Dari Biji Kedelai Jadi Peluang Usaha: Upaya UMI Gerakkan Ekonomi Desa Leang-leang
Senin, 17 Agu 2026 09:14
Penyerahan bantuan peralatan produksi dari DPPM Kemdiktisaintek kepada kelompok tani sebagai dukungan terhadap keberlanjutan program. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas kedelai melalui diversifikasi produk olahan berbasis potensi lokal.
Program tersebut diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari Kelompok Tani Siparingerrang, Kelompok Tani Borongpaoe, serta masyarakat setempat. Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Leang-Leang, Syaharuddin, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pengabdian UMI dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui inovasi pengolahan hasil pertanian.
Ketua Tim Pengabdian, Prof Dr Ir Aminah, SP MP menjelaskan bahwa program tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi kedelai, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengolah hasil panen menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
"Melalui diversifikasi produk, kedelai tidak lagi dipasarkan hanya sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai jual lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat," ujarnya.
Pelatihan dilaksanakan melalui demonstrasi langsung mengenai pengolahan biji kedelai hasil sortasi menjadi berbagai produk olahan, mulai dari susu kedelai, stik kedelai dari ampas kedelai, tempe dan kripik tempe.
Selain pelatihan, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan peralatan produksi dari DPPM Kemdiktisaintek kepada Kelompok Tani Siparingerrang dan Kelompok Tani Borongpaoe sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
Tim pengabdian terdiri atas Prof Dr Yusriani, SKM M Kes, Prof Dr Ir St Sabahannur, M Si, dan Dr Ir Marliana, M Si. yang turut memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Melalui program ini diharapkan masyarakat mampu mengembangkan usaha berbasis kedelai secara mandiri sehingga dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui pemanfaatan potensi desa.
Kegiatan yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas kedelai melalui diversifikasi produk olahan berbasis potensi lokal.
Program tersebut diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari Kelompok Tani Siparingerrang, Kelompok Tani Borongpaoe, serta masyarakat setempat. Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Leang-Leang, Syaharuddin, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pengabdian UMI dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui inovasi pengolahan hasil pertanian.
Ketua Tim Pengabdian, Prof Dr Ir Aminah, SP MP menjelaskan bahwa program tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi kedelai, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengolah hasil panen menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
"Melalui diversifikasi produk, kedelai tidak lagi dipasarkan hanya sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai jual lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat," ujarnya.
Pelatihan dilaksanakan melalui demonstrasi langsung mengenai pengolahan biji kedelai hasil sortasi menjadi berbagai produk olahan, mulai dari susu kedelai, stik kedelai dari ampas kedelai, tempe dan kripik tempe.
Selain pelatihan, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan peralatan produksi dari DPPM Kemdiktisaintek kepada Kelompok Tani Siparingerrang dan Kelompok Tani Borongpaoe sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
Tim pengabdian terdiri atas Prof Dr Yusriani, SKM M Kes, Prof Dr Ir St Sabahannur, M Si, dan Dr Ir Marliana, M Si. yang turut memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Melalui program ini diharapkan masyarakat mampu mengembangkan usaha berbasis kedelai secara mandiri sehingga dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui pemanfaatan potensi desa.
(GUS)
Berita Terkait
News
Bangun Kolaborasi, UMI–REI Satukan Kampus dan Industri
Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) memperkuat jembatan antara kampus dan industri melalui kerja sama strategis pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat
Rabu, 07 Okt 2026 13:47
Makassar City
FH UMI Sambut Mahasiswa Baru, Hadirkan Hakim Agung dan Tokoh Nasional
Fakultas Hukum (FH) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Kuliah Umum dan Seminar Kepemimpinan Mahasiswa pada 5–6 Oktober 2026 di Auditorium Al-Jibra, Jalan Urip Sumoharjo KM 5, Makassar.
Senin, 05 Okt 2026 15:37
News
Peminat UMI Capai 16.530, Prof Hambali: Ini Adalah Kepercayaan Besar
Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Muslim Indonesia (UMI) tetap tinggi. Pada penerimaan semester awal Tahun Akademik 2026/2027, sebanyak 16.530 peminat memilih berbagai program studi di UMI.
Sabtu, 03 Okt 2026 10:29
Sulsel
Manusia Purba Sulawesi Konsumsi Pinang Sejak 25.000 Tahun Lalu, Bukti Tertua Zat Psikoaktif
Jejak penggunaan pinang oleh manusia prasejarah ditemukan di Sulawesi Selatan. Penelitian terbaru mengungkap bukti bahwa manusia di kawasan Sulawesi telah mengonsumsi pinang yang mengandung senyawa psikoaktif sekitar 25.000 tahun lalu.
Jum'at, 02 Okt 2026 23:12
News
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI) membuka kegiatan Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Karakter dan Dakwah (UPT PKD) UMI, Rabu (30/9/2026)
Rabu, 30 Sep 2026 14:30
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pelindo Jasa Maritim Siap Aktifkan Kembali Layanan STS di Nipah
2
Pengurus MGMP Pendidikan Pancasila SMA Kota Makassar Resmi Dilantik
3
Puluhan Tahun Menanti, Warga Laonti Sambut Haru Pembangunan Jaringan Listrik
4
Lebih dari 500 Karyawan McDonald's Indonesia Jadi 'Kakak Bimbing' 5.250 Anak Marginal
5
Kualitas Udara Memburuk, Bupati Maros Imbau Warga Pakai Masker
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pelindo Jasa Maritim Siap Aktifkan Kembali Layanan STS di Nipah
2
Pengurus MGMP Pendidikan Pancasila SMA Kota Makassar Resmi Dilantik
3
Puluhan Tahun Menanti, Warga Laonti Sambut Haru Pembangunan Jaringan Listrik
4
Lebih dari 500 Karyawan McDonald's Indonesia Jadi 'Kakak Bimbing' 5.250 Anak Marginal
5
Kualitas Udara Memburuk, Bupati Maros Imbau Warga Pakai Masker