PKKMB UNM, Prof Hasmyati Harap Jadi Momentum Transformasi Kampus
Jum'at, 14 Agu 2026 22:25
Guru Besar Univeraitas Negeri Makassar (UNM) Prof Hasmyati. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Makassar (UNM) diharapkan tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat transformasi dan arah pengembangan kampus ke depan.
Harapan tersebut disampaikan Guru Besar Univeraitas Negeri Makassar (UNM) Prof Hasmyati yang juga mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM dua periode. Menurutnya, mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB merupakan bagian penting dari perjalanan UNM dalam membangun generasi akademik yang adaptif, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“PKKMB harus menjadi momentum untuk memperkenalkan nilai-nilai akademik sekaligus menanamkan semangat bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam perjalanan dan masa depan UNM,” ujar Prof Hasmyati, Sabtu, (15/08/2026).
Ia menilai transformasi perguruan tinggi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik. Perubahan juga harus menyentuh tata kelola, kualitas layanan akademik, penguatan sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, hingga penciptaan ekosistem kampus yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Pengalaman memimpin FIKK UNM selama dua periode menjadi bagian dari perjalanan Prof Hasmyati dalam mendorong perubahan di tingkat fakultas. Selama masa kepemimpinannya, ia membawa sejumlah pembenahan dan pengembangan yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas fakultas, meningkatkan layanan akademik, serta membangun lingkungan akademik yang lebih produktif.
Menurut Prof Hasmyati, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa transformasi kampus membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi, keberanian melakukan perubahan, sekaligus kemampuan membangun kolaborasi dengan seluruh elemen perguruan tinggi.
“Perubahan tidak bisa dilakukan oleh satu orang. Harus ada kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh stakeholder. Dengan kebersamaan itu, transformasi akan menjadi gerakan bersama,” katanya.
Ia juga berharap mahasiswa baru UNM tidak hanya melihat kampus sebagai tempat memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, kampus harus menjadi ruang untuk membangun karakter, kompetensi, kreativitas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi dan hadirnya kecerdasan artifisial (AI), Prof Hasmyati menilai mahasiswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai akademik dan integritas.
“Mahasiswa harus siap menghadapi perubahan. Teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan, bukan menggantikan proses berpikir. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, karakter dan integritas tetap menjadi fondasi,” jelasnya.
Bagi Prof Hasmyati, PKKMB dapat menjadi titik awal untuk membangun kesadaran mahasiswa bahwa mereka bukan hanya pengguna fasilitas kampus, tetapi juga bagian dari ekosistem yang ikut menentukan reputasi dan masa depan UNM.
Ia berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan seluruh ruang pembelajaran yang tersedia di kampus, baik melalui kegiatan akademik maupun organisasi, penelitian, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, hingga berbagai aktivitas pengembangan diri.
“Mahasiswa baru hari ini adalah bagian dari wajah UNM di masa depan. Karena itu, mereka harus dipersiapkan bukan hanya menjadi lulusan yang kompeten, tetapi juga menjadi generasi yang mampu membawa nama baik almamater dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Prof Hasmyati menegaskan, transformasi UNM harus terus bergerak mengikuti perubahan zaman dengan tetap menjaga jati diri perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang mencetak sumber daya manusia unggul.
PKKMB, kata dia, dapat menjadi momentum awal untuk menanamkan semangat tersebut kepada mahasiswa sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki sebagai bagian dari keluarga besar UNM.
Harapan tersebut disampaikan Guru Besar Univeraitas Negeri Makassar (UNM) Prof Hasmyati yang juga mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM dua periode. Menurutnya, mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB merupakan bagian penting dari perjalanan UNM dalam membangun generasi akademik yang adaptif, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“PKKMB harus menjadi momentum untuk memperkenalkan nilai-nilai akademik sekaligus menanamkan semangat bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam perjalanan dan masa depan UNM,” ujar Prof Hasmyati, Sabtu, (15/08/2026).
Ia menilai transformasi perguruan tinggi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik. Perubahan juga harus menyentuh tata kelola, kualitas layanan akademik, penguatan sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, hingga penciptaan ekosistem kampus yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Pengalaman memimpin FIKK UNM selama dua periode menjadi bagian dari perjalanan Prof Hasmyati dalam mendorong perubahan di tingkat fakultas. Selama masa kepemimpinannya, ia membawa sejumlah pembenahan dan pengembangan yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas fakultas, meningkatkan layanan akademik, serta membangun lingkungan akademik yang lebih produktif.
Menurut Prof Hasmyati, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa transformasi kampus membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi, keberanian melakukan perubahan, sekaligus kemampuan membangun kolaborasi dengan seluruh elemen perguruan tinggi.
“Perubahan tidak bisa dilakukan oleh satu orang. Harus ada kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh stakeholder. Dengan kebersamaan itu, transformasi akan menjadi gerakan bersama,” katanya.
Ia juga berharap mahasiswa baru UNM tidak hanya melihat kampus sebagai tempat memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, kampus harus menjadi ruang untuk membangun karakter, kompetensi, kreativitas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi dan hadirnya kecerdasan artifisial (AI), Prof Hasmyati menilai mahasiswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai akademik dan integritas.
“Mahasiswa harus siap menghadapi perubahan. Teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan, bukan menggantikan proses berpikir. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, karakter dan integritas tetap menjadi fondasi,” jelasnya.
Bagi Prof Hasmyati, PKKMB dapat menjadi titik awal untuk membangun kesadaran mahasiswa bahwa mereka bukan hanya pengguna fasilitas kampus, tetapi juga bagian dari ekosistem yang ikut menentukan reputasi dan masa depan UNM.
Ia berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan seluruh ruang pembelajaran yang tersedia di kampus, baik melalui kegiatan akademik maupun organisasi, penelitian, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, hingga berbagai aktivitas pengembangan diri.
“Mahasiswa baru hari ini adalah bagian dari wajah UNM di masa depan. Karena itu, mereka harus dipersiapkan bukan hanya menjadi lulusan yang kompeten, tetapi juga menjadi generasi yang mampu membawa nama baik almamater dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Prof Hasmyati menegaskan, transformasi UNM harus terus bergerak mengikuti perubahan zaman dengan tetap menjaga jati diri perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang mencetak sumber daya manusia unggul.
PKKMB, kata dia, dapat menjadi momentum awal untuk menanamkan semangat tersebut kepada mahasiswa sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki sebagai bagian dari keluarga besar UNM.
(GUS)
Berita Terkait
News
TIM UPA Perpustakaan UNM Lakukan Benchmarking ke Perpustakaan UAD dan UMY
Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Negeri Makassar (UNM) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan, tata kelola, dan inovasi perpustakaan.
Kamis, 13 Agu 2026 19:14
Sulsel
Gowa Jadi Lokasi Riset UNM soal Tata Kelola Dana Desa
Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penelitian mengenai penguatan sistem pencegahan korupsi dalam pengelolaan dana desa berbasis digital governance di Kabupaten Gowa.
Rabu, 12 Agu 2026 08:42
News
Sekelompok Orang Rusak FMIPA UNM, Polisi Kantongi Nama-nama Terduga Pelaku
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi sasaran aksi penyerangan dan pengrusakan pada Jumat (31/7/2026) dini hari.
Rabu, 05 Agu 2026 15:51
Sulsel
Terpilih Jadi Ketua IKA JIA FEB UNM, Dr. Asmar Ajak Alumni Perkuat Kolaborasi
Dr. Asmar resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Jurusan Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (IKA JIA FEB UNM) periode 2026–2030.
Minggu, 26 Jul 2026 09:24
Ekbis
FEB UNM dan Pegadaian Perkuat Kapasitas UMKM di Bulukumba Lewat Program PKM
Program Studi Manajemen FEB UNM kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Rabu, 22 Jul 2026 20:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
2
Administrasi Rampung, Pemkot Makassar Siapkan Job Fit Eselon II
3
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
4
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat
5
Guru dan Ortu Siswa di Jeneponto Saling Lapor, Anak Diduga Dicekik hingga Ditampar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
2
Administrasi Rampung, Pemkot Makassar Siapkan Job Fit Eselon II
3
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
4
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat
5
Guru dan Ortu Siswa di Jeneponto Saling Lapor, Anak Diduga Dicekik hingga Ditampar