Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan

Jum'at, 25 Sep 2026 17:34
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
Warga Dusun Tole-Tole, Desa Kawata, Kecamatan Malili, mendesak Balai Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan segera memindahkan unit ekskavator dari badan jalan. Foto: Istimewa
Comment
Share
LUWU TIMUR - Warga Dusun Tole-Tole, Desa Kawata, Kecamatan Malili, mendesak Balai Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan segera memindahkan unit ekskavator yang sudah bertahun-tahun teronggok di badan jalan poros Malili menuju Sulawesi Tengah.

Kepala Dusun Tole-Tole, Safaruddin, menuturkan alat berat itu sudah lama tak terurus hingga ditumbuhi rumput liar. Mesinnya pun sudah dilepas dan dibawa ke Makassar untuk diperbaiki, sementara bodinya dibiarkan begitu saja.

"Itu alat sudah lama, dulu sering orang balai datang mengecek. Kalau tidak salah tiga tahun belakangan ini terakhir orang balai datang, dan itu pun dia cuma ambil mesinnya dengan alasan mau diperbaiki di Makassar," ungkap Safaruddin saat ditemui, Jumat (25/09/26).

Ia menambahkan, kunjungan terakhir petugas provinsi ke lokasi bertepatan dengan momen aksi demo pembentukan Luwu Raya. Sejak itu, kata dia, tidak ada lagi komunikasi maupun kejelasan jadwal pemindahan alat tersebut.

"Terakhir itu, pas ada demo pembentukan Luwu Raya, orang balai datang. Sampai sekarang sudah tidak ada lagi kabarnya," katanya.

Karena posisi ekskavator menghalangi lalu lintas warga, muncul wacana di kalangan masyarakat untuk membongkar sendiri bodi alat berat itu bagian per bagian.

Namun langkah ini dinilai berisiko, mengingat status alat tersebut adalah aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan potongan yang dilepas berisiko hilang diambil pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jalan lokasi ekskavator berada merupakan ruas jalan provinsi yang menjadi jalur utama penghubung Luwu Timur dengan Provinsi Sulawesi Tengah.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru