Idrus Marham Luncurkan Buku “Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban” di Jakarta
Minggu, 23 Agu 2026 20:27
Kolase foto Idrus Marham dan undangan bedah bukunya. Foto: Istimewa
JAKARTA - Buku berjudul Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban karya Idrus Marham akan diluncurkan dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Novotel, Jakarta, Senin (24/08/2026) besok.
Kegiatan launching buku tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai. Acara ini digelar oleh Laskar Ansor bersama Bina Ruhani Nusantara.
Berdasarkan undangan kegiatan, rangkaian acara diawali dengan registrasi dan salat Magrib pada pukul 18.00-18.30 WIB. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan makan malam pada pukul 18.30-19.00 WIB.
Memasuki pukul 19.00 WIB, kegiatan utama berupa launching buku Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban karya Idrus Marham akan dimulai.
Buku tersebut mengangkat refleksi mengenai peran strategis Nahdlatul Ulama dalam menjawab tantangan zaman, merawat peradaban, serta meneguhkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin bagi masa depan bangsa dan umat manusia.
Idrus Marham mengatakan, buku Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban lahir dari kegelisahan sekaligus refleksi terhadap tantangan yang dihadapi umat, bangsa, dan peradaban di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat.
Menurutnya, Nahdlatul Ulama tidak hanya memiliki sejarah panjang dalam menjaga kehidupan keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar untuk terus memberikan jawaban terhadap berbagai persoalan peradaban.
“Buku ini merupakan refleksi tentang bagaimana Nahdlatul Ulama dapat terus memainkan peran strategis dalam menghadapi tantangan zaman. NU memiliki modal sejarah, tradisi keilmuan, dan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang sangat relevan untuk menjawab persoalan masa depan,” ujarnya.
Idrus menilai, tantangan peradaban saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga pergeseran nilai dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, NU dituntut tidak hanya mampu merespons perubahan, tetapi juga ikut membentuk arah perubahan tersebut.
“Yang kita butuhkan bukan sekadar kemampuan bertahan menghadapi perubahan, tetapi bagaimana NU dapat menjadi bagian penting dalam menentukan arah peradaban. Nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan harus terus dikembangkan,” katanya.
Ia berharap buku tersebut dapat menjadi bahan renungan dan diskusi bagi para kader NU, generasi muda, akademisi, tokoh agama, serta masyarakat luas dalam melihat masa depan NU dan bangsa Indonesia.
“Semoga buku ini tidak berhenti sebagai sebuah karya tulis, tetapi menjadi bahan pemikiran dan percakapan bersama tentang bagaimana kita merawat peradaban dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi mengenai posisi dan kontribusi Nahdlatul Ulama dalam menghadapi berbagai tantangan peradaban di tengah perubahan zaman.
Panitia mengundang masyarakat, tokoh dan berbagai pihak untuk menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran para undangan diharapkan dapat memperkaya momentum peluncuran buku sekaligus memperluas gagasan mengenai peran NU dalam kehidupan kebangsaan dan peradaban.
Kegiatan launching buku tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai. Acara ini digelar oleh Laskar Ansor bersama Bina Ruhani Nusantara.
Berdasarkan undangan kegiatan, rangkaian acara diawali dengan registrasi dan salat Magrib pada pukul 18.00-18.30 WIB. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan makan malam pada pukul 18.30-19.00 WIB.
Memasuki pukul 19.00 WIB, kegiatan utama berupa launching buku Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban karya Idrus Marham akan dimulai.
Buku tersebut mengangkat refleksi mengenai peran strategis Nahdlatul Ulama dalam menjawab tantangan zaman, merawat peradaban, serta meneguhkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin bagi masa depan bangsa dan umat manusia.
Idrus Marham mengatakan, buku Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban lahir dari kegelisahan sekaligus refleksi terhadap tantangan yang dihadapi umat, bangsa, dan peradaban di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat.
Menurutnya, Nahdlatul Ulama tidak hanya memiliki sejarah panjang dalam menjaga kehidupan keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar untuk terus memberikan jawaban terhadap berbagai persoalan peradaban.
“Buku ini merupakan refleksi tentang bagaimana Nahdlatul Ulama dapat terus memainkan peran strategis dalam menghadapi tantangan zaman. NU memiliki modal sejarah, tradisi keilmuan, dan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang sangat relevan untuk menjawab persoalan masa depan,” ujarnya.
Idrus menilai, tantangan peradaban saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga pergeseran nilai dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, NU dituntut tidak hanya mampu merespons perubahan, tetapi juga ikut membentuk arah perubahan tersebut.
“Yang kita butuhkan bukan sekadar kemampuan bertahan menghadapi perubahan, tetapi bagaimana NU dapat menjadi bagian penting dalam menentukan arah peradaban. Nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan harus terus dikembangkan,” katanya.
Ia berharap buku tersebut dapat menjadi bahan renungan dan diskusi bagi para kader NU, generasi muda, akademisi, tokoh agama, serta masyarakat luas dalam melihat masa depan NU dan bangsa Indonesia.
“Semoga buku ini tidak berhenti sebagai sebuah karya tulis, tetapi menjadi bahan pemikiran dan percakapan bersama tentang bagaimana kita merawat peradaban dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi mengenai posisi dan kontribusi Nahdlatul Ulama dalam menghadapi berbagai tantangan peradaban di tengah perubahan zaman.
Panitia mengundang masyarakat, tokoh dan berbagai pihak untuk menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran para undangan diharapkan dapat memperkaya momentum peluncuran buku sekaligus memperluas gagasan mengenai peran NU dalam kehidupan kebangsaan dan peradaban.
(UMI)
Berita Terkait
News
Gus Zaki: Muktamar NU Harus Berdaulat, Tolak Politik Paket
Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah KH Ahmad Zaki Fuad alias Gus Zaki mengingatkan agar pencalonan Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 tidak dikunci melalui paket-paket kepemimpinan.
Rabu, 19 Agu 2026 19:38
News
Idrus Marham Nilai Pidato Presiden Prabowo di Hadapan MPR Realistik dan Berbasis Kinerja
Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Idrus Marham menilai pidato Presiden di depan MPR, hari ini 14 Agustus 2026, sangat mengesankan. Pidato Presiden Prabowo realistik, karena berbasis data dan proyektif berbasis kinerja.
Jum'at, 14 Agu 2026 20:04
News
Songkok Guru untuk Gus Rozin, Simbol Penghormatan & Persaudaraan Ulama
Songkok Guru bukan sekadar penutup kepala khas Sulawesi Selatan. Bagi masyarakat setempat, songkok tersebut merepresentasikan identitas, kehormatan, dan tradisi keulamaan.
Minggu, 09 Agu 2026 21:12
News
Pengurus NU se-Sulawesi Dukung Gus Rozin Perkuat Pesantren & Kemandirian Jam’iyah
Dalam pertemuan di Makassar, Gus Rozin menegaskan bahwa NU harus tetap kritis dan mandiri, sekaligus mampu berjalan berdampingan dengan pemerintah.
Sabtu, 08 Agu 2026 13:49
News
Mengenang Keteladanan & Perjuangan Ajoeba Wartabone Lewat Bedah Buku
Kisah perjuangan dan pemikiran tokoh bangsa dan pejuang Ajoeba Wartabone kembali diangkat melalui kegiatan bedah buku yang digelar di Kota Makassar.
Selasa, 23 Jun 2026 20:18
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prihatin Lansia di Jeneponto, Salmawati dan Ketua Karang Taruna Turun Beri Bantuan
2
Tujuh UMKM Sulsel Buka Jalan ke Pasar Global di KKI 2026
3
Setelah Yordania, Film Solata Kembali Berkiprah di Festival Film Cekoslowakia
4
Polres Maros Ungkap Kasus Pencurian Rumah, Pelaku Ditangkap di Sulawesi Tengah
5
43 Finalis Bersaing di Grand Final Dara Daeng Bantaeng
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prihatin Lansia di Jeneponto, Salmawati dan Ketua Karang Taruna Turun Beri Bantuan
2
Tujuh UMKM Sulsel Buka Jalan ke Pasar Global di KKI 2026
3
Setelah Yordania, Film Solata Kembali Berkiprah di Festival Film Cekoslowakia
4
Polres Maros Ungkap Kasus Pencurian Rumah, Pelaku Ditangkap di Sulawesi Tengah
5
43 Finalis Bersaing di Grand Final Dara Daeng Bantaeng