LSP UNM Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Bekali Lulusan Hadapi Dunia Kerja
Kamis, 03 Sep 2026 08:20
Suasana kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Persiapan Uji Kompetensi Mahasiswa melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UNM. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Universitas Negeri Makassar (UNM) terus memperkuat kualitas dan daya saing lulusan melalui program sertifikasi profesi. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Persiapan Uji Kompetensi Mahasiswa melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UNM.
Ketua LSP UNM, Prof Lu’mu Taris, mengatakan sertifikasi profesi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki bukti kompetensi yang dapat menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Mahasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kompetensi yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi profesi,” ujar Prof Lu’mu Taris.
Ia menjelaskan, LSP UNM merupakan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu (LSP-P1) yang memiliki lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP UNM menyelenggarakan berbagai skema sertifikasi yang disesuaikan dengan bidang keilmuan dan kompetensi mahasiswa.
LSP UNM Sosialisasikan Tahapan Uji Kompetensi
Dalam kegiatan sosialisasi dan pendampingan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai peran strategis LSP UNM dalam meningkatkan profesionalisme dan daya saing lulusan.
Materi yang diberikan mencakup mekanisme sertifikasi profesi, mulai dari proses pendaftaran, pemilihan skema sertifikasi, pengisian dokumen asesmen APL-01 dan APL-02, penyusunan portofolio, hingga pelaksanaan asesmen kompetensi oleh asesor bersertifikat.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai skema sertifikasi yang tersedia sesuai bidang keilmuan di lingkungan UNM.
Prof Lu’mu Taris menekankan bahwa pemilihan skema sertifikasi harus disesuaikan dengan kompetensi dan bidang keahlian mahasiswa. “Yang terpenting adalah mahasiswa memahami kompetensi yang dimiliki dan memilih skema sertifikasi yang sesuai. Dengan begitu, proses asesmen dapat menjadi sarana untuk mengukur sekaligus mengakui kompetensi mereka,” jelasnya.
Mahasiswa Diberi Simulasi Uji Kompetensi
Kegiatan tidak berhenti pada sosialisasi. Mahasiswa juga mendapatkan pendampingan dan simulasi pelaksanaan uji kompetensi agar memiliki gambaran mengenai proses asesmen yang sebenarnya.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa mempraktikkan pengisian dokumen asesmen, menyusun bukti portofolio, mengikuti simulasi wawancara, hingga melakukan demonstrasi kompetensi sesuai skema yang dipilih.
Pendampingan dilakukan oleh tim fasilitator dan asesor kompetensi sehingga mahasiswa dapat memahami tahapan asesmen secara lebih konkret.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari interaksi selama kegiatan. Sesi diskusi dan konsultasi dimanfaatkan peserta untuk menggali informasi mengenai persyaratan sertifikasi, persiapan menghadapi asesor, serta penyusunan bukti kompetensi yang relevan.
Menurut Prof Lu’mu Taris, pendampingan tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya mengetahui konsep sertifikasi, tetapi juga memiliki kesiapan teknis sebelum mengikuti uji kompetensi.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai manfaat sertifikasi profesi dan prosedur pelaksanaan uji kompetensi.
Mahasiswa juga diharapkan semakin percaya diri dalam menentukan skema sertifikasi serta menyiapkan portofolio sebagai bukti penguasaan kompetensi.
Ke depan, LSP UNM akan terus mendorong penguatan program melalui bimbingan teknis, simulasi lanjutan, pendampingan penyempurnaan dokumen asesmen, hingga pelaksanaan uji kompetensi secara berkala.
Prof Lu’mu Taris berharap semakin banyak mahasiswa UNM yang memiliki sertifikat kompetensi sebelum menyelesaikan pendidikan.
“Harapannya, sertifikasi ini menjadi nilai tambah bagi lulusan UNM sehingga mereka lebih profesional, memiliki daya saing, dan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Saat ini, LSP UNM didukung oleh berbagai skema sertifikasi, asesor kompetensi, serta Tempat Uji Kompetensi (TUK) sebagai bagian dari upaya universitas memperkuat mutu dan daya saing lulusan.
Dengan penguatan sertifikasi profesi melalui LSP UNM, mahasiswa diharapkan tidak hanya menyandang gelar akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ketua LSP UNM, Prof Lu’mu Taris, mengatakan sertifikasi profesi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki bukti kompetensi yang dapat menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Mahasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kompetensi yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi profesi,” ujar Prof Lu’mu Taris.
Ia menjelaskan, LSP UNM merupakan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu (LSP-P1) yang memiliki lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP UNM menyelenggarakan berbagai skema sertifikasi yang disesuaikan dengan bidang keilmuan dan kompetensi mahasiswa.
LSP UNM Sosialisasikan Tahapan Uji Kompetensi
Dalam kegiatan sosialisasi dan pendampingan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai peran strategis LSP UNM dalam meningkatkan profesionalisme dan daya saing lulusan.
Materi yang diberikan mencakup mekanisme sertifikasi profesi, mulai dari proses pendaftaran, pemilihan skema sertifikasi, pengisian dokumen asesmen APL-01 dan APL-02, penyusunan portofolio, hingga pelaksanaan asesmen kompetensi oleh asesor bersertifikat.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai skema sertifikasi yang tersedia sesuai bidang keilmuan di lingkungan UNM.
Prof Lu’mu Taris menekankan bahwa pemilihan skema sertifikasi harus disesuaikan dengan kompetensi dan bidang keahlian mahasiswa. “Yang terpenting adalah mahasiswa memahami kompetensi yang dimiliki dan memilih skema sertifikasi yang sesuai. Dengan begitu, proses asesmen dapat menjadi sarana untuk mengukur sekaligus mengakui kompetensi mereka,” jelasnya.
Mahasiswa Diberi Simulasi Uji Kompetensi
Kegiatan tidak berhenti pada sosialisasi. Mahasiswa juga mendapatkan pendampingan dan simulasi pelaksanaan uji kompetensi agar memiliki gambaran mengenai proses asesmen yang sebenarnya.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa mempraktikkan pengisian dokumen asesmen, menyusun bukti portofolio, mengikuti simulasi wawancara, hingga melakukan demonstrasi kompetensi sesuai skema yang dipilih.
Pendampingan dilakukan oleh tim fasilitator dan asesor kompetensi sehingga mahasiswa dapat memahami tahapan asesmen secara lebih konkret.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari interaksi selama kegiatan. Sesi diskusi dan konsultasi dimanfaatkan peserta untuk menggali informasi mengenai persyaratan sertifikasi, persiapan menghadapi asesor, serta penyusunan bukti kompetensi yang relevan.
Menurut Prof Lu’mu Taris, pendampingan tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya mengetahui konsep sertifikasi, tetapi juga memiliki kesiapan teknis sebelum mengikuti uji kompetensi.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai manfaat sertifikasi profesi dan prosedur pelaksanaan uji kompetensi.
Mahasiswa juga diharapkan semakin percaya diri dalam menentukan skema sertifikasi serta menyiapkan portofolio sebagai bukti penguasaan kompetensi.
Ke depan, LSP UNM akan terus mendorong penguatan program melalui bimbingan teknis, simulasi lanjutan, pendampingan penyempurnaan dokumen asesmen, hingga pelaksanaan uji kompetensi secara berkala.
Prof Lu’mu Taris berharap semakin banyak mahasiswa UNM yang memiliki sertifikat kompetensi sebelum menyelesaikan pendidikan.
“Harapannya, sertifikasi ini menjadi nilai tambah bagi lulusan UNM sehingga mereka lebih profesional, memiliki daya saing, dan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Saat ini, LSP UNM didukung oleh berbagai skema sertifikasi, asesor kompetensi, serta Tempat Uji Kompetensi (TUK) sebagai bagian dari upaya universitas memperkuat mutu dan daya saing lulusan.
Dengan penguatan sertifikasi profesi melalui LSP UNM, mahasiswa diharapkan tidak hanya menyandang gelar akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
(GUS)
Berita Terkait
Makassar City
Jurusan Bahasa Inggris FBS UNM Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah
Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM), menggelar workshop pengelolaan jurnal ilmiah untuk memperkuat mutu publikasi akademik, Sabtu (17/10/2026).
Sabtu, 17 Okt 2026 18:58
Makassar City
6 Bakal Calon Daftar Pilrek UNM, Panitia Lakukan Verifikasi Ulang Berkas
Sebanyak enam akademisi telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031. Pendaftaran masih dibuka hingga Jumat (9/10/2026).
Kamis, 08 Okt 2026 14:47
Sulsel
Prof Suwardi Annas Diantar Ketua PWNU Sulsel Daftar Pilrek UNM, Kantongi 30% Dukungan Voters
Dekan FMIPA UNM, Prof Suwardi Annas mantap maju di Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM. Ia resmi menyerahkan berkas pencalonannya ke panitia di Gedung Pinisi UNM pada Rabu (7/10/2026).
Rabu, 07 Okt 2026 14:55
News
HMPS Pendidikan Sosiologi FIS-H UNM Sukses Gelar Sociology Competition Vol. 4
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Sociology Competition Vol. 4 di Kampus UNM Gunung Sari, 24–27 September 2026.
Senin, 28 Sep 2026 17:15
Sulsel
PPGA LP2M UNM Gelar Dialog Interaktif RRI, Dorong Remaja Putri Tekuni Bidang STEM
Pusat Penelitian Gender dan Anak (PPGA), LP2M Universitas Negeri Makassar (UNM), menggelar dialog interaktif radio "STEM HER Network: Media Engagement and STEM Partnership Forum" di RRI Makassar.
Minggu, 20 Sep 2026 12:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Vale Indonesia Pamerkan Produk UMKM Binaan di HUT Sulsel ke-357
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Vale Indonesia Pamerkan Produk UMKM Binaan di HUT Sulsel ke-357