PT Vale Tampilkan Anyaman Teduhu Khas Luwu Timur di Ajang Dekranas
Kamis, 09 Jul 2026 22:32
Anyaman teduhu khas Luwu Timur tampil di ajang Dekranas sebagai wujud upaya PT Vale Indonesia Tbk mendorong pelestarian budaya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Anyaman teduhu khas Luwu Timur tampil di ajang Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sebagai wujud upaya PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mendorong pelestarian budaya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Melalui pembinaan berkelanjutan, perusahaan tak hanya mengembangkan kualitas produk, tetapi juga menyiapkan regenerasi pengrajin agar tradisi anyaman tetap lestari.
Produk kriya binaan PT Vale itu dipamerkan dalam kegiatan Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas, yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Makassar, 9–11 Juli 2026.
Bagi PT Vale, pengenalan anyaman teduhu merupakan bagian dari strategi investasi sosial melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program tersebut difokuskan pada penguatan produk lokal sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi melalui regenerasi pengrajin secara terukur.
Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale, Yusri Yunus, mengatakan perusahaan berkomitmen memastikan kerajinan lokal memiliki daya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
"Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Kami ingin memastikan produk lokal seperti teduhu memiliki daya saing tinggi dan tradisinya tetap lestari. Untuk itu, PT Vale memberikan pendampingan mulai dari pengenalan bahan baku berkelanjutan, inovasi teknik menganyam, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), manajemen usaha, hingga membuka akses pasar seluas-luasnya," ujar Yusri.
Saat ini, PT Vale membina generasi kedua pengrajin yang berusia 16–23 tahun untuk meneruskan keterampilan para pengrajin senior yang kini berusia 40–50 tahun. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kerajinan teduhu di tengah perubahan zaman.
Pembinaan dilakukan terhadap dua komunitas, yakni Komunitas Teduhu di Desa Nuha yang beranggotakan 12 pengrajin dan memanfaatkan pakis hutan sebagai bahan baku, serta Komunitas Sampa Konao di Desa Matano yang terdiri atas 10 pengrajin muda yang mengolah pelepah pohon aren.
Tak hanya mendampingi proses produksi, PT Vale juga membuka akses pasar dengan menjadikan produk anyaman sebagai suvenir resmi perusahaan, sekaligus memasarkannya melalui jaringan hotel dan galeri.
Pengrajin teduhu asal Desa Nuha, Yulianti, mengatakan pembinaan yang dilakukan PT Vale memberikan ruang bagi para pengrajin untuk terus berinovasi. Tradisi menganyam yang telah berkembang sejak 1970-an kini tidak hanya bertahan, tetapi juga melahirkan beragam produk yang lebih modern dan bernilai ekonomi.
"Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah. Kesempatan mengenalkan teduhu di ajang Dekranas ini sangat berharga untuk memperluas pasar dan membuka peluang kerja sama baru," katanya.
Dekranas Apresiasi Regenerasi Pengrajin
Keikutsertaan PT Vale dalam ajang tersebut turut mendapat perhatian Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, bersama Wakil Ketua II Dekranas, Sri Suparni Bahlil Lahadalia. Keduanya mengunjungi booth PT Vale dan berdialog langsung dengan para pengrajin, sekaligus mengapresiasi tas anyaman berbahan tanaman teduhu (pakis hutan) asal Desa Nuha serta kain bermotif taipa khas Danau Matano, Luwu Timur.
Sri Suparni menilai pembinaan yang dilakukan PT Vale berhasil mendorong lahirnya generasi baru pengrajin yang siap melanjutkan warisan budaya lokal.
"Kami tentu sangat bangga melihat semangat dan antusiasme para pengrajin, khususnya pengrajin muda yang terus bermunculan. Berkat pembinaan selama ini oleh perusahaan mitra ESDM seperti PT Vale, banyak pengrajin muda yang penuh semangat dan sudah mengikuti berbagai coaching," ujarnya.
Melalui sinergi bersama Kementerian ESDM, Dekranas, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan potensi kriya lokal sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian budaya di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Produk kriya binaan PT Vale itu dipamerkan dalam kegiatan Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas, yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Makassar, 9–11 Juli 2026.
Bagi PT Vale, pengenalan anyaman teduhu merupakan bagian dari strategi investasi sosial melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program tersebut difokuskan pada penguatan produk lokal sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi melalui regenerasi pengrajin secara terukur.
Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale, Yusri Yunus, mengatakan perusahaan berkomitmen memastikan kerajinan lokal memiliki daya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
"Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Kami ingin memastikan produk lokal seperti teduhu memiliki daya saing tinggi dan tradisinya tetap lestari. Untuk itu, PT Vale memberikan pendampingan mulai dari pengenalan bahan baku berkelanjutan, inovasi teknik menganyam, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), manajemen usaha, hingga membuka akses pasar seluas-luasnya," ujar Yusri.
Saat ini, PT Vale membina generasi kedua pengrajin yang berusia 16–23 tahun untuk meneruskan keterampilan para pengrajin senior yang kini berusia 40–50 tahun. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kerajinan teduhu di tengah perubahan zaman.
Pembinaan dilakukan terhadap dua komunitas, yakni Komunitas Teduhu di Desa Nuha yang beranggotakan 12 pengrajin dan memanfaatkan pakis hutan sebagai bahan baku, serta Komunitas Sampa Konao di Desa Matano yang terdiri atas 10 pengrajin muda yang mengolah pelepah pohon aren.
Tak hanya mendampingi proses produksi, PT Vale juga membuka akses pasar dengan menjadikan produk anyaman sebagai suvenir resmi perusahaan, sekaligus memasarkannya melalui jaringan hotel dan galeri.
Pengrajin teduhu asal Desa Nuha, Yulianti, mengatakan pembinaan yang dilakukan PT Vale memberikan ruang bagi para pengrajin untuk terus berinovasi. Tradisi menganyam yang telah berkembang sejak 1970-an kini tidak hanya bertahan, tetapi juga melahirkan beragam produk yang lebih modern dan bernilai ekonomi.
"Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah. Kesempatan mengenalkan teduhu di ajang Dekranas ini sangat berharga untuk memperluas pasar dan membuka peluang kerja sama baru," katanya.
Dekranas Apresiasi Regenerasi Pengrajin
Keikutsertaan PT Vale dalam ajang tersebut turut mendapat perhatian Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, bersama Wakil Ketua II Dekranas, Sri Suparni Bahlil Lahadalia. Keduanya mengunjungi booth PT Vale dan berdialog langsung dengan para pengrajin, sekaligus mengapresiasi tas anyaman berbahan tanaman teduhu (pakis hutan) asal Desa Nuha serta kain bermotif taipa khas Danau Matano, Luwu Timur.
Sri Suparni menilai pembinaan yang dilakukan PT Vale berhasil mendorong lahirnya generasi baru pengrajin yang siap melanjutkan warisan budaya lokal.
"Kami tentu sangat bangga melihat semangat dan antusiasme para pengrajin, khususnya pengrajin muda yang terus bermunculan. Berkat pembinaan selama ini oleh perusahaan mitra ESDM seperti PT Vale, banyak pengrajin muda yang penuh semangat dan sudah mengikuti berbagai coaching," ujarnya.
Melalui sinergi bersama Kementerian ESDM, Dekranas, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan potensi kriya lokal sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian budaya di sekitar wilayah operasional perusahaan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Sulsel Siap Sukseskan 46 Tahun Dekranas, Pameran Kriya dan Wastra Hadirkan 204 Stan
Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah pelaksanaan puncak 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.
Kamis, 09 Jul 2026 19:57
News
Hadirkan Layanan Pemeriksaan Mata Gratis untuk Warga Sulsel
Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dekranasda Sulsel menghadirkan layanan pemeriksaan mata gratis bagi masyarakat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas
Rabu, 08 Jul 2026 22:23
News
Makassar Tuan Rumah HUT Dekranas ke-46, 3.000 Peserta dari 38 Provinsi Siap Hadir
Sulawesi Selatan bersiap menjadi tuan rumah peringatan HUT ke-46 Dekranas. Kegiatan ini akan diikuti sekitar 3.000 peserta yang terdiri atas jajaran PKK dan perwakilan Dekranasda dari 38 provinsi.
Selasa, 07 Jul 2026 19:34
News
Dekranas Resmi Gelar Puncak HUT ke-46 di Makassar, Angkat Potensi UMKM dan Budaya Nusantara
Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) secara resmi mengumumkan pelaksanaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas yang akan digelar pada 8–11 Juli 2026 di Trans Studio Mall (TSM), Makassar.
Sabtu, 04 Jul 2026 10:19
News
Gaungkan Aksi Iklim, PT Vale Hijaukan Lingkungan SMKN 9 Kolaka
PT Vale Indonesia Tbk melalui IGP Pomalaa memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 dengan menggelar aksi penanaman puluhan pohon di lingkungan SMKN 9 Kolaka, Kecamatan Pomalaa.
Kamis, 25 Jun 2026 15:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Laskar Rasulullah Tolak Eksekusi Lahan, Minta PN Sungguminasa Tunda Pelaksanaan
2
Warga Pertanyakan Eksekusi Vonis Hj Bungsuari Baso Tika
3
KM Dharma Kartika III Naik Dock, DLU Pastikan Pelayanan Tetap Prima bagi Konsumen
4
Sinergi Akademik dan Negara, UMI Jadi Mitra Penyusunan RUU Ketenagalistrikan
5
Kolaborasi Pelindo Jasa Maritim & BSI Dukung UMKM Naik Kelas
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Laskar Rasulullah Tolak Eksekusi Lahan, Minta PN Sungguminasa Tunda Pelaksanaan
2
Warga Pertanyakan Eksekusi Vonis Hj Bungsuari Baso Tika
3
KM Dharma Kartika III Naik Dock, DLU Pastikan Pelayanan Tetap Prima bagi Konsumen
4
Sinergi Akademik dan Negara, UMI Jadi Mitra Penyusunan RUU Ketenagalistrikan
5
Kolaborasi Pelindo Jasa Maritim & BSI Dukung UMKM Naik Kelas