PT Vale Sabet Dua Gold Awards InTechSEA 2026 lewat Program Pangan dan Kemaritiman
Selasa, 15 Sep 2026 17:34
Dua program pemberdayaan masyarakat PT Vale Indonesia meraih penghargaan emas dalam ajang Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026. Foto/Istimewa
JAKARTA - Dua program pemberdayaan masyarakat PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”) meraih penghargaan emas dalam ajang Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan untuk program di bidang pangan dan kemaritiman yang dinilai mampu mendorong kemandirian masyarakat sekaligus menjawab tantangan lingkungan secara berkelanjutan.
PT Vale, bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), meraih dua Gold Awards pada Kategori Corporate Social Responsibility (CSR) & Pemberdayaan Masyarakat, masing-masing untuk Bidang Pangan dan Bidang Kemaritiman.
Penghargaan diterima Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Abu Ashar bersama Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale Heriyanto Agung Putra dalam acara penganugerahan InTechSEA Awards 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta.
Gold Award Kategori CSR & Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pangan diberikan atas Program PONDATA: Pengembangan Desa melalui Pendayagunaan Lahan yang Tangguh & Alami. Sementara penghargaan Bidang Kemaritiman diraih melalui Program Restorasi dan Konservasi Kawasan Pesisir dan Hasil Olahan Laut Kecamatan Malili.
Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Abu Ashar mengatakan, dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya perusahaan dalam memastikan kehadiran pertambangan dapat menciptakan nilai yang lebih luas bagi masyarakat.
“Bagi PT Vale, keberhasilan sebuah program tidak berhenti pada pelaksanaannya, tetapi ditentukan oleh sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian, dan menghasilkan manfaat yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi sosial yang relevan dengan karakter dan potensi setiap wilayah,” ujar Abu.
Dorong Kemandirian melalui Program Pangan
Gold Award Bidang Pangan diberikan atas Program PONDATA yang dikembangkan PT Vale untuk memperkuat tata kelola dan membuka akses masyarakat terhadap pengetahuan dalam mengoptimalkan lahan nonproduktif menjadi lahan bernilai ekonomi melalui pemanfaatan komoditas lokal.
Program tersebut menggunakan pendekatan partisipatif, terintegrasi, dan bertahap dengan melibatkan masyarakat serta memperkuat kolaborasi bersama pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.
Hingga saat ini, sebanyak lima hektare lahan kritis telah dimanfaatkan menjadi lahan produktif. Pemanfaatan tersebut antara lain dilakukan melalui penanaman 36.000 pohon nanas dan 200 pohon kelapa genjah.
PONDATA juga mendorong pengembangan lima produk turunan nanas, yakni selai, jus, dodol, manisan, dan keripik. Secara keseluruhan, program ini telah melibatkan 105 penerima manfaat langsung dan 390 penerima manfaat tidak langsung.
Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir
Sementara itu, Gold Award Bidang Kemaritiman diraih melalui Program Restorasi dan Konservasi Kawasan Pesisir dan Hasil Olahan Laut Kecamatan Malili.
Program tersebut berfokus pada peningkatan peran masyarakat dalam merespons dinamika perubahan ekosistem pesisir dan laut. Di saat yang sama, program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan risiko kebencanaan.
Dalam pelaksanaannya, program menerapkan Ecosystem-Based Approach (EBA), yakni pendekatan yang memanfaatkan fungsi dan jasa ekosistem sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan lingkungan di kawasan pesisir dan laut.
Implementasinya mencakup pemanfaatan ekosistem terumbu karang, mangrove, dan lamun untuk mendukung upaya restorasi dan konservasi.
Tak hanya berfokus pada aspek lingkungan, program tersebut juga mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan dan pemanfaatan produk olahan hasil laut. Dengan demikian, perlindungan lingkungan berjalan beriringan dengan penguatan mata pencaharian masyarakat.
Kedua program tersebut mencerminkan pendekatan PT Vale dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal, pemanfaatan potensi wilayah, dan penciptaan kemandirian masyarakat.
Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale Heriyanto Agung Putra mengatakan, dampak sosial yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“Program pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari proses, bukan sekadar sebagai penerima manfaat. Karena itu, kami terus mendorong pendekatan kolaboratif yang mempertemukan pengetahuan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Heriyanto.
Dinilai Juri Lintas Kementerian dan Akademisi
InTechSEA Awards 2026 mengusung tema “Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future”. Ajang tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, akademisi, serta para inovator untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan inovasi yang mampu menjawab tantangan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
Proses penjurian melibatkan juri dari berbagai kementerian, lembaga negara, badan riset, dan kalangan akademisi. Mereka antara lain berasal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek); Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM); Kementerian Pertanian (Kementan); Kementerian Lingkungan Hidup (KLH); Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM); Komisi Nasional Disabilitas (KND); PT Produksi Film Negara (Persero) (PFN); Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); serta akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Keterlibatan juri lintas disiplin tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap inovasi dan program yang diajukan, termasuk dari aspek keberlanjutan, dampak sosial dan lingkungan, inovasi, serta potensi pengembangan dan replikasi program.
Penganugerahan InTechSEA Awards 2026 turut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia; Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. Taruna Ikrar; Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan Irawan Dermayasamin Ibrahim; Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Jamaluddin Jompa; serta Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid, bersama para pemimpin industri dan pemangku kepentingan lainnya.
Penghargaan tahun ini melanjutkan rekam jejak PT Vale pada penyelenggaraan perdana InTechSEA pada 2025. Saat itu, PT Vale meraih Platinum Award melalui inovasi Cocogrow untuk konservasi biodiversitas Dengen, serta Gold Award pada kategori Food, Energy and Water melalui program Woliko Berkesan.
Bagi PT Vale, berbagai pengakuan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat, memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
PT Vale, bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), meraih dua Gold Awards pada Kategori Corporate Social Responsibility (CSR) & Pemberdayaan Masyarakat, masing-masing untuk Bidang Pangan dan Bidang Kemaritiman.
Penghargaan diterima Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Abu Ashar bersama Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale Heriyanto Agung Putra dalam acara penganugerahan InTechSEA Awards 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta.
Gold Award Kategori CSR & Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pangan diberikan atas Program PONDATA: Pengembangan Desa melalui Pendayagunaan Lahan yang Tangguh & Alami. Sementara penghargaan Bidang Kemaritiman diraih melalui Program Restorasi dan Konservasi Kawasan Pesisir dan Hasil Olahan Laut Kecamatan Malili.
Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Abu Ashar mengatakan, dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya perusahaan dalam memastikan kehadiran pertambangan dapat menciptakan nilai yang lebih luas bagi masyarakat.
“Bagi PT Vale, keberhasilan sebuah program tidak berhenti pada pelaksanaannya, tetapi ditentukan oleh sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian, dan menghasilkan manfaat yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi sosial yang relevan dengan karakter dan potensi setiap wilayah,” ujar Abu.
Dorong Kemandirian melalui Program Pangan
Gold Award Bidang Pangan diberikan atas Program PONDATA yang dikembangkan PT Vale untuk memperkuat tata kelola dan membuka akses masyarakat terhadap pengetahuan dalam mengoptimalkan lahan nonproduktif menjadi lahan bernilai ekonomi melalui pemanfaatan komoditas lokal.
Program tersebut menggunakan pendekatan partisipatif, terintegrasi, dan bertahap dengan melibatkan masyarakat serta memperkuat kolaborasi bersama pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.
Hingga saat ini, sebanyak lima hektare lahan kritis telah dimanfaatkan menjadi lahan produktif. Pemanfaatan tersebut antara lain dilakukan melalui penanaman 36.000 pohon nanas dan 200 pohon kelapa genjah.
PONDATA juga mendorong pengembangan lima produk turunan nanas, yakni selai, jus, dodol, manisan, dan keripik. Secara keseluruhan, program ini telah melibatkan 105 penerima manfaat langsung dan 390 penerima manfaat tidak langsung.
Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir
Sementara itu, Gold Award Bidang Kemaritiman diraih melalui Program Restorasi dan Konservasi Kawasan Pesisir dan Hasil Olahan Laut Kecamatan Malili.
Program tersebut berfokus pada peningkatan peran masyarakat dalam merespons dinamika perubahan ekosistem pesisir dan laut. Di saat yang sama, program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan risiko kebencanaan.
Dalam pelaksanaannya, program menerapkan Ecosystem-Based Approach (EBA), yakni pendekatan yang memanfaatkan fungsi dan jasa ekosistem sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan lingkungan di kawasan pesisir dan laut.
Implementasinya mencakup pemanfaatan ekosistem terumbu karang, mangrove, dan lamun untuk mendukung upaya restorasi dan konservasi.
Tak hanya berfokus pada aspek lingkungan, program tersebut juga mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan dan pemanfaatan produk olahan hasil laut. Dengan demikian, perlindungan lingkungan berjalan beriringan dengan penguatan mata pencaharian masyarakat.
Kedua program tersebut mencerminkan pendekatan PT Vale dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal, pemanfaatan potensi wilayah, dan penciptaan kemandirian masyarakat.
Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale Heriyanto Agung Putra mengatakan, dampak sosial yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“Program pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari proses, bukan sekadar sebagai penerima manfaat. Karena itu, kami terus mendorong pendekatan kolaboratif yang mempertemukan pengetahuan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Heriyanto.
Dinilai Juri Lintas Kementerian dan Akademisi
InTechSEA Awards 2026 mengusung tema “Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future”. Ajang tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, akademisi, serta para inovator untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan inovasi yang mampu menjawab tantangan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
Proses penjurian melibatkan juri dari berbagai kementerian, lembaga negara, badan riset, dan kalangan akademisi. Mereka antara lain berasal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek); Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM); Kementerian Pertanian (Kementan); Kementerian Lingkungan Hidup (KLH); Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM); Komisi Nasional Disabilitas (KND); PT Produksi Film Negara (Persero) (PFN); Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); serta akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Keterlibatan juri lintas disiplin tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap inovasi dan program yang diajukan, termasuk dari aspek keberlanjutan, dampak sosial dan lingkungan, inovasi, serta potensi pengembangan dan replikasi program.
Penganugerahan InTechSEA Awards 2026 turut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia; Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. Taruna Ikrar; Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan Irawan Dermayasamin Ibrahim; Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Jamaluddin Jompa; serta Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid, bersama para pemimpin industri dan pemangku kepentingan lainnya.
Penghargaan tahun ini melanjutkan rekam jejak PT Vale pada penyelenggaraan perdana InTechSEA pada 2025. Saat itu, PT Vale meraih Platinum Award melalui inovasi Cocogrow untuk konservasi biodiversitas Dengen, serta Gold Award pada kategori Food, Energy and Water melalui program Woliko Berkesan.
Bagi PT Vale, berbagai pengakuan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat, memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Keluarga Raja Bungku Tegaskan Tak Pernah Beri Izin Pemalangan di Seba-seba
Keluarga ahli waris Raja Bungku terakhir, Raja Abdul Rabbie, memberikan klarifikasi terkait penggunaan nama keluarga kerajaan dalam aksi pemalangan.
Sabtu, 12 Sep 2026 18:14
News
PJM Dorong Kolaborasi & Pemberdayaan Masyarakat Lewat RRI Fest Medan 2026
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat komitmennya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Selasa, 08 Sep 2026 16:46
News
Blokade Akses Hauling PSN Pomalaa, Direktur Keamanan PT TRK Terekam Tantang & Maki Aparat TNI
Dalam peristiwa tersebut, Direktur Keamanan PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK), Muslihuddin Haruna alias Horo, terekam terlibat ketegangan dan adu mulut dengan personel TNI yang bertugas mengamankan kawasan.
Minggu, 06 Sep 2026 17:44
News
Menelisik Jejak Ali Kamri Nawir di Balik Polemik Loeha Raya
Sosok yang dikenal dengan inisial AKN itu disebut memiliki rekam jejak aktivitas organisasi di sejumlah wilayah Sulawesi sebelum kemudian aktif di kawasan Towuti dan Loeha Raya.
Jum'at, 04 Sep 2026 18:14
News
PT Vale Perkuat Mitigasi Karhutla di Seluruh Wilayah Konsesi
Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan di tingkat lokal.
Kamis, 03 Sep 2026 18:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kapal Bawa 60 Kerbau Tujuan Jeneponto Tenggelam di Pangkep
2
Calon Dekan FIP UNM Prof Syawal Dorong Akselerasi Berbasis Kolaborasi
3
Pelindo Regional 4 Perkuat Standar Keamanan Pelabuhan Lewat Sertifikasi PFSO
4
Atasi Antrean BBM, Langkah Gubernur Sulsel Dinilai Efektif dan Adaptif
5
Dirut PLN Pimpin Penguatan Listrik Sulbagsel, Target Seimbang Akhir September
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kapal Bawa 60 Kerbau Tujuan Jeneponto Tenggelam di Pangkep
2
Calon Dekan FIP UNM Prof Syawal Dorong Akselerasi Berbasis Kolaborasi
3
Pelindo Regional 4 Perkuat Standar Keamanan Pelabuhan Lewat Sertifikasi PFSO
4
Atasi Antrean BBM, Langkah Gubernur Sulsel Dinilai Efektif dan Adaptif
5
Dirut PLN Pimpin Penguatan Listrik Sulbagsel, Target Seimbang Akhir September