Menelisik Jejak Ali Kamri Nawir di Balik Polemik Loeha Raya
Jum'at, 04 Sep 2026 18:14
Nama Ali Kamri Nawir mencuat di tengah polemik pengelolaan lahan dan aktivitas perkebunan di kawasan Loeha Raya, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto/Istimewa
SOROWAKO - Sosok Ali Kamri Nawir (AKN), salah satu tokoh kunci dalam Asosiasi Petani Lada (APL) Loeha Raya, kini menjadi sorotan publik terkait dugaan aktivitas perambahan dan penggunaan lahan hutan lindung secara tidak sah di wilayah Sulawesi.
Pria lulusan Universitas Tomakaka Mamuju ini diketahui memiliki rekam jejak aktivitas lintas daerah, mulai dari Ranteangin di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, hingga kawasan Towuti dan Loeha Raya di Sulawesi Selatan.
Selain aktif di APL Loeha Raya, Ali Kamri juga tercatat pernah terlibat dalam beberapa organisasi swadaya masyarakat, seperti Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) Sulawesi Barat dan LSM Peduli Bangsa.
Sejumlah pihak menilai keterlibatan Ali Kamri dalam organisasi pengawasan korupsi dan kemasyarakatan tersebut diduga sebagai bagian dari upaya membangun citra atau berlindung dari proses hukum. Langkah ini disinyalir dimanfaatkan untuk menekan aparat penegak hukum yang beroperasi di lapangan.
Di kawasan Loeha Raya, aktivitas APL Loeha Raya di bawah kepemimpinannya disinyalir memanfaatkan isu komoditas lada dan pembelaan terhadap ruang hidup petani lokal. Namun, tuduhan lain menyebutkan bahwa narasi pertahanan hak petani tersebut digunakan untuk melegitimasi pembukaan dan pendudukan lahan hutan negara skala luas.
Terkait tuduhan yang menyebut aparat penegak hukum menerima suap, sebagian kalangan menganggap pernyataan tersebut sebagai bentuk pengalihan isu atas dugaan kegiatan penanaman lada ilegal yang sudah berlangsung lama. Pengakuan mengenai aktivitas di kawasan hutan lindung yang telah berjalan berpuluh-puluh tahun tersebut kini justru menjadi landasan indikasi adanya dugaan pelanggaran hukum kehutanan yang terorganisasi.
Selain isu perambahan lahan, kelompok yang dikaitkan dengan Ali Kamri juga disinyalir terlibat dalam aksi penolakan dan pengintimidasi terhadap tim patroli resmi dari Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sulawesi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ali Kamri Nawir maupun perwakilan APL Loeha Raya belum memberikan konfirmasi atau tanggapan resmi terkait berbagai tuduhan perambahan hutan lindung dan dugaan pelanggaran hukum tersebut.
Pria lulusan Universitas Tomakaka Mamuju ini diketahui memiliki rekam jejak aktivitas lintas daerah, mulai dari Ranteangin di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, hingga kawasan Towuti dan Loeha Raya di Sulawesi Selatan.
Selain aktif di APL Loeha Raya, Ali Kamri juga tercatat pernah terlibat dalam beberapa organisasi swadaya masyarakat, seperti Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) Sulawesi Barat dan LSM Peduli Bangsa.
Sejumlah pihak menilai keterlibatan Ali Kamri dalam organisasi pengawasan korupsi dan kemasyarakatan tersebut diduga sebagai bagian dari upaya membangun citra atau berlindung dari proses hukum. Langkah ini disinyalir dimanfaatkan untuk menekan aparat penegak hukum yang beroperasi di lapangan.
Di kawasan Loeha Raya, aktivitas APL Loeha Raya di bawah kepemimpinannya disinyalir memanfaatkan isu komoditas lada dan pembelaan terhadap ruang hidup petani lokal. Namun, tuduhan lain menyebutkan bahwa narasi pertahanan hak petani tersebut digunakan untuk melegitimasi pembukaan dan pendudukan lahan hutan negara skala luas.
Terkait tuduhan yang menyebut aparat penegak hukum menerima suap, sebagian kalangan menganggap pernyataan tersebut sebagai bentuk pengalihan isu atas dugaan kegiatan penanaman lada ilegal yang sudah berlangsung lama. Pengakuan mengenai aktivitas di kawasan hutan lindung yang telah berjalan berpuluh-puluh tahun tersebut kini justru menjadi landasan indikasi adanya dugaan pelanggaran hukum kehutanan yang terorganisasi.
Selain isu perambahan lahan, kelompok yang dikaitkan dengan Ali Kamri juga disinyalir terlibat dalam aksi penolakan dan pengintimidasi terhadap tim patroli resmi dari Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sulawesi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ali Kamri Nawir maupun perwakilan APL Loeha Raya belum memberikan konfirmasi atau tanggapan resmi terkait berbagai tuduhan perambahan hutan lindung dan dugaan pelanggaran hukum tersebut.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Vale Perluas Akses Pasar UMKM Lokal Lewat Rumah Oleh-Oleh Telaloa
PT Vale Indonesia melakukan peresmian Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Luwu Timur untuk mendukung UMKM lokal tumbuh dan berkembang.
Senin, 05 Okt 2026 17:44
News
Bukaan Lahan Tanamalia Melonjak 218 Persen, Satgas Karhutla Perketat Patroli
Luas bukaan lahan di kawasan hutan Loeha Raya-Tanamalia, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), melonjak 218 persen selama musim kemarau Juni–September 2026.
Jum'at, 02 Okt 2026 17:16
Ekbis
Vale Indonesia Raih Platinum dan Dua Gold Award ICA–ISDA 2026
Tiga program pemberdayaan masyarakat PT Vale Indonesia Tbk mendapat pengakuan dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.
Rabu, 30 Sep 2026 12:36
Ekbis
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Sulawesi ke Kriyanusa 2026
Sedikitnya 37 jenis produk UMKM binaan PT Vale dari Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi hadir dalam pameran yang berlangsung di JCC, Jakarta, 26–30 September 2026.
Minggu, 27 Sep 2026 17:14
News
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran
PT Vale memulai pembangunan Fire Shelter permanen pertama di wilayah tersebut untuk mempercepat respons keadaan darurat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Sabtu, 26 Sep 2026 16:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Darmawangsyah Muin Terpilih Ketua HKTI Gowa, Didampingi LBK dan Idris Rate
3
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
4
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
5
Penikaman di Pantai Seta-seta Tewaskan Satu Warga, Polisi Amankan Terduga Pelaku
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Darmawangsyah Muin Terpilih Ketua HKTI Gowa, Didampingi LBK dan Idris Rate
3
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
4
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
5
Penikaman di Pantai Seta-seta Tewaskan Satu Warga, Polisi Amankan Terduga Pelaku