Hadapi Lonjakan Permintaan, Pertamina Optimalkan Distribusi BBM di Sulsel
Selasa, 01 Sep 2026 18:43
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan BBM hingga 15 persen dari kondisi normal ke sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan BBM hingga 15 persen dari kondisi normal ke sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan untuk menjaga ketersediaan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Optimalisasi distribusi dilakukan menyusul dinamika penyaluran BBM yang terjadi di sejumlah wilayah, terutama Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Maros, Bone, Wajo, dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan peningkatan kebutuhan BBM antara lain dipengaruhi aktivitas angkutan logistik serta periode panen dan tanam di sejumlah daerah. Perbedaan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi juga turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat.
“Dinamika yang terjadi di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan merupakan akibat dari peningkatan permintaan BBM. Saat ini kebutuhan meningkat, antara lain karena aktivitas angkutan logistik serta periode panen dan tanam di sejumlah wilayah. Disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi juga turut memengaruhi pergeseran pola konsumsi masyarakat,” ujar Lilik.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina melakukan sejumlah penyesuaian operasional. Langkah yang ditempuh meliputi pengoperasian titik suplai atau depot lebih awal, penambahan jam operasional, meminta SPBU beroperasi lebih awal, serta menambah pasokan hingga 15 persen dari kondisi normal.
Pertamina juga menambah mobil tangki perbantuan atau spot charter untuk mendukung penyaluran ke SPBU yang memiliki kebutuhan tinggi.
“Dari sisi operasional, kami terus menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi di lapangan. Penambahan suplai hingga 15%, pengoperasian depot dan SPBU lebih awal, serta penambahan mobil tangki perbantuan atau spot charter terus dilakukan untuk mendukung ketersediaan BBM di SPBU yang memiliki kebutuhan tinggi,” jelas Lilik.
Selain memperkuat pasokan, Pertamina mengatur pelayanan di sejumlah SPBU untuk mengurai antrean dan menjaga ketertiban. Petugas marshal dikerahkan untuk membantu mengatur kendaraan, memberikan informasi mengenai alternatif SPBU terdekat, serta memastikan pelayanan berjalan lebih tertib.
Di sisi lain, pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi juga diperketat. Pertamina melakukan evaluasi terhadap pola transaksi dan kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian berulang atau tidak wajar.
Hingga saat ini, sebanyak 4.767 nomor polisi kendaraan telah diblokir sebagai bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan BBM subsidi.
“Pengawasan juga terus kami perkuat. Kami melakukan evaluasi terhadap nomor polisi yang terindikasi melakukan pembelian berulang atau tidak wajar, termasuk melakukan pemblokiran. Kami juga telah memasang pengumuman larangan pengisian bagi kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan di sejumlah SPBU,” tambah Lilik.
Pertamina juga telah melakukan pembinaan terhadap 110 SPBU untuk memastikan pengelolaan dan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan. Dari hasil evaluasi, sebanyak 63 SPBU dikenai sanksi berupa penghentian sementara penyaluran selama kurun waktu tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Pertamina turut menyediakan opsi penggunaan BBM jenis JBU sebagai produk substitusi, khususnya bagi konsumen yang membutuhkan bahan bakar dengan spesifikasi sesuai kendaraannya.
Lilik mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar pelayanan dapat berlangsung lebih tertib serta kebutuhan masyarakat lainnya tetap terpenuhi.
“Kami terus melakukan evaluasi secara berkala dan mengambil langkah yang diperlukan berdasarkan kondisi di lapangan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar pelayanan dapat berlangsung lebih tertib dan kebutuhan masyarakat lainnya tetap dapat terpenuhi,” tutur Lilik.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, serta pemangku kepentingan terkait untuk menjaga kelancaran distribusi dan pelayanan BBM di Sulawesi Selatan.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan BBM dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Optimalisasi distribusi dilakukan menyusul dinamika penyaluran BBM yang terjadi di sejumlah wilayah, terutama Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Maros, Bone, Wajo, dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan peningkatan kebutuhan BBM antara lain dipengaruhi aktivitas angkutan logistik serta periode panen dan tanam di sejumlah daerah. Perbedaan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi juga turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat.
“Dinamika yang terjadi di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan merupakan akibat dari peningkatan permintaan BBM. Saat ini kebutuhan meningkat, antara lain karena aktivitas angkutan logistik serta periode panen dan tanam di sejumlah wilayah. Disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi juga turut memengaruhi pergeseran pola konsumsi masyarakat,” ujar Lilik.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina melakukan sejumlah penyesuaian operasional. Langkah yang ditempuh meliputi pengoperasian titik suplai atau depot lebih awal, penambahan jam operasional, meminta SPBU beroperasi lebih awal, serta menambah pasokan hingga 15 persen dari kondisi normal.
Pertamina juga menambah mobil tangki perbantuan atau spot charter untuk mendukung penyaluran ke SPBU yang memiliki kebutuhan tinggi.
“Dari sisi operasional, kami terus menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi di lapangan. Penambahan suplai hingga 15%, pengoperasian depot dan SPBU lebih awal, serta penambahan mobil tangki perbantuan atau spot charter terus dilakukan untuk mendukung ketersediaan BBM di SPBU yang memiliki kebutuhan tinggi,” jelas Lilik.
Selain memperkuat pasokan, Pertamina mengatur pelayanan di sejumlah SPBU untuk mengurai antrean dan menjaga ketertiban. Petugas marshal dikerahkan untuk membantu mengatur kendaraan, memberikan informasi mengenai alternatif SPBU terdekat, serta memastikan pelayanan berjalan lebih tertib.
Di sisi lain, pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi juga diperketat. Pertamina melakukan evaluasi terhadap pola transaksi dan kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian berulang atau tidak wajar.
Hingga saat ini, sebanyak 4.767 nomor polisi kendaraan telah diblokir sebagai bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan BBM subsidi.
“Pengawasan juga terus kami perkuat. Kami melakukan evaluasi terhadap nomor polisi yang terindikasi melakukan pembelian berulang atau tidak wajar, termasuk melakukan pemblokiran. Kami juga telah memasang pengumuman larangan pengisian bagi kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan di sejumlah SPBU,” tambah Lilik.
Pertamina juga telah melakukan pembinaan terhadap 110 SPBU untuk memastikan pengelolaan dan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan. Dari hasil evaluasi, sebanyak 63 SPBU dikenai sanksi berupa penghentian sementara penyaluran selama kurun waktu tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Pertamina turut menyediakan opsi penggunaan BBM jenis JBU sebagai produk substitusi, khususnya bagi konsumen yang membutuhkan bahan bakar dengan spesifikasi sesuai kendaraannya.
Lilik mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar pelayanan dapat berlangsung lebih tertib serta kebutuhan masyarakat lainnya tetap terpenuhi.
“Kami terus melakukan evaluasi secara berkala dan mengambil langkah yang diperlukan berdasarkan kondisi di lapangan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar pelayanan dapat berlangsung lebih tertib dan kebutuhan masyarakat lainnya tetap dapat terpenuhi,” tutur Lilik.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, serta pemangku kepentingan terkait untuk menjaga kelancaran distribusi dan pelayanan BBM di Sulawesi Selatan.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan BBM dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pertamina Perkuat Konservasi Kebun Raya Pucak, Cegah Karhutla & Kembangkan Auksin Alami
Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin memperkuat upaya pelestarian Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, melalui edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Minggu, 18 Okt 2026 19:01
News
Pertamina Pastikan Isu Ganjil-Genap Pertalite di Makassar Tidak Benar
Informasi mengenai pemberlakuan sistem ganjil-genap untuk pembelian Pertalite di sejumlah SPBU di Makassar pada 16–23 Oktober 2026 dipastikan tidak benar.
Jum'at, 16 Okt 2026 14:12
Ekbis
Pertamina Bantu Kandora Coffee Perluas Pasar Kopi Toraja ke Mancanegara
Bagi Kandora Coffee, TEI 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter kopi Toraja secara langsung kepada calon pembeli sekaligus memahami kebutuhan pasar internasional.
Rabu, 14 Okt 2026 20:31
News
Sinergi Pertamina, Kementerian ESDM & Pemprov Sulsel Jaga Pasokan BBM
Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pertamina Patra Niaga memperkuat koordinasi untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan.
Rabu, 14 Okt 2026 18:24
News
Pemkot Makassar-Pertamina Rumuskan Skema Baru Distribusi BBM Subsidi
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Pertamina dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) merumuskan skema baru penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Rabu, 14 Okt 2026 10:40
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Vale Indonesia Pamerkan Produk UMKM Binaan di HUT Sulsel ke-357
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Vale Indonesia Pamerkan Produk UMKM Binaan di HUT Sulsel ke-357