Innovation GMR, SGK Kishore, kepada wartawan.
Saat ini GMR mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu melalui skema kemitraan dengan PT Angkasa Pura Indonesia. Di Eropa, perusahaan tersebut juga bermitra dengan Pemerintah Yunani dan GEK Terna dalam pembangunan Bandara Internasional Heraklion di Pulau Kreta. Selain itu, GMR memberikan layanan konsultasi teknis untuk Bandara Internasional Mactan-Cebu di Filipina.
Secara global, GMR mengelola operasional sembilan bandara dengan total rata-rata pergerakan mencapai sekitar 121 juta penumpang setiap tahun, menjadikannya salah satu operator bandara terbesar di dunia.
Setelah kunjungan kenegaraan kedua pemimpin menghasilkan belasan kesepakatan kerja sama, sektor swasta juga mulai mengambil peran dalam menjaga kesinambungan hubungan ekonomi Indonesia dan India.
GMR Group, yang telah berinvestasi di Indonesia sejak 2021 melalui pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu di Medan, menyatakan ingin meningkatkan investasi di Tanah Air. Perusahaan ini merupakan salah satu operator bandara terbesar di India sekaligus pemain utama di industri pengelolaan bandara dunia.
"Indonesia merupakan mitra strategis India di ASEAN. Karena itu kami berkomitmen untuk memperluas investasi di sana," kata Business Chairman International Airports and Energy GMR, Srinivas Bommidala, di sela peresmian Bandara Internasional Bhogapuram, Andhra Pradesh, Sabtu (1/8/2026), dalam keterangan pers GMR.
Menurut Bommidala, investasi GMR di Bandara Kualanamu merupakan langkah awal yang akan terus dikembangkan. Indonesia dinilai memiliki posisi strategis, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga karena hubungan historis yang telah terjalin selama berabad-abad antara kedua bangsa.
"Karena misi kami adalah membangun platform penerbangan internasional yang terintegrasi dan tentu saja Indonesia sangat penting," ujarnya.
Ia menjelaskan, strategi ekspansi internasional GMR juga dilakukan di sejumlah negara lain seperti Filipina dan Yunani, seiring upaya perusahaan memperkuat jaringan bisnis penerbangannya.
Dalam lima tahun terakhir, GMR terlibat dalam pengembangan dan peningkatan operasional sejumlah bandara. Proyek terbarunya adalah Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju di Bhogapuram, Andhra Pradesh, yang diresmikan langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.
Bandara greenfield tersebut diproyeksikan menjadi salah satu gerbang utama yang menghubungkan Asia Selatan dengan Asia Tenggara.
"Bandara ini kami bangun dari nol, termasuk akses jalannya, dalam waktu dua tahun lima bulan," ujar Direktur Eksekutif sekaligus Head of Innovation GMR, SGK Kishore, kepada wartawan.
Saat ini GMR mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu melalui skema kemitraan dengan PT Angkasa Pura Indonesia. Di Eropa, perusahaan tersebut juga bermitra dengan Pemerintah Yunani dan GEK Terna dalam pembangunan Bandara Internasional Heraklion di Pulau Kreta. Selain itu, GMR memberikan layanan konsultasi teknis untuk Bandara Internasional Mactan-Cebu di Filipina.
Secara global, GMR mengelola operasional sembilan bandara dengan total rata-rata pergerakan mencapai sekitar 121 juta penumpang setiap tahun, menjadikannya salah satu operator bandara terbesar di dunia.
(TRI)
Berita Terkait
Lifestyle
Makassar Bollymania Club Sukses Gelar Meet Up Akbar Bertema Semarak Bollywood
Makassar Bollymania Club (MBC) sukses menggelar Meet Up Event Akbar bertajuk "Semarak Bollywood" di Graha Pena Makassar, Sabtu (18/7/2026).
Senin, 20 Jul 2026 14:45
Sulsel
Bupati Luwu Tinjau Awak Mas Project, Progres Konstruksi Dinilai Signifikan
Bupati Luwu Patahudding bersama Pokja Percepatan Investasi melakukan kunjungan kerja ke lokasi Awak Mas Project yang dikelola PT Masmindo Dwi Area (MDA) di Kecamatan Latimojong.
Jum'at, 12 Jun 2026 19:19
Ekbis
OJK Soroti Risiko Investasi Digital, Dorong Literasi Kripto Sejak Dini
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai keuangan digital, terutama kepada generasi muda.
Senin, 11 Mei 2026 19:00
Ekbis
Menumbuhkan Budaya Investasi Terencana lewat PINTAR Reksa Dana
Lonjakan minat itu direspons pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana pada akhir April 2026.
Sabtu, 02 Mei 2026 17:27
Ekbis
PINTAR Reksa Dana Resmi Meluncur, Dorong Inklusi dan Literasi Investasi
Upaya memperluas partisipasi masyarakat di pasar modal terus diperkuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana).
Senin, 27 Apr 2026 20:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sekolah Bukan Pabrik Nilai
2
KREASI 2026 Jadi Ajang Solidaritas Mahasiswa Sistem Informasi UIN Alauddin
3
Pansus Temukan 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Ada yang Dikuasai Eks Pegawai
4
Asmo Sulsel Dukung Hajatan FIF di Gowa: Padukan Hiburan, CSR, & Layanan Honda
5
Konflik Lahan Laoli, Kehadiran Manajer PT KITLT Jadi Sorotan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sekolah Bukan Pabrik Nilai
2
KREASI 2026 Jadi Ajang Solidaritas Mahasiswa Sistem Informasi UIN Alauddin
3
Pansus Temukan 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Ada yang Dikuasai Eks Pegawai
4
Asmo Sulsel Dukung Hajatan FIF di Gowa: Padukan Hiburan, CSR, & Layanan Honda
5
Konflik Lahan Laoli, Kehadiran Manajer PT KITLT Jadi Sorotan