Pertamina Sulawesi Tuntaskan Satgas Haji 2026, Salurkan 4.204 KL Avtur Tanpa Insiden

Jum'at, 10 Jul 2026 17:36
Pertamina Sulawesi Tuntaskan Satgas Haji 2026, Salurkan 4.204 KL Avtur Tanpa Insiden
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui AFT Hasanuddin menuntaskan pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Hajj Flight 2026 yang berlangsung pada 2 April–2 Juli 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin menuntaskan pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Hajj Flight 2026 yang berlangsung pada 2 April–2 Juli 2026. Selama periode tersebut, perusahaan memastikan pasokan avtur untuk seluruh penerbangan haji terpenuhi secara aman, tepat waktu, dan sesuai standar operasional.

Sepanjang masa Satgas, AFT Hasanuddin menyalurkan sebanyak 4.204,181 kiloliter (KL) avtur untuk melayani 86 penerbangan atau 43 kelompok terbang (kloter) dengan estimasi 18.698 jemaah haji. Seluruh operasional berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan, keandalan layanan, dan ketepatan waktu guna mendukung kelancaran keberangkatan maupun kepulangan jemaah.

Keberhasilan operasional tersebut juga ditandai dengan capaian 50.752 Jam Kerja Selamat (JKS) serta catatan zero accident, zero process safety incident, zero transportation accident, dan zero security incident. Capaian ini merupakan hasil penerapan budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment), disiplin menjalankan prosedur operasional, serta sinergi antara Pertamina Patra Niaga, otoritas bandara, maskapai, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan.

Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin Group, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan keberhasilan Satgas Hajj Flight 2026 tidak lepas dari kesiapan personel, keandalan fasilitas, serta koordinasi yang solid dengan seluruh pihak di lingkungan bandara.

"Keberhasilan pelaksanaan Satgas Hajj Flight 2026 merupakan hasil dari kesiapan personel, keandalan sarana dan fasilitas, serta koordinasi yang solid dengan seluruh stakeholder di lingkungan bandara. Setiap proses pengisian avtur dilaksanakan sesuai prosedur operasional dengan mengutamakan aspek keselamatan sehingga seluruh rangkaian penerbangan haji dapat berjalan lancar hingga akhir masa operasional," ujarnya.

Menurut Andreas, pengalaman selama pelaksanaan Satgas menjadi bekal penting untuk memperkuat kesiapan operasional Aviation Fuel Business dalam menghadapi berbagai momentum penerbangan dengan mobilitas tinggi.

"Evaluasi dan pembelajaran dari pelaksanaan Satgas ini akan terus menjadi dasar peningkatan kualitas layanan kami. Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan avtur sekaligus menghadirkan pelayanan yang profesional agar setiap kebutuhan energi penerbangan dapat terpenuhi secara optimal," katanya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menilai keberhasilan Satgas Hajj Flight 2026 mencerminkan kesiapan Pertamina dalam mendukung sektor transportasi udara melalui penyediaan energi yang aman dan andal.

"Kelancaran operasional penerbangan haji merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat keandalan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga pasokan energi penerbangan untuk mendukung berbagai agenda strategis nasional maupun kebutuhan transportasi udara di Indonesia," ungkap Lilik.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, dan menjaga keandalan operasional Aviation Fuel Business guna memberikan layanan terbaik bagi industri penerbangan dan masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru