MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Berjalan Sempurna, Terbesar Sepanjang Sejarah

Minggu, 30 Agu 2026 18:04
MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Berjalan Sempurna, Terbesar Sepanjang Sejarah
Prof Zudan Arif Fakrulloh, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Foto: Istimewa
Comment
Share
PANGKEP - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 di Sulawesi Selatan resmi berakhir. Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof Zudan Arif Fakrulloh, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Prof Zudan mengaku lega seluruh rangkaian MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 berjalan dengan baik. “Saya merasa lega, seluruh rangkaian MTQ VIII KORPRI tahun 2026, tuan rumah bersama Provinsi Sulsel, Makassar dan Pangkep berjalan sempurna, rapi dan meriah. Menurut saya, acara ini sangat perfect,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Wali Kota Makassar, Bupati Pangkep, serta seluruh jajaran yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan MTQ tersebut.

Menurut Prof Zudan, MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 menjadi gelaran terbesar sepanjang 55 tahun perjalanan KORPRI. “Diikuti 117 kafilah, terbesar sepanjang delapan kali MTQ KORPRI,” katanya.

Ia menegaskan, MTQ KORPRI bukan sekadar ajang perlombaan keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan birokrasi, keluarga ASN, dan masyarakat. “Kami berharap nilai Qurani bisa terus diterapkan di kalangan birokrasi, keluarga ASN dan masyarakat,” tuturnya.

Prof Zudan juga menyebut pelaksanaan MTQ memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor, termasuk pertumbuhan ekonomi selama kegiatan berlangsung. Partisipasi dari berbagai daerah dan kementerian juga mengalami peningkatan.

Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan semakin kuatnya ukhuwah Islamiyah serta kesadaran untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta berprestasi, KORPRI menyiapkan uang pembinaan. Juara pertama memperoleh Rp20 juta, juara kedua Rp15 juta, dan juara ketiga Rp10 juta.

Selain itu, peserta yang meraih juara maupun panitia pelaksana berpeluang diajukan untuk mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa. “Nanti yang juara-juara dan juga panitia, bisa diajukan kenaikan pangkat luar biasa. Nanti kita akan lakukan penilaian di BKN secara objektif,” jelasnya.

Menag: ASN Harus Menjadi Living Quran

MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 secara resmi ditutup Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar, di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (29/8/2026).

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa berakhirnya kompetisi bukan berarti berakhir pula tugas para peserta. Nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti MTQ harus dibawa dan diterapkan ketika kembali ke lingkungan kerja masing-masing.

Menurutnya, di balik piala dan predikat juara, MTQ harus menjadi ruang pembentukan karakter aparatur sipil negara (ASN). Nilai-nilai Al-Qur’an harus diterjemahkan dalam perilaku dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Quran, ada yang melekat dengan Al-Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” ujarnya.

Ia menilai tantangan peserta justru semakin besar setelah kembali ke instansi masing-masing. Kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an tidak cukup apabila tidak diikuti perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Menag pun meminta ASN menjadi prototipe living Quran, yakni menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam penutupan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026. Ajang tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi mampu memberi dampak terhadap kualitas moral, integritas, dan pelayanan ASN.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN dan panitia yang telah bertugas menyukseskan pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional di Kabupaten Pangkep.

Ia berharap kegiatan tersebut memberi dampak positif bagi kemajuan daerah serta mendorong ASN semakin meneladani nilai-nilai Al-Qur’an, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat.

"Semoga apa yang kita lakukan ini mampu memberikan dampak yang baik untuk kemajuan daerah dan semakin meneladani nilai-nilai Al-Qur’an, baik di lingkungan kerja maupun di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Maluku Utara Tuan Rumah MTQ 2028

Usai pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 di Sulawesi Selatan, penyelenggaraan berikutnya akan berlangsung pada 2028 dengan Provinsi Maluku Utara sebagai tuan rumah.

Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Pataka MTQ kepada Gubernur Maluku Utara sebagai simbol estafet penyelenggaraan MTQ KORPRI tingkat nasional.

10 Besar MTQ KORPRI Nasional VIII 2026

1. Sumatera Barat — Juara Umum
2. Sulawesi Selatan — Peringkat Kedua
3. Daerah Khusus Jakarta — Peringkat Ketiga
4. Jawa Timur — Peringkat Keempat
5. Kalimantan Timur — Peringkat Kelima
6. Kalimantan Tengah — Peringkat Keenam
7. Jawa Tengah — Peringkat Ketujuh
8. Riau — Peringkat Kedelapan9. Kalimantan Selatan — Peringkat Kesembilan
10. Sulawesi Tenggara — Peringkat Kesepuluh
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru