Gaungkan Aksi Iklim, PT Vale Hijaukan Lingkungan SMKN 9 Kolaka
Kamis, 25 Jun 2026 15:16
PT Vale Indonesia Tbk melalui IGP Pomalaa memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 dengan menggelar aksi penanaman puluhan pohon di lingkungan SMKN 9 Kolaka, Kecamatan Pomalaa. Foto/IST
KOLAKA - PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 dengan menggelar aksi penanaman puluhan pohon di lingkungan SMKN 9 Kolaka, Kecamatan Pomalaa. Kegiatan yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” ini menjadi wujud kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pelestarian lingkungan dan upaya mitigasi perubahan iklim.
Aksi penghijauan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari manajemen IGP Pomalaa, Pemerintah Kecamatan Pomalaa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Pemerintah Desa Pesouha, mitra kerja dan kontraktor PT Vale, hingga guru dan siswa SMKN 9 Kolaka.
Manager Environment & Operational Permit Pomalaa PT Vale, Firman Gunawan, mengatakan bahwa penanaman pohon di luar wilayah operasional perusahaan merupakan bagian dari kontribusi sosial perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup di sekitar area kegiatan usaha.
Menurutnya, sebagai perusahaan pertambangan, PT Vale tidak hanya berfokus pada kegiatan revegetasi di area tambang, tetapi juga berupaya memberikan manfaat yang lebih luas melalui program penghijauan di lingkungan masyarakat.
“Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup 2026, kami ingin berkontribusi lebih luas dengan melakukan penanaman pohon di luar area tambang. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus kampanye bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kondisi iklim di sekitar wilayah tempat kita beraktivitas,” ujarnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Marsukat Triadi. Ia menilai upaya pemulihan dan pelestarian lingkungan menjadi tantangan bersama, terutama pada lahan-lahan yang telah terbuka akibat berbagai aktivitas ekonomi.
Marsukat juga berbagi pengalamannya saat mengunjungi wilayah operasional PT Vale di Kabupaten Luwu Timur. Menurutnya, aktivitas pertambangan di daerah tersebut mampu berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat, termasuk menjaga kondisi persawahan dan danau di sekitar area operasi tanpa menimbulkan konflik sosial yang berarti.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Kabupaten Kolaka masih menghadapi sejumlah tantangan lingkungan, salah satunya banjir musiman yang kerap berdampak pada kawasan persawahan di wilayah selatan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, baik bagi pemerintah maupun perusahaan, untuk terus mengantisipasi dampak perubahan cuaca sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Selain mengajak masyarakat menanam pohon, Marsukat juga mendorong penerapan budaya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik guna mengurangi beban lingkungan.
Sampah organik, lanjutnya, dapat dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak atau bahan kompos, sementara sampah plastik perlu dipisahkan agar dapat didaur ulang melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R).
“Melalui kegiatan penanaman pohon ini, mari kita perkuat komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan iklim agar wilayah tempat tinggal maupun area operasional tetap hijau, nyaman, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka berharap kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Keterlibatan siswa SMKN 9 Kolaka juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada generasi muda sebagai investasi bagi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Aksi penghijauan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari manajemen IGP Pomalaa, Pemerintah Kecamatan Pomalaa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Pemerintah Desa Pesouha, mitra kerja dan kontraktor PT Vale, hingga guru dan siswa SMKN 9 Kolaka.
Manager Environment & Operational Permit Pomalaa PT Vale, Firman Gunawan, mengatakan bahwa penanaman pohon di luar wilayah operasional perusahaan merupakan bagian dari kontribusi sosial perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup di sekitar area kegiatan usaha.
Menurutnya, sebagai perusahaan pertambangan, PT Vale tidak hanya berfokus pada kegiatan revegetasi di area tambang, tetapi juga berupaya memberikan manfaat yang lebih luas melalui program penghijauan di lingkungan masyarakat.
“Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup 2026, kami ingin berkontribusi lebih luas dengan melakukan penanaman pohon di luar area tambang. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus kampanye bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kondisi iklim di sekitar wilayah tempat kita beraktivitas,” ujarnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Marsukat Triadi. Ia menilai upaya pemulihan dan pelestarian lingkungan menjadi tantangan bersama, terutama pada lahan-lahan yang telah terbuka akibat berbagai aktivitas ekonomi.
Marsukat juga berbagi pengalamannya saat mengunjungi wilayah operasional PT Vale di Kabupaten Luwu Timur. Menurutnya, aktivitas pertambangan di daerah tersebut mampu berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat, termasuk menjaga kondisi persawahan dan danau di sekitar area operasi tanpa menimbulkan konflik sosial yang berarti.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Kabupaten Kolaka masih menghadapi sejumlah tantangan lingkungan, salah satunya banjir musiman yang kerap berdampak pada kawasan persawahan di wilayah selatan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, baik bagi pemerintah maupun perusahaan, untuk terus mengantisipasi dampak perubahan cuaca sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Selain mengajak masyarakat menanam pohon, Marsukat juga mendorong penerapan budaya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik guna mengurangi beban lingkungan.
Sampah organik, lanjutnya, dapat dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak atau bahan kompos, sementara sampah plastik perlu dipisahkan agar dapat didaur ulang melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R).
“Melalui kegiatan penanaman pohon ini, mari kita perkuat komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan iklim agar wilayah tempat tinggal maupun area operasional tetap hijau, nyaman, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka berharap kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Keterlibatan siswa SMKN 9 Kolaka juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada generasi muda sebagai investasi bagi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Sulawesi ke Kriyanusa 2026
Sedikitnya 37 jenis produk UMKM binaan PT Vale dari Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi hadir dalam pameran yang berlangsung di JCC, Jakarta, 26–30 September 2026.
Minggu, 27 Sep 2026 17:14
News
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran
PT Vale memulai pembangunan Fire Shelter permanen pertama di wilayah tersebut untuk mempercepat respons keadaan darurat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Sabtu, 26 Sep 2026 16:01
News
Jejak Lestari Danau Purba Matano di Tengah Denyut Industri Nikel
Dikelola PT Vale, LGS menjadi salah satu benteng ekologis yang menjaga agar aktivitas industri nikel tetap berjalan berdampingan dengan kelestarian lingkungan.
Kamis, 24 Sep 2026 22:27
News
PT Vale Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Jaga Keberlanjutan Danau Matano
Sebagai bagian dari ekosistem di sekitar Danau Matano, PT Vale memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mendukung kelestarian lingkungan.
Kamis, 24 Sep 2026 07:36
News
PT Vale Integrasikan Teknologi dan Praktik Berkelanjutan di Tambang Morowali
Transformasi pertambangan tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan meningkatkan produksi, tetapi juga oleh bagaimana teknologi digunakan untuk menjaga keselamatan, efisiensi, lingkungan, dan manfaat bagi masyarakat.
Selasa, 22 Sep 2026 18:25
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
3
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
3
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan