Pertamina Olah Limbah Plastik Segel Tangki Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Sabtu, 05 Sep 2026 09:02
Limbah plastik segel tangki dari kegiatan operasional Pertamina Integrated Terminal (IT) Makassar tidak lagi sekadar menjadi buangan tapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Limbah plastik segel tangki dari kegiatan operasional Pertamina Integrated Terminal (IT) Makassar tidak lagi sekadar menjadi buangan. Melalui kolaborasi dengan kelompok pemuda dan masyarakat, limbah tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai guna dan ekonomi, mulai dari tempat sampah hingga furniture.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui IT Makassar menggandeng kelompok pemuda yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, di antaranya Bio Urban dan Payabo.Id, untuk mengembangkan pemanfaatan limbah plastik segel tangki.
Setiap bulan, kegiatan operasional IT Makassar menghasilkan sekitar 143,5 kilogram limbah plastik segel tangki. Limbah tersebut dikumpulkan untuk kemudian melalui proses pencacahan dan pengembangan produk bersama kelompok masyarakat yang terlibat.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah secara mandiri di Kota Makassar, terutama di tengah kebijakan pengelolaan sampah dan kondisi penutupan TPA Antang.
Salah satu produk yang telah dihasilkan adalah tempat sampah dengan desain bernuansa kuning dan biru. Produk tersebut ditempatkan di sejumlah titik di Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, termasuk di area Kodaeral VI yang menjadi salah satu lokasi pencacahan limbah segel.
Tempat sampah hasil olahan limbah plastik segel juga dimanfaatkan di sejumlah titik di area IT Makassar. Selain memiliki fungsi praktis, produk tersebut menjadi media edukasi bagi pekerja dan tamu mengenai pentingnya pengelolaan limbah serta potensi pemanfaatan kembali limbah dari kegiatan industri.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan inovasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat dilakukan melalui kolaborasi sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional tidak selalu berakhir sebagai sesuatu yang tidak bernilai. Dengan inovasi dan kolaborasi bersama masyarakat, limbah plastik segel ini dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi, nilai estetika, sekaligus memberikan manfaat ekonomi,” ujar Lilik.
Menurut Lilik, keterlibatan kelompok pemuda dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pengelolaan lingkungan.
“Kolaborasi dengan Bio Urban, Payabo.Id, dan masyarakat Kelurahan Tamalabba menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Kami berharap inovasi ini tidak berhenti pada produk yang dihasilkan, tetapi juga dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan limbah merupakan tanggung jawab bersama,” lanjutnya.
Program pemanfaatan limbah plastik segel tangki tersebut juga mendukung komitmen Pertamina terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan perkotaan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Inisiatif ini juga sejalan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan kembali limbah dan pengurangan limbah yang berakhir sebagai buangan. Sementara keterlibatan kelompok pemuda dan masyarakat dalam pengembangan produk turut mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui penciptaan nilai ekonomi dari pengelolaan limbah.
Ke depan, Pertamina IT Makassar akan terus mengembangkan inovasi pengelolaan limbah non-B3 dan memperluas kolaborasi dengan masyarakat serta pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya model pengelolaan limbah yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan dan peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui IT Makassar menggandeng kelompok pemuda yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, di antaranya Bio Urban dan Payabo.Id, untuk mengembangkan pemanfaatan limbah plastik segel tangki.
Setiap bulan, kegiatan operasional IT Makassar menghasilkan sekitar 143,5 kilogram limbah plastik segel tangki. Limbah tersebut dikumpulkan untuk kemudian melalui proses pencacahan dan pengembangan produk bersama kelompok masyarakat yang terlibat.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah secara mandiri di Kota Makassar, terutama di tengah kebijakan pengelolaan sampah dan kondisi penutupan TPA Antang.
Salah satu produk yang telah dihasilkan adalah tempat sampah dengan desain bernuansa kuning dan biru. Produk tersebut ditempatkan di sejumlah titik di Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, termasuk di area Kodaeral VI yang menjadi salah satu lokasi pencacahan limbah segel.
Tempat sampah hasil olahan limbah plastik segel juga dimanfaatkan di sejumlah titik di area IT Makassar. Selain memiliki fungsi praktis, produk tersebut menjadi media edukasi bagi pekerja dan tamu mengenai pentingnya pengelolaan limbah serta potensi pemanfaatan kembali limbah dari kegiatan industri.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan inovasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat dilakukan melalui kolaborasi sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional tidak selalu berakhir sebagai sesuatu yang tidak bernilai. Dengan inovasi dan kolaborasi bersama masyarakat, limbah plastik segel ini dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi, nilai estetika, sekaligus memberikan manfaat ekonomi,” ujar Lilik.
Menurut Lilik, keterlibatan kelompok pemuda dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pengelolaan lingkungan.
“Kolaborasi dengan Bio Urban, Payabo.Id, dan masyarakat Kelurahan Tamalabba menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Kami berharap inovasi ini tidak berhenti pada produk yang dihasilkan, tetapi juga dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan limbah merupakan tanggung jawab bersama,” lanjutnya.
Program pemanfaatan limbah plastik segel tangki tersebut juga mendukung komitmen Pertamina terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan perkotaan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Inisiatif ini juga sejalan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan kembali limbah dan pengurangan limbah yang berakhir sebagai buangan. Sementara keterlibatan kelompok pemuda dan masyarakat dalam pengembangan produk turut mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui penciptaan nilai ekonomi dari pengelolaan limbah.
Ke depan, Pertamina IT Makassar akan terus mengembangkan inovasi pengelolaan limbah non-B3 dan memperluas kolaborasi dengan masyarakat serta pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya model pengelolaan limbah yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan dan peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pertamina Sulawesi Perkuat Standar Keselamatan SPBE & Bengkel LPG
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman pengelola fasilitas mengenai standar teknis, prosedur operasional, dan persyaratan keselamatan.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:08
News
Gandeng Rappo, Mal Ratu Indah Sulap Limbah Tutup Botol Plastik Menjadi Furnitur
Limbah tutup botol plastik dari tenant makanan dan minuman di Mal Ratu Indah, Makassar, akan diolah menjadi furnitur yang dapat dimanfaatkan pengunjung.1¹
Jum'at, 23 Okt 2026 23:55
News
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyalurkan bantuan delapan paket kasur dan perlengkapan tidur bagi 40 jiwa dari delapan kepala keluarga (KK) di wilayah Batar, Distrik Nuwakot, Nepal.
Rabu, 21 Okt 2026 08:42
News
Pertamina Perkuat Kompetensi Admin Agen LPG 3 Kg di Sulawesi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Hiswana Migas menggelar pelatihan peningkatan kompetensi bagi admin agen LPG 3 kg di Parepare, Sulawesi Selatan.
Selasa, 20 Okt 2026 16:37
News
Pertamina Perkuat Konservasi Kebun Raya Pucak, Cegah Karhutla & Kembangkan Auksin Alami
Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin memperkuat upaya pelestarian Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, melalui edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Minggu, 18 Okt 2026 19:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Land Cruiser FJ Debut di Indonesia Timur, Kalla Toyota Buka Prospek
2
125 Mahasiswa Profesi Ners dan Kedokteran Gigi UMI Ikuti Pencerahan Qalbu
3
Gandeng Rappo, Mal Ratu Indah Sulap Limbah Tutup Botol Plastik Menjadi Furnitur
4
Golkar Sulsel Gelar Pelantikan dan Pesta Rakyat, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
5
Identitas Terduga Pelaku Tabrak Lari di Poros Malino Gowa Terungkap, Polisi Sudah Amankan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Land Cruiser FJ Debut di Indonesia Timur, Kalla Toyota Buka Prospek
2
125 Mahasiswa Profesi Ners dan Kedokteran Gigi UMI Ikuti Pencerahan Qalbu
3
Gandeng Rappo, Mal Ratu Indah Sulap Limbah Tutup Botol Plastik Menjadi Furnitur
4
Golkar Sulsel Gelar Pelantikan dan Pesta Rakyat, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
5
Identitas Terduga Pelaku Tabrak Lari di Poros Malino Gowa Terungkap, Polisi Sudah Amankan