Vale Indonesia Raih Platinum dan Dua Gold Award ICA–ISDA 2026

Rabu, 30 Sep 2026 12:36
Vale Indonesia Raih Platinum dan Dua Gold Award ICA–ISDA 2026
Tiga program pemberdayaan masyarakat PT Vale Indonesia Tbk mendapat pengakuan dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Tiga program pemberdayaan masyarakat PT Vale Indonesia Tbk mendapat pengakuan dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026. Perusahaan yang merupakan bagian dari PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID itu meraih satu Platinum Award dan dua Gold Awards melalui program yang dijalankan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Platinum Award ICA 2026 diraih melalui program Pengembangan Peternakan Ayam Kampung Terpadu “Woliko”. Sementara dua Gold Awards pada ISDA 2026 diberikan untuk program Vocational Short-term Training (VST) dan Kampung Singkong Desa Nuha.Ketiga penghargaan tersebut diterima Head of External Relations Sorowako and Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, dalam BERBAKTI, ICA & ISDA Award Ceremony 2026 di Jakarta, Selasa (29/9).

Yusri mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya Vale Indonesia mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi diarahkan untuk membangun kapasitas dan menciptakan manfaat jangka panjang.

“Ketiga penghargaan ini merupakan wujud apresiasi terhadap upaya Perusahaan dalam memastikan program pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu membangun kapasitas dan menciptakan manfaat yang dapat bertahan dalam jangka panjang,” ujar Yusri.

Menurut dia, keberhasilan program pemberdayaan tidak semata-mata diukur dari kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengembangkan kapasitas, menciptakan peluang, dan membangun kemandirian.

“Bagi kami, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana masyarakat dapat mengembangkan kapasitas, membuka peluang baru, dan membangun kemandirian,” katanya.

Yusri menambahkan, keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Karena itu, Vale Indonesia terus membangun kerja sama dengan pemerintah, institusi pendidikan, komunitas, dan berbagai mitra.

“Masyarakat harus menjadi bagian utama dalam proses pemberdayaan, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Karena itu, kami terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, komunitas, dan berbagai mitra agar potensi lokal dapat berkembang menjadi kapasitas dan peluang ekonomi yang manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Peternakan Terpadu Dorong Kemandirian Ekonomi
Program Pengembangan Peternakan Ayam Kampung Terpadu “Woliko” mengantarkan Vale Indonesia meraih Platinum Award ICA 2026.

Program ini dikembangkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat dalam mengelola usaha peternakan ayam kampung sekaligus membangun keterkaitan dengan kegiatan ekonomi lainnya.

Pendampingan mencakup pengelolaan peternakan, pengembangan pakan dan bahan pendukung, hingga pemanfaatan hasil samping peternakan untuk mendukung kegiatan pertanian.

Melalui pendekatan tersebut, peternakan dikembangkan sebagai ekosistem usaha yang tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih produktif.

VST Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja Lokal
Sementara itu, Vocational Short-term Training (VST) meraih Gold Award ISDA 2026 melalui program peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal. Program tersebut mempertemukan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja melalui pelatihan vokasi pada bidang-bidang yang relevan dengan perkembangan industri.

Pelaksanaannya melibatkan Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dan institusi pendidikan vokasi. Peserta mendapatkan kesempatan meningkatkan keterampilan teknis dan kesiapan kerja sekaligus memperluas peluang berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi dan industri di daerah.

Kampung Singkong Kembangkan Nilai Tambah Komoditas Lokal
Gold Award ISDA 2026 lainnya diraih melalui program Kampung Singkong Desa Nuha. Program ini berfokus pada pengembangan potensi ekonomi lokal dengan meningkatkan nilai tambah komoditas singkong. Masyarakat tidak hanya didorong menjual singkong sebagai komoditas primer, tetapi juga mengembangkan produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pendampingan meliputi penguatan kapasitas produksi, pengembangan usaha, administrasi, serta pengelolaan keuangan kelompok. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menjadikan potensi lokal sebagai kegiatan ekonomi produktif sekaligus memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Ketiga program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Vale Indonesia. Pendekatan yang digunakan mencakup peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal, pengembangan keterampilan, serta pemanfaatan potensi wilayah untuk mendorong kemandirian masyarakat.

Penghargaan ICA dan ISDA 2026 melanjutkan capaian Vale Indonesia dalam ajang serupa. Pada ISDA 2024, perusahaan memperoleh dua Gold Awards dan tiga Silver Awards melalui sejumlah program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.

Pada ICA–ISDA 2025, Vale Indonesia kembali meraih Platinum dan Gold Awards melalui program Matano Iniaku, serta Silver Award melalui program Closed-Loop Livestock System: Peternakan Sapi.

Rangkaian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat sekaligus menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Apresiasi Program Pembangunan Berkelanjutan
ICA dan ISDA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD) untuk memberikan apresiasi terhadap perusahaan, program, dan inisiatif yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.Pada 2026, penganugerahan ICA dan ISDA diselenggarakan bersamaan dengan BERBAKTI Award.

Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Donny Purnomo Januardhi Effyandono, Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Sigit Reliantoro, Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Perlindungan Anak Zahrotun Nihayah, serta Ketua Umum CFCD Thendri Supriatna.

Para pemimpin perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya turut menghadiri rangkaian penganugerahan tersebut.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru