FIKK UNM Dorong Transformasi Gaya Hidup Aktif Berbasis Teman Sebaya

Jum'at, 21 Agu 2026 14:14
FIKK UNM Dorong Transformasi Gaya Hidup Aktif Berbasis Teman Sebaya
Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), mendorong lahirnya budaya hidup aktif di kalangan pelajar melalui pendekatan peer-group atau kelompok teman sebaya.
Comment
Share
MAKASSAR - Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), mendorong lahirnya budaya hidup aktif di kalangan pelajar melalui pendekatan peer-group atau kelompok teman sebaya.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema “Optimalisasi Peran Physical Agent Berbasis Peer-Group untuk Transformasi Gaya Hidup Aktif Siswa SMPN 11 Makassar” yang digelar di SMPN 11 Makassar, Kamis (20/8/2026).

Program ini tidak sekadar memberikan edukasi mengenai aktivitas fisik dan kebugaran jasmani. Tim pengabdian FIKK UNM juga mendorong siswa untuk mengambil peran sebagai physical agent, yakni penggerak yang mampu mengajak, memotivasi, dan memengaruhi teman sebaya untuk menerapkan gaya hidup lebih aktif di lingkungan sekolah.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena perubahan perilaku pada usia remaja tidak hanya dipengaruhi oleh guru maupun lingkungan keluarga, tetapi juga oleh interaksi dan kebiasaan yang terbentuk di antara teman sebaya.

Ketua Tim Pengabdian FIKK UNM, Dra Hasyim, mengatakan keterlibatan siswa secara langsung menjadi salah satu kunci dalam membangun kebiasaan hidup aktif yang berkelanjutan.

“Melalui pendekatan peer-group, siswa dapat saling mengajak dan memotivasi agar lebih aktif bergerak serta menerapkan kebiasaan hidup sehat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Pengabdian FIKK UNM memberikan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik, kebugaran jasmani, serta penerapan gaya hidup aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa juga diarahkan memahami bahwa aktivitas fisik tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk olahraga formal. Kebiasaan sederhana untuk lebih banyak bergerak dan mengurangi perilaku sedentari dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kesehatan.

Konsep physical agent berbasis peer-group kemudian menjadi pendekatan utama agar pesan tentang hidup aktif tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat diteruskan oleh siswa kepada lingkungan pertemanan mereka.

Guru PJOK SMPN 11 Makassar, Muhammad Syafril, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan FIKK UNM tersebut. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah.

“Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan fisik siswa, tetapi juga membangun kesadaran untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan teman sebaya dapat menjadi kekuatan tambahan dalam membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki kesempatan menjadi bagian dari proses perubahan perilaku di antara teman-temannya.

Melalui program PKM tersebut, FIKK UNM berharap physical agent berbasis peer-group dapat terus dikembangkan di SMPN 11 Makassar dan menjadi model pendekatan untuk membangun budaya hidup aktif di lingkungan pendidikan.

Program ini sekaligus memperkuat kontribusi FIKK UNM dalam meningkatkan literasi aktivitas fisik dan kebugaran jasmani generasi muda, dengan menempatkan siswa sebagai bagian penting dari upaya menciptakan sekolah yang lebih aktif, sehat, dan bugar.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru