Bupati Kolaka Tegaskan Tak Boleh Ada Premanisme Industrial di Kawasan PSN Pomalaa
Rabu, 05 Agu 2026 19:13
Bupati Kolaka H. Amri menegaskan penyelesaian sengketa yang terjadi di jalur logistik kawasan PSN PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) harus dilakukan melalui jalur hukum dan dialog. Foto/IST
POMALAA - Bupati Kolaka H. Amri menegaskan penyelesaian sengketa yang terjadi di jalur logistik (hauling) kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) harus dilakukan melalui jalur hukum dan dialog, bukan dengan aksi sepihak yang berpotensi memicu konflik.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada praktik intimidasi maupun "premanisme industrial" yang mengganggu iklim investasi di daerah.
Pernyataan itu disampaikan menyusul aksi blokade jalur hauling menggunakan truk roda 10 yang sempat menghambat distribusi operasional di kawasan PT IPIP. Dalam insiden tersebut, aparat kepolisian melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk mencegah bentrokan fisik antarkelompok.
Menurut Amri, persoalan yang melibatkan pengusaha lokal dan korporasi di kawasan lingkar tambang Pomalaa pada dasarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik serta kepastian hukum. Pemerintah Kabupaten Kolaka, kata dia, tidak ingin konflik berkepanjangan mengganggu pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini mencapai 5,96 persen.
"Saya kira ini hanya butuh komunikasi saja. Kita butuh komunikasi yang baik dan terus mendorong agar pengusaha-pengusaha di Kolaka bisa terlibat aktif dengan adanya PSN ini," ujar Amri saat mendampingi kunjungan Komisaris MIND ID yang juga Astamaops Polri Komjen Pol Fadil Imran di kawasan PSN Pomalaa, Senin (4/8/2026).
Amri menegaskan sedikitnya ada tiga hal yang harus menjadi perhatian dalam menyelesaikan dinamika di jalur hauling tersebut.
Pertama, membangun hubungan yang saling menguntungkan antara proyek strategis nasional dan pelaku usaha lokal. Menurutnya, keberadaan PSN harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha di Kolaka.
"Hidup PSN-nya, hidup juga pengusaha-pengusaha yang ada di Kolaka," tegasnya.
Kedua, seluruh pihak harus mengedepankan legalitas formal. Ia menegaskan pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan terus mendorong kepastian hukum. Setiap klaim atas hak lintasan maupun sengketa lahan harus dibuktikan melalui dokumen yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, bukan melalui tindakan intimidasi atau tekanan di lapangan.
Ketiga, penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten agar konflik serupa tidak terus berulang. Menurut Amri, stabilitas keamanan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mempertahankan citra Kolaka sebagai daerah tujuan investasi.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan birokrasi bagi investor yang berinvestasi di Kabupaten Kolaka. Namun, iklim investasi yang kondusif harus dibangun seiring dengan kepatuhan seluruh pelaku usaha terhadap aturan hukum yang berlaku.
Karena itu, Amri mengimbau seluruh pihak yang bersengketa untuk mengedepankan dialog, mediasi, serta menghormati setiap proses dan keputusan hukum demi menjaga stabilitas keamanan dan keberlangsungan investasi di Bumi Wonua Mekongga.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada praktik intimidasi maupun "premanisme industrial" yang mengganggu iklim investasi di daerah.
Pernyataan itu disampaikan menyusul aksi blokade jalur hauling menggunakan truk roda 10 yang sempat menghambat distribusi operasional di kawasan PT IPIP. Dalam insiden tersebut, aparat kepolisian melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk mencegah bentrokan fisik antarkelompok.
Menurut Amri, persoalan yang melibatkan pengusaha lokal dan korporasi di kawasan lingkar tambang Pomalaa pada dasarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik serta kepastian hukum. Pemerintah Kabupaten Kolaka, kata dia, tidak ingin konflik berkepanjangan mengganggu pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini mencapai 5,96 persen.
"Saya kira ini hanya butuh komunikasi saja. Kita butuh komunikasi yang baik dan terus mendorong agar pengusaha-pengusaha di Kolaka bisa terlibat aktif dengan adanya PSN ini," ujar Amri saat mendampingi kunjungan Komisaris MIND ID yang juga Astamaops Polri Komjen Pol Fadil Imran di kawasan PSN Pomalaa, Senin (4/8/2026).
Amri menegaskan sedikitnya ada tiga hal yang harus menjadi perhatian dalam menyelesaikan dinamika di jalur hauling tersebut.
Pertama, membangun hubungan yang saling menguntungkan antara proyek strategis nasional dan pelaku usaha lokal. Menurutnya, keberadaan PSN harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha di Kolaka.
"Hidup PSN-nya, hidup juga pengusaha-pengusaha yang ada di Kolaka," tegasnya.
Kedua, seluruh pihak harus mengedepankan legalitas formal. Ia menegaskan pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan terus mendorong kepastian hukum. Setiap klaim atas hak lintasan maupun sengketa lahan harus dibuktikan melalui dokumen yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, bukan melalui tindakan intimidasi atau tekanan di lapangan.
Ketiga, penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten agar konflik serupa tidak terus berulang. Menurut Amri, stabilitas keamanan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mempertahankan citra Kolaka sebagai daerah tujuan investasi.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan birokrasi bagi investor yang berinvestasi di Kabupaten Kolaka. Namun, iklim investasi yang kondusif harus dibangun seiring dengan kepatuhan seluruh pelaku usaha terhadap aturan hukum yang berlaku.
Karena itu, Amri mengimbau seluruh pihak yang bersengketa untuk mengedepankan dialog, mediasi, serta menghormati setiap proses dan keputusan hukum demi menjaga stabilitas keamanan dan keberlangsungan investasi di Bumi Wonua Mekongga.
(TRI)
Berita Terkait
News
Sinergi PT Vale - TNI Dukung Olahraga & Budaya Lokal Lewat Patonro Run
Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI ini menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya Bugis-Makassar kepada masyarakat luas.
Minggu, 20 Sep 2026 20:33
News
Tak Sekadar Menambang, PT Vale Bangun Generasi Penggerak Hilirisasi di Bumi Nikel
Kabupaten Luwu Timur diproyeksikan mampu bertransformasi untuk menjadi pusat literasi nikel dan pendidikan industri berkelanjutan di Indonesia Timur.
Rabu, 16 Sep 2026 20:39
News
Rahasia Tiga PLTA PT Vale Tetap Andal Pasok Listrik di Tengah Cuaca Ekstrem
PT Vale menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi dan dekarbonisasi industri nasional melalui pengintegrasian pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dengan inovasi rendah karbon.
Rabu, 16 Sep 2026 16:28
News
Menjaga Danau Purba Matano Tetap Lestari di Tengah Denyut Industri Nikel
Lamella Gravity Settler (LGS) dari PT Vale Indonesia merupakan fasilitas yang berperan sebagai unit penampungan sekaligus pengolahan akhir limpasan air tambang.
Rabu, 16 Sep 2026 13:31
News
PT Vale Sabet Dua Gold Awards InTechSEA 2026 lewat Program Pangan dan Kemaritiman
Dua program pemberdayaan masyarakat PT Vale meraih penghargaan emas dalam ajang Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026.
Selasa, 15 Sep 2026 17:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putri Sulung Mantan Rektor UNM Sampaikan Pesan Khusus untuk Prof Hasmyati
2
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
3
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
4
IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur
5
Pemkot Makassar Gandeng Bank Sampah, Tanamkan Budaya Kebersihan di SD dan SMP
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putri Sulung Mantan Rektor UNM Sampaikan Pesan Khusus untuk Prof Hasmyati
2
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
3
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
4
IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur
5
Pemkot Makassar Gandeng Bank Sampah, Tanamkan Budaya Kebersihan di SD dan SMP