Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi
Senin, 10 Agu 2026 20:21
PT Vale melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali bersama Pemerintah Kabupaten Morowali dan Pemerintah Desa Unsongi resmi meluncurkan Desa Wisata Unsongi, Sabtu (8/8) pekan lalu. Foto/Istimewa
MOROWALI - Potensi alam, budaya, dan ekonomi lokal Desa Unsongi, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali bersama Pemerintah Kabupaten Morowali dan Pemerintah Desa Unsongi resmi meluncurkan Desa Wisata Unsongi, Sabtu (8/8) pekan lalu.
Pengembangan tersebut diarahkan tidak hanya untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Peluncuran desa wisata ini dirangkaikan dengan edukasi pengelolaan sampah melalui booth interaktif yang melibatkan masyarakat dan pelajar.
Kegiatan dihadiri perwakilan manajemen PT Vale, Pemerintah Kabupaten Morowali, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, pelajar, serta warga Desa Unsongi.
Desa Unsongi dipilih karena memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata, mulai dari lanskap alam yang masih asri hingga tradisi tenun dan kearifan budaya yang masih dipertahankan masyarakat.
Melalui pengembangan tersebut, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan PT Vale mendorong terbentuknya destinasi wisata yang dikelola masyarakat sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga.
Salwa, Community Development Officer IGP Morowali, mengatakan pengembangan desa wisata membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus tetap menjaga lingkungan.
“Bagi kami, pengembangan ekonomi masyarakat melalui pariwisata tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Keduanya harus berjalan beriringan karena pariwisata yang berkelanjutan hanya dapat tumbuh dari lingkungan yang terjaga dengan baik,” ujarnya.
Menurut Salwa, Desa Wisata Unsongi menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat mendorong pembangunan desa secara berkelanjutan.
“Pengembangan Desa Wisata Unsongi merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan PT Vale. Kami percaya bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.
Pengembangan Desa Wisata Unsongi mengadopsi konsep Community-Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis komunitas. Dalam model ini, masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama, mulai dari pengelolaan hingga pengembangan destinasi.
Sejumlah program yang disiapkan mencakup penataan destinasi, peningkatan kapasitas pengelola melalui pelatihan pemandu wisata dan manajemen homestay, serta penguatan promosi produk UMKM lokal. Kain tenun dan kuliner khas desa, misalnya, akan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
Pengembangan pariwisata juga dibarengi dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Untuk itu, PT Vale menghadirkan booth edukasi pengelolaan sampah yang menyasar masyarakat, pelajar, dan pengunjung kegiatan.
Edukasi tersebut mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, hingga praktik pengolahan sampah organik menjadi kompos dan produk daur ulang bernilai ekonomi.
Peserta juga mengikuti sesi tanya jawab, permainan edukatif, dan praktik sederhana pengelolaan sampah. Anak-anak dan pelajar terlihat antusias mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan dalam kegiatan tersebut.
Peluncuran Desa Wisata Unsongi menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan pengembangan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan dalam satu agenda pembangunan desa.
Ke depan, kolaborasi antara PT Vale, Pemerintah Kabupaten Morowali, Pemerintah Desa Unsongi, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas pengelola wisata, serta edukasi lingkungan.
Dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki, Desa Unsongi diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata berbasis komunitas yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Pengembangan tersebut diarahkan tidak hanya untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Peluncuran desa wisata ini dirangkaikan dengan edukasi pengelolaan sampah melalui booth interaktif yang melibatkan masyarakat dan pelajar.
Kegiatan dihadiri perwakilan manajemen PT Vale, Pemerintah Kabupaten Morowali, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, pelajar, serta warga Desa Unsongi.
Desa Unsongi dipilih karena memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata, mulai dari lanskap alam yang masih asri hingga tradisi tenun dan kearifan budaya yang masih dipertahankan masyarakat.
Melalui pengembangan tersebut, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan PT Vale mendorong terbentuknya destinasi wisata yang dikelola masyarakat sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga.
Salwa, Community Development Officer IGP Morowali, mengatakan pengembangan desa wisata membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus tetap menjaga lingkungan.
“Bagi kami, pengembangan ekonomi masyarakat melalui pariwisata tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Keduanya harus berjalan beriringan karena pariwisata yang berkelanjutan hanya dapat tumbuh dari lingkungan yang terjaga dengan baik,” ujarnya.
Menurut Salwa, Desa Wisata Unsongi menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat mendorong pembangunan desa secara berkelanjutan.
“Pengembangan Desa Wisata Unsongi merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan PT Vale. Kami percaya bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.
Pengembangan Desa Wisata Unsongi mengadopsi konsep Community-Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis komunitas. Dalam model ini, masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama, mulai dari pengelolaan hingga pengembangan destinasi.
Sejumlah program yang disiapkan mencakup penataan destinasi, peningkatan kapasitas pengelola melalui pelatihan pemandu wisata dan manajemen homestay, serta penguatan promosi produk UMKM lokal. Kain tenun dan kuliner khas desa, misalnya, akan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
Pengembangan pariwisata juga dibarengi dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Untuk itu, PT Vale menghadirkan booth edukasi pengelolaan sampah yang menyasar masyarakat, pelajar, dan pengunjung kegiatan.
Edukasi tersebut mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, hingga praktik pengolahan sampah organik menjadi kompos dan produk daur ulang bernilai ekonomi.
Peserta juga mengikuti sesi tanya jawab, permainan edukatif, dan praktik sederhana pengelolaan sampah. Anak-anak dan pelajar terlihat antusias mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan dalam kegiatan tersebut.
Peluncuran Desa Wisata Unsongi menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan pengembangan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan dalam satu agenda pembangunan desa.
Ke depan, kolaborasi antara PT Vale, Pemerintah Kabupaten Morowali, Pemerintah Desa Unsongi, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas pengelola wisata, serta edukasi lingkungan.
Dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki, Desa Unsongi diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata berbasis komunitas yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
News
Koalisi Minta Antam Buka Peta IUP, Soroti Dugaan TRK Gunakan Hauling & Stockpile Tanpa Dasar Jelas
Koalisi menilai persoalan ini menyangkut tiga aspek penting sekaligus, yakni legalitas operasional TRK, kawasan strategis IPIP, serta wilayah konsesi Antam sebagai badan usaha milik negara.
Jum'at, 07 Agu 2026 12:58
News
Gangguan Jalur Hauling Pomalaa Berpotensi Tekan PNBP dan Ekonomi Kolaka
Gangguan terhadap jalur hauling di kawasan pertambangan Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, menjadi perhatian karena dinilai berpotensi memengaruhi aktivitas produksi dan distribusi bijih nikel.
Kamis, 06 Agu 2026 13:41
News
Bupati Kolaka Tegaskan Tak Boleh Ada Premanisme Industrial di Kawasan PSN Pomalaa
Bupati Kolaka H. Amri menegaskan penyelesaian sengketa yang terjadi di jalur logistik (hauling) kawasan PSN PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) harus dilakukan melalui jalur hukum dan dialog.
Rabu, 05 Agu 2026 19:13
Ekbis
MIND ID Tegaskan Dukungan bagi Proyek Strategis PT Vale di Pomalaa
MIND ID menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa milik PT Vale Indonesia Tbk sebagai bagian dari percepatan hilirisasi mineral nasional.
Rabu, 05 Agu 2026 10:16
Ekbis
PT Vale Terus Bertumbuh lewat Kinerja Operasional & Keuangan yang Solid
PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) terus bertumbuh lewat peningkatan kinerja operasional dan keuangan pada triwulan II 2026.
Kamis, 30 Jul 2026 08:15
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gandeng Athirah, SMP - SMA Perguruan Islam Siap Bertransformasi & Bangkit
2
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
3
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
4
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
5
Kebakaran NIPAH PARK Berhasil Dipadamkan, Mal Kembali Beroperasi Normal
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gandeng Athirah, SMP - SMA Perguruan Islam Siap Bertransformasi & Bangkit
2
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
3
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
4
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
5
Kebakaran NIPAH PARK Berhasil Dipadamkan, Mal Kembali Beroperasi Normal