Tim PKM Fakultas Ilmu Pendidikan UNM Berdayakan Pemuda Minasa Baji

Minggu, 30 Agu 2026 21:40
Tim PKM Fakultas Ilmu Pendidikan UNM Berdayakan Pemuda Minasa Baji
Tim PKM FIP UNM hadirkan model pemberdayaan komunitas pemuda, di Desa Minasa Baji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
Comment
Share
TAKALAR - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menjalankan program pemberdayaan pemuda di Desa Minasa Baji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar.

Program tersebut mengintegrasikan edukasi kesetaraan gender, penguatan resiliensi psikologis, dan pengembangan organisasi pemuda untuk menjawab tantangan masyarakat di wilayah kepulauan.

Ketua Tim PKM, Dwi Endrasto Wibowo, mengatakan program dirancang berbasis pemberdayaan komunitas dengan melibatkan mitra sejak tahap perencanaan hingga evaluasi.

"Program tidak hanya berupa seminar satu kali, tetapi dirancang dalam beberapa tahapan. Seperti Sosialisasi (Pemerintah desa Karang Taruna, Tokoh masyarakat dan Perwakilan masyarakat). Tujuannya menyamakan persepsi, menyusun kesepakatan dan jadwal kegiatan. Lalu edukasi kesetaraan gender (dilakukan melalui sosialisasi dan diskusi mengenai kesetaraan gender serta pendidikan inklusif)," jelasnya, Sabtu (29/8/2026).

Program dilanjutkan dengan pelatihan resiliensi psikologis yang mencakup kesehatan mental, pengelolaan stres, motivasi diri, dan penguatan resiliensi.

Pelatihan menyasar 25–30 pemuda setempat dengan target peningkatan pemahaman sebesar 80 persen yang diukur melalui evaluasi post-test.

Selain itu, tim memberikan workshop komunikasi dan kepemimpinan yang mencakup komunikasi interpersonal, kerja tim, kepemimpinan, simulasi, dan aktivitas partisipatif. Program tersebut ditargetkan menghasilkan satu tim penggerak pemuda.

"Kemudian workshop komunikasi dan kepemimpinan (komunikasi interpersonal, Teamwork, Leadership dan Simulasi dan aktivitas partisipatif). Targetnya terbentuk satu tim penggerak pemuda. Lalu penerapan media edukasi (Modul psikososial, Modul kesetaraan gender, Poster Infografis); pendampingan Karang Taruna (Tim melakukan mentoring untuk membantu menyusun program kerja organisasi pemuda; serta ⁠forum belajar komunitas (forum menjadi ruang diskusi pemuda yang diharapkan tetap berjalan setelah tim pengabdian selesai)," tambahnya.

Mitra utama program adalah Karang Taruna "ABULO SIBATANG" Desa Minasa Baji, dengan sasaran komunitas pemuda dan masyarakat yang terlibat dalam aktivitas pendidikan serta sosial kemasyarakatan.

Dwi mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari perubahan pengetahuan dan kemampuan mitra setelah pendampingan.

"Mitra dilibatkan sejak sosialisasi, pelatihan, penggunaan media, pendampingan, evaluasi sampai keberlanjutan. Dampak program akan dilihat melalui perubahan pengetahuan melalui pre-test dan post-test, observasi, wawancara, serta tingkat partisipasi mitra," katanya saat dikonfirmasi.

Untuk menjaga keberlanjutan, tim memperkuat peran Karang Taruna dan membentuk Forum Belajar Komunitas. Monitoring juga dilakukan untuk melihat kemampuan mitra menerapkan hasil pelatihan setelah program berakhir.

"Kebaruan PKM terletak pada integrasi pendekatan psikologi komunitas, edukasi gender, penguatan resiliensi psikologis, dan penguatan organisasi pemuda dalam satu model pemberdayaan komunitas yang kontekstual untuk masyarakat kepulauan," tegasnya.

Pelaksanaan program menghadapi tantangan akses menuju Desa Minasa Baji yang berada di wilayah kepulauan. Tim harus menempuh perjalanan darat dan penyeberangan menggunakan perahu untuk mencapai lokasi.

"Karena Desa Minasa Baji berada di wilayah kepulauan dan akses menuju lokasi membutuhkan perjalanan darat serta penyeberangan menggunakan perahu. Dalam proposal disebutkan jarak dari perguruan tinggi sekitar 40,1 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 28 menit, termasuk penyeberangan sekitar 30 menit menggunakan perahu mesin," bebernya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim melakukan koordinasi awal dengan pemerintah desa dan Karang Taruna, menyepakati jadwal kegiatan, membagi peran dengan mitra, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara bertahap.

Dwi mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pemuda agar mampu berperan dalam pembangunan masyarakat kepulauan.

"Tujuan PKM adalah memberdayakan komunitas pesisir, khususnya pemuda Desa Minasa Baji, melalui edukasi kesetaraan gender dan penguatan resiliensi psikologis untuk mendukung pendidikan inklusif serta pembangunan masyarakat kepulauan yang berkelanjutan," pungkasnya.

Tim PKM FIP UNM terdiri atas empat dosen, satu praktisi, dan dua mahasiswa. Tim tersebut melibatkan Dwi Endrasto Wibowo sebagai ketua, Siska Putri Ayu, Inaya Ridhayanti Qarimah, Nurfaidah Ardis, Muh. Fahmi Anugerah, Rizki Nur Afni, dan Nurin Dayana.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru