FIKK UNM Latih Siswa SMP Negeri 11 Makassar Terapkan School Active Break untuk Kurangi Risiko Sedentari

Kamis, 20 Agu 2026 18:15
FIKK UNM Latih Siswa SMP Negeri 11 Makassar Terapkan School Active Break untuk Kurangi Risiko Sedentari
Program Studi Promosi Kesehatan, FIKK UNM melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMP Negeri 11 Makassar, melalui pelatihan Peregangan Dinamis Gerakan School Active Break.
Comment
Share
MAKASSAR - Program Studi Promosi Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMP Negeri 11 Makassar, melalui pelatihan Peregangan Dinamis Gerakan School Active Break di Sekolah sebagai Mitigasi Risiko Sedentari Siswa.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 50 siswa ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi UNM dalam mendorong penerapan perilaku hidup aktif dan sehat di lingkungan sekolah, sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya aktivitas fisik di tengah kebiasaan duduk dalam waktu lama.

Kegiatan tersebut diketuai Dr Ilham Aksir, bersama tiga dosen anggota dari Program Studi Promosi Kesehatan, yakni Dr Irwandi Rachman, Dicky Indirwan, dan Nur Afiaty Mursalim. Tim pengabdian juga mendapat pendampingan dari Guru PJOK SMP Negeri 11 Makassar, Muh Syafril.

Edukasi Bahaya Perilaku SedentariDalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai perilaku sedentari, khususnya kebiasaan duduk terlalu lama selama aktivitas belajar maupun kegiatan sehari-hari.

Tim pengabdian memperkenalkan konsep School Active Break, yakni jeda aktivitas fisik sederhana yang dapat dilakukan di sela-sela proses pembelajaran. Aktivitas tersebut berupa berbagai gerakan peregangan dinamis yang mudah dilakukan oleh siswa, baik di dalam maupun di luar kelas.

Selain mendapatkan materi, para siswa juga secara langsung mempraktikkan gerakan-gerakan peregangan dinamis yang diperagakan oleh tim.

Pendekatan praktik ini diharapkan membuat siswa tidak hanya memahami pentingnya aktivitas fisik, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri dalam rutinitas sekolahDorong Siswa Lebih Aktif Bergerak

Ketua tim pengabdian, Dr Ilham Aksir, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran mengenai pentingnya aktivitas fisik sejak usia sekolah.

“Melalui School Active Break, kami ingin mengedukasi siswa sejak dini agar mampu mengurangi perilaku sedentari dan membiasakan diri untuk tetap aktif bergerak. Aktivitas sederhana berupa peregangan dinamis di sela pembelajaran diharapkan dapat membantu menjaga kebugaran, meningkatkan konsentrasi, serta mendukung performa belajar siswa,” tutur Ilham Aksir.

Menurutnya, aktivitas fisik tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk olahraga dengan durasi panjang. Jeda aktif yang sederhana dan dilakukan secara rutin juga dapat menjadi bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Karena itu, penerapan School Active Break di sekolah diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif yang mudah dilakukan siswa tanpa mengganggu proses pembelajaran.

Membangun Budaya Sekolah yang SehatMelalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut, Program Studi Promosi Kesehatan FIKK UNM mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kebugaran peserta didik.

Kebiasaan melakukan jeda aktif diharapkan dapat membantu siswa mengurangi waktu duduk yang terlalu lama sekaligus membangun kesadaran bahwa aktivitas fisik merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari.Kegiatan pelatihan School Active Break di SMP Negeri 11 Makassar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih aktif, sehat, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran siswa.

Dengan membiasakan aktivitas fisik sederhana sejak usia sekolah, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar terhadap kesehatan, aktif bergerak, serta mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru