Haul 20 Tahun Pendiri NU Sulsel Puang Ramma, 2.000 Jemaah Bakal Hadir
Jum'at, 04 Sep 2026 17:36
Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy, Syekh Sayyid A. Rahim Assegaf Puang Makka, bersama panitia menyampaikan rencana kegiatan Haul ke-20 pendiri NU Sulsel, Puang Ramma. Foto/IST
MAKASSAR - Sekitar 2.000 jemaah diperkirakan bakal menghadiri Haul ke-20 KHS Syekh Sayyid Jamaluddin Assegaf Puang Ramma di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Ahad, 6 September 2026. Haul tersebut digelar di Jalan Baji Bicara dan diagendakan berlangsung mulai pagi hingga menjelang siang.
Puang Ramma dikenal sebagai Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy pada masanya. Ia juga merupakan salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan.
Ketua Panitia Haul, Capt. Suparman, mengatakan haul tahun ini bukan sekadar agenda rutin. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan dakwah Puang Ramma.
“Haul yang ke-20 ini bukan hanya rutinitas tahunan semata. Ini momentum untuk mengenang perjuangan, dakwah, dan cara beliau membimbing umat,” ujar Suparman saat konferensi pers di Makassar, Jumat (4/9/2026).
Haul tahun ini dinilai lebih istimewa karena bertepatan dengan bulan Maulid. Lokasi puncak haul juga berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya, haul digelar di gedung. Tahun ini, kegiatan dipusatkan di Baji Bicara atas petunjuk Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy, Syekh Sayyid A. Rahim Assegaf Puang Makka.
Selain puncak haul, panitia juga menyiapkan Ziarah Kubro. Kegiatan ini berlangsung di kompleks pemakaman Tambua, Maros. Ziarah Kubro digelar selama tiga hari. Pelaksanaannya berlangsung pada 6 hingga 8 September 2026.
Kegiatan tersebut akan dipandu para khalifah Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf. Panitia setempat juga akan turut membantu pelaksanaan ziarah. Adapun jemaah yang hadir berasal dari berbagai daerah. Selain Sulawesi Selatan, sejumlah jemaah dari luar daerah telah mengonfirmasi kehadiran. Mereka antara lain berasal dari Pasuruan, Surabaya, dan Jakarta.
Panitia telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi kepadatan jemaah. Koordinasi dilakukan bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan. Panitia juga melibatkan tokoh masyarakat setempat. Pengaturan lalu lintas dan lokasi parkir menjadi salah satu perhatian utama.
Suparman mengimbau jemaah mengikuti arahan petugas selama kegiatan. Ia juga meminta jemaah menjaga ketertiban dan kebersihan.
Sementara itu, Syekh Sayyid A. Rahim Assegaf Puang Makka menjelaskan makna haul. Menurutnya, haul merupakan momentum untuk mengenang wafatnya seseorang. “Haul itu mengenang hari wafatnya seseorang,” kata Puang Makka.
Bagi Puang Makka, Puang Ramma bukan hanya ayahanda. Ia juga merupakan guru sekaligus mursyid yang membimbingnya.
Peringatan haul ke-20 ini menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan dan dakwah Puang Ramma. Keteladanan tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Puang Ramma dikenal sebagai Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy pada masanya. Ia juga merupakan salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan.
Ketua Panitia Haul, Capt. Suparman, mengatakan haul tahun ini bukan sekadar agenda rutin. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan dakwah Puang Ramma.
“Haul yang ke-20 ini bukan hanya rutinitas tahunan semata. Ini momentum untuk mengenang perjuangan, dakwah, dan cara beliau membimbing umat,” ujar Suparman saat konferensi pers di Makassar, Jumat (4/9/2026).
Haul tahun ini dinilai lebih istimewa karena bertepatan dengan bulan Maulid. Lokasi puncak haul juga berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya, haul digelar di gedung. Tahun ini, kegiatan dipusatkan di Baji Bicara atas petunjuk Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy, Syekh Sayyid A. Rahim Assegaf Puang Makka.
Selain puncak haul, panitia juga menyiapkan Ziarah Kubro. Kegiatan ini berlangsung di kompleks pemakaman Tambua, Maros. Ziarah Kubro digelar selama tiga hari. Pelaksanaannya berlangsung pada 6 hingga 8 September 2026.
Kegiatan tersebut akan dipandu para khalifah Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf. Panitia setempat juga akan turut membantu pelaksanaan ziarah. Adapun jemaah yang hadir berasal dari berbagai daerah. Selain Sulawesi Selatan, sejumlah jemaah dari luar daerah telah mengonfirmasi kehadiran. Mereka antara lain berasal dari Pasuruan, Surabaya, dan Jakarta.
Panitia telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi kepadatan jemaah. Koordinasi dilakukan bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan. Panitia juga melibatkan tokoh masyarakat setempat. Pengaturan lalu lintas dan lokasi parkir menjadi salah satu perhatian utama.
Suparman mengimbau jemaah mengikuti arahan petugas selama kegiatan. Ia juga meminta jemaah menjaga ketertiban dan kebersihan.
Sementara itu, Syekh Sayyid A. Rahim Assegaf Puang Makka menjelaskan makna haul. Menurutnya, haul merupakan momentum untuk mengenang wafatnya seseorang. “Haul itu mengenang hari wafatnya seseorang,” kata Puang Makka.
Bagi Puang Makka, Puang Ramma bukan hanya ayahanda. Ia juga merupakan guru sekaligus mursyid yang membimbingnya.
Peringatan haul ke-20 ini menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan dan dakwah Puang Ramma. Keteladanan tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
(TRI)
Berita Terkait
News
Haul ke-20 Puang Ramma, Kisah Sang Mursyid Dikemas dalam Manakib dan Novel
Tak hanya buku tentang Puang Ramma, rangkaian haul juga akan menjadi momentum peluncuran sejumlah karya yang berkaitan dengan Syekh Yusuf Al-Makassary.
Jum'at, 04 Sep 2026 20:36
News
Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Idrus Marham: Duet Ideal untuk Masa Depan NU
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031.
Senin, 31 Agu 2026 16:46
News
Idrus Marham Luncurkan Buku “Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban” di Jakarta
Buku berjudul Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban karya Idrus Marham akan diluncurkan dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Novotel, Jakarta, Senin (24/08/2026) hari ini.
Minggu, 23 Agu 2026 20:27
News
Gus Zaki: Muktamar NU Harus Berdaulat, Tolak Politik Paket
Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah KH Ahmad Zaki Fuad alias Gus Zaki mengingatkan agar pencalonan Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 tidak dikunci melalui paket-paket kepemimpinan.
Rabu, 19 Agu 2026 19:38
News
Songkok Guru untuk Gus Rozin, Simbol Penghormatan & Persaudaraan Ulama
Songkok Guru bukan sekadar penutup kepala khas Sulawesi Selatan. Bagi masyarakat setempat, songkok tersebut merepresentasikan identitas, kehormatan, dan tradisi keulamaan.
Minggu, 09 Agu 2026 21:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Vale Indonesia Pamerkan Produk UMKM Binaan di HUT Sulsel ke-357
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Vale Indonesia Pamerkan Produk UMKM Binaan di HUT Sulsel ke-357