GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
Senin, 10 Agu 2026 20:27
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) USN Kolaka di SDN 1 Oneeha, Desa Oneeha, Kecamatan Tanggetada. Foto: Istimewa
KOLAKA - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, tantangan membangun budaya membaca pada anak semakin kompleks. Ketergantungan terhadap gawai dan hiburan digital membuat aktivitas membaca buku berpotensi semakin tersisih dalam keseharian anak.
Kondisi tersebut mendorong tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN Kolaka) menghadirkan program “GELORA Literasi Keluarga: Pemberdayaan Guru dan Orangtua melalui Pendampingan Membaca Nyaring Berbasis Teknologi Audio Digital untuk Anak Sekolah Dasar.”
Program tersebut dilaksanakan di SDN 1 Oneeha, Desa Oneeha, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, dengan melibatkan guru, orangtua, dan siswa sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya membaca melalui kolaborasi antara lingkungan keluarga dan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung sejak 9 Mei hingga 7 Agustus 2026 itu merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.
Ketua Tim PKM, Andi Saadillah, S.Pd., M.Pd., mengatakan program tersebut tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga memberikan pendampingan kepada orangtua agar mampu membangun suasana membaca yang menyenangkan di rumah.
“Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan membaca anak. Karena itu, kami tidak hanya mengajarkan anak membaca, tetapi juga mendampingi orangtua agar mampu menciptakan aktivitas membaca yang menyenangkan di lingkungan keluarga,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima, Senin (10/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pelatihan membaca nyaring, pengenalan dan pemanfaatan buku audio digital, hingga penggunaan aplikasi membaca interaktif seperti Let’s Read.
Guru juga mendapatkan penguatan terkait manajemen pengelolaan kegiatan literasi agar program dapat terus berjalan secara berkelanjutan setelah pendampingan berakhir.
Tim pelaksana melibatkan dosen lintas program studi. Selain Andi Saadillah, tim terdiri atas Rasmiati Rasyid, S.Kom., M.Sc. dari Program Studi Sistem Informasi dan Samsuddin, S.Pd., M.Hum. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, yakni Rahma Mawadda, Widya Saleh Az-Zahra, dan Andi Ulfianti.
Membaca nyaring menjadi salah satu pendekatan utama dalam program ini karena dinilai memiliki beragam manfaat bagi perkembangan anak. Aktivitas tersebut tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan menyimak dan memperkaya kosakata, tetapi juga dapat memperkuat interaksi emosional antara orangtua dan anak.
Melalui kebiasaan membaca bersama, anak juga didorong untuk lebih tertarik terhadap buku dan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dalam berkomunikasi.
Menariknya, teknologi dalam program GELORA Literasi Keluarga tidak ditempatkan sebagai ancaman terhadap budaya membaca. Sebaliknya, teknologi dimanfaatkan sebagai media pendukung untuk membuat aktivitas literasi lebih menarik dan interaktif.
Audio digital, misalnya, dimanfaatkan untuk membantu orangtua menghadirkan pengalaman membaca cerita yang lebih variatif bagi anak. Dengan pendekatan tersebut, penggunaan gawai diarahkan dari sekadar hiburan menjadi aktivitas yang memiliki nilai edukatif.
Antusiasme peserta selama kegiatan juga terlihat tinggi. Para orangtua mulai memahami bahwa membangun kebiasaan membaca bersama anak tidak harus dilakukan dengan metode yang rumit ataupun membutuhkan waktu panjang.
Melalui kebiasaan sederhana selama 10 hingga 15 menit setiap hari, orangtua dapat mulai membangun rutinitas membaca yang positif di lingkungan keluarga.
Kepala SDN 1 Oneeha, Raden Saputra, S.Pd., bersama jajaran guru menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan GELORA Literasi Keluarga turut memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan literasi siswa.
Salah satu hasil dari program tersebut adalah modul interaktif pendampingan membaca nyaring berbasis audio digital yang dapat digunakan guru dan orangtua secara berkelanjutan.
Modul tersebut memuat berbagai materi, mulai dari panduan membaca nyaring, praktik pendampingan membaca di rumah, jurnal membaca harian, hingga pemanfaatan QR Code yang terhubung dengan audio cerita anak.
Melalui program ini, tim PKM USN Kolaka berharap GELORA Literasi Keluarga dapat berkembang menjadi gerakan literasi keluarga yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sebab, budaya membaca tidak dapat dibangun secara instan. Kebiasaan tersebut perlu dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, terutama di lingkungan keluarga.
Ketika sekolah dan keluarga mampu berjalan beriringan, membangun generasi yang literat tidak lagi sekadar menjadi wacana, tetapi dapat diwujudkan melalui gerakan nyata yang memberi dampak bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Kondisi tersebut mendorong tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN Kolaka) menghadirkan program “GELORA Literasi Keluarga: Pemberdayaan Guru dan Orangtua melalui Pendampingan Membaca Nyaring Berbasis Teknologi Audio Digital untuk Anak Sekolah Dasar.”
Program tersebut dilaksanakan di SDN 1 Oneeha, Desa Oneeha, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, dengan melibatkan guru, orangtua, dan siswa sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya membaca melalui kolaborasi antara lingkungan keluarga dan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung sejak 9 Mei hingga 7 Agustus 2026 itu merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.
Ketua Tim PKM, Andi Saadillah, S.Pd., M.Pd., mengatakan program tersebut tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga memberikan pendampingan kepada orangtua agar mampu membangun suasana membaca yang menyenangkan di rumah.
“Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan membaca anak. Karena itu, kami tidak hanya mengajarkan anak membaca, tetapi juga mendampingi orangtua agar mampu menciptakan aktivitas membaca yang menyenangkan di lingkungan keluarga,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima, Senin (10/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pelatihan membaca nyaring, pengenalan dan pemanfaatan buku audio digital, hingga penggunaan aplikasi membaca interaktif seperti Let’s Read.
Guru juga mendapatkan penguatan terkait manajemen pengelolaan kegiatan literasi agar program dapat terus berjalan secara berkelanjutan setelah pendampingan berakhir.
Tim pelaksana melibatkan dosen lintas program studi. Selain Andi Saadillah, tim terdiri atas Rasmiati Rasyid, S.Kom., M.Sc. dari Program Studi Sistem Informasi dan Samsuddin, S.Pd., M.Hum. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, yakni Rahma Mawadda, Widya Saleh Az-Zahra, dan Andi Ulfianti.
Membaca nyaring menjadi salah satu pendekatan utama dalam program ini karena dinilai memiliki beragam manfaat bagi perkembangan anak. Aktivitas tersebut tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan menyimak dan memperkaya kosakata, tetapi juga dapat memperkuat interaksi emosional antara orangtua dan anak.
Melalui kebiasaan membaca bersama, anak juga didorong untuk lebih tertarik terhadap buku dan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dalam berkomunikasi.
Menariknya, teknologi dalam program GELORA Literasi Keluarga tidak ditempatkan sebagai ancaman terhadap budaya membaca. Sebaliknya, teknologi dimanfaatkan sebagai media pendukung untuk membuat aktivitas literasi lebih menarik dan interaktif.
Audio digital, misalnya, dimanfaatkan untuk membantu orangtua menghadirkan pengalaman membaca cerita yang lebih variatif bagi anak. Dengan pendekatan tersebut, penggunaan gawai diarahkan dari sekadar hiburan menjadi aktivitas yang memiliki nilai edukatif.
Antusiasme peserta selama kegiatan juga terlihat tinggi. Para orangtua mulai memahami bahwa membangun kebiasaan membaca bersama anak tidak harus dilakukan dengan metode yang rumit ataupun membutuhkan waktu panjang.
Melalui kebiasaan sederhana selama 10 hingga 15 menit setiap hari, orangtua dapat mulai membangun rutinitas membaca yang positif di lingkungan keluarga.
Kepala SDN 1 Oneeha, Raden Saputra, S.Pd., bersama jajaran guru menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan GELORA Literasi Keluarga turut memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan literasi siswa.
Salah satu hasil dari program tersebut adalah modul interaktif pendampingan membaca nyaring berbasis audio digital yang dapat digunakan guru dan orangtua secara berkelanjutan.
Modul tersebut memuat berbagai materi, mulai dari panduan membaca nyaring, praktik pendampingan membaca di rumah, jurnal membaca harian, hingga pemanfaatan QR Code yang terhubung dengan audio cerita anak.
Melalui program ini, tim PKM USN Kolaka berharap GELORA Literasi Keluarga dapat berkembang menjadi gerakan literasi keluarga yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sebab, budaya membaca tidak dapat dibangun secara instan. Kebiasaan tersebut perlu dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, terutama di lingkungan keluarga.
Ketika sekolah dan keluarga mampu berjalan beriringan, membangun generasi yang literat tidak lagi sekadar menjadi wacana, tetapi dapat diwujudkan melalui gerakan nyata yang memberi dampak bagi masa depan anak-anak Indonesia.
(MAN)
Berita Terkait
News
UMI Perkuat Ketahanan Mental Orang Tua ABK Lewat Skrining, Pendampingan, dan Aplikasi Digital
Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Penguatan Ketahanan Psikososial dan Literasi Kesehatan Mental Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui Skrining
Rabu, 05 Agu 2026 14:31
News
8 Dosen Kalla Institute Raih Pendanaan Riset & Pengabdian 2026
Kalla Institute kembali menunjukkan kiprahnya di dunia akademik melalui keberhasilan sejumlah dosen meraih pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2026 dari Kemendiktisaintek.
Rabu, 15 Apr 2026 18:20
Sulsel
Forkeis Gelar Safari Ramadan dan Pengabdian di Pangkep
Forum Kajian Ekonomi Islam (Forkeis) membuka kegiatan Safari Ramadhan bertajuk “Ramadhan Spirit Perubahan, Menghidupkan Nilai Syari’ah di Tengah Masyarakat”, di Desa Kassiloe, Kabupaten Pangkep.
Kamis, 05 Mar 2026 05:40
News
UNM Laksanakan Pengabdian Masyarakat Penguatan Kompetensi Pedagogi Calon Guru Biologi
Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari program rutin tahunan yang didanai melalui PNBP Universitas.
Senin, 15 Des 2025 20:10
News
UMI Dorong Pemberdayaan Keluarga di Selayar Lewat Pemanfaatan Kelapa
Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga. Salah satunya di Kabupaten Kepulauan Selayar melalui program Pengabdian Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) Tahun 2025.
Jum'at, 14 Nov 2025 09:17
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gandeng Athirah, SMP - SMA Perguruan Islam Siap Bertransformasi & Bangkit
2
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
3
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
4
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
5
Kebakaran NIPAH PARK Berhasil Dipadamkan, Mal Kembali Beroperasi Normal
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gandeng Athirah, SMP - SMA Perguruan Islam Siap Bertransformasi & Bangkit
2
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
3
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
4
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
5
Kebakaran NIPAH PARK Berhasil Dipadamkan, Mal Kembali Beroperasi Normal