Pertamina Olah Limbah Plastik Segel Tangki Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Jum'at, 04 Sep 2026 19:32
Pertamina Olah Limbah Plastik Segel Tangki Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Limbah plastik segel tangki dari kegiatan operasional Pertamina Integrated Terminal (IT) Makassar tidak lagi sekadar menjadi buangan tapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Limbah plastik segel tangki dari kegiatan operasional Pertamina Integrated Terminal (IT) Makassar tidak lagi sekadar menjadi buangan. Melalui kolaborasi dengan kelompok pemuda dan masyarakat, limbah tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai guna dan ekonomi, mulai dari tempat sampah hingga furniture.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui IT Makassar menggandeng kelompok pemuda yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, di antaranya Bio Urban dan Payabo.Id, untuk mengembangkan pemanfaatan limbah plastik segel tangki.

Setiap bulan, kegiatan operasional IT Makassar menghasilkan sekitar 143,5 kilogram limbah plastik segel tangki. Limbah tersebut dikumpulkan untuk kemudian melalui proses pencacahan dan pengembangan produk bersama kelompok masyarakat yang terlibat.

Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah secara mandiri di Kota Makassar, terutama di tengah kebijakan pengelolaan sampah dan kondisi penutupan TPA Antang.

Salah satu produk yang telah dihasilkan adalah tempat sampah dengan desain bernuansa kuning dan biru. Produk tersebut ditempatkan di sejumlah titik di Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, termasuk di area Kodaeral VI yang menjadi salah satu lokasi pencacahan limbah segel.

Tempat sampah hasil olahan limbah plastik segel juga dimanfaatkan di sejumlah titik di area IT Makassar. Selain memiliki fungsi praktis, produk tersebut menjadi media edukasi bagi pekerja dan tamu mengenai pentingnya pengelolaan limbah serta potensi pemanfaatan kembali limbah dari kegiatan industri.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan inovasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat dilakukan melalui kolaborasi sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional tidak selalu berakhir sebagai sesuatu yang tidak bernilai. Dengan inovasi dan kolaborasi bersama masyarakat, limbah plastik segel ini dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi, nilai estetika, sekaligus memberikan manfaat ekonomi,” ujar Lilik.

Menurut Lilik, keterlibatan kelompok pemuda dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pengelolaan lingkungan.

“Kolaborasi dengan Bio Urban, Payabo.Id, dan masyarakat Kelurahan Tamalabba menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Kami berharap inovasi ini tidak berhenti pada produk yang dihasilkan, tetapi juga dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan limbah merupakan tanggung jawab bersama,” lanjutnya.

Program pemanfaatan limbah plastik segel tangki tersebut juga mendukung komitmen Pertamina terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan perkotaan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Inisiatif ini juga sejalan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan kembali limbah dan pengurangan limbah yang berakhir sebagai buangan. Sementara keterlibatan kelompok pemuda dan masyarakat dalam pengembangan produk turut mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui penciptaan nilai ekonomi dari pengelolaan limbah.

Ke depan, Pertamina IT Makassar akan terus mengembangkan inovasi pengelolaan limbah non-B3 dan memperluas kolaborasi dengan masyarakat serta pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya model pengelolaan limbah yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan dan peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru