Dirut PLN Pimpin Penguatan Listrik Sulbagsel, Target Seimbang Akhir September
Selasa, 15 Sep 2026 13:38
Dirut PLN Darmawan Prasodjo (kanan), CEO Bosowa Corporindo Subhan Aksa (tengah), dan GM PLTU Jeneponto, Albery Hadith Pramono, meninjau percepatan perbaikan PLTU Jeneponto. Foto/Istimewa
JENEPONTO - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo turun langsung mengawal upaya pemulihan dan peningkatan pasokan listrik di sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) yang mengalami gangguan teknis dan berdampak pada berkurangnya pasokan listrik.
Darmawan meninjau langsung proses perbaikan pembangkit tersebut dalam inspeksi sejumlah unit pembangkit listrik di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (14/9). PLTU Jeneponto merupakan pembangkit milik swasta yang saat ini mengalami kendala teknis. PLN turut mendukung percepatan perbaikan agar pembangkit tersebut dapat segera kembali memasok listrik ke sistem Sulbagsel.
“Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan,” ujar Darmawan.
Tekanan terhadap sistem kelistrikan Sulbagsel tidak hanya berasal dari gangguan PLTU Jeneponto. Dalam beberapa waktu terakhir, daya mampu sejumlah pembangkit hidro juga menurun akibat kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Niño.
Penurunan produksi terjadi pada sejumlah pembangkit, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Bakaru, dan Malea, serta sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).
Darmawan merinci, daya mampu agregat pembangkit hidro turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW. Artinya, terjadi penurunan sekitar 600 MW yang turut menambah tekanan terhadap keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik di Sulbagsel.
Menghadapi kondisi tersebut, PLN menjalankan sejumlah langkah secara simultan. Selain mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan, PLN mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia dan menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit hingga 627 MW.
PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan potensi ketersediaan air bagi pembangkit hidro. Namun, pelaksanaan TMC masih menghadapi tantangan karena kondisi atmosfer yang sangat kering menyebabkan ketersediaan awan yang dapat disemai masih terbatas.
“Seluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari,” kata Darmawan.
Selain langkah jangka pendek, PLN menyiapkan penguatan sistem kelistrikan Sulbagsel untuk menghadapi dinamika pasokan dalam jangka panjang. Penguatan diarahkan agar sistem menjadi lebih beragam, fleksibel, dan resilien.
Sejalan dengan arahan Presiden melalui program PLTS 100 gigawatt (GW), PLN akan memperkuat sistem Sulbagsel dengan sekitar 5,2 GWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 8,2 gigawatt hour (GWh) Battery Energy Storage System (BESS).
“PLTS akan menambah pasokan dari sumber yang tidak bergantung pada air, sementara BESS menjadi penyangga ketika produksi hidro turun. Kombinasi ini akan membuat sistem Sulbagsel lebih beragam, fleksibel, dan resilien,” pungkas Darmawan.
Darmawan meninjau langsung proses perbaikan pembangkit tersebut dalam inspeksi sejumlah unit pembangkit listrik di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (14/9). PLTU Jeneponto merupakan pembangkit milik swasta yang saat ini mengalami kendala teknis. PLN turut mendukung percepatan perbaikan agar pembangkit tersebut dapat segera kembali memasok listrik ke sistem Sulbagsel.
“Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan,” ujar Darmawan.
Tekanan terhadap sistem kelistrikan Sulbagsel tidak hanya berasal dari gangguan PLTU Jeneponto. Dalam beberapa waktu terakhir, daya mampu sejumlah pembangkit hidro juga menurun akibat kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Niño.
Penurunan produksi terjadi pada sejumlah pembangkit, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Bakaru, dan Malea, serta sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).
Darmawan merinci, daya mampu agregat pembangkit hidro turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW. Artinya, terjadi penurunan sekitar 600 MW yang turut menambah tekanan terhadap keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik di Sulbagsel.
Menghadapi kondisi tersebut, PLN menjalankan sejumlah langkah secara simultan. Selain mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan, PLN mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia dan menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit hingga 627 MW.
PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan potensi ketersediaan air bagi pembangkit hidro. Namun, pelaksanaan TMC masih menghadapi tantangan karena kondisi atmosfer yang sangat kering menyebabkan ketersediaan awan yang dapat disemai masih terbatas.
“Seluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari,” kata Darmawan.
Selain langkah jangka pendek, PLN menyiapkan penguatan sistem kelistrikan Sulbagsel untuk menghadapi dinamika pasokan dalam jangka panjang. Penguatan diarahkan agar sistem menjadi lebih beragam, fleksibel, dan resilien.
Sejalan dengan arahan Presiden melalui program PLTS 100 gigawatt (GW), PLN akan memperkuat sistem Sulbagsel dengan sekitar 5,2 GWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 8,2 gigawatt hour (GWh) Battery Energy Storage System (BESS).
“PLTS akan menambah pasokan dari sumber yang tidak bergantung pada air, sementara BESS menjadi penyangga ketika produksi hidro turun. Kombinasi ini akan membuat sistem Sulbagsel lebih beragam, fleksibel, dan resilien,” pungkas Darmawan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Perkuat Pasokan Listrik, PLN Matangkan Perjanjian Lahan PLTMG Baubau 2
PLN UIP Sulawesi bersama Pemkot Baubau dan jajaran Kejaksaan mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik pemerintah daerah untuk proyek PLTMG Baubau 2.
Rabu, 04 Nov 2026 19:23
News
Jaga Transparansi, PLN Buka Layanan Pengaduan bagi Pelanggan yang Tagihannya Naik
Bagi pelanggan yang merasa tagihannya naik secara tidak wajar, PLN membuka layanan pengaduan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Rabu, 04 Nov 2026 12:02
News
Sertifikasi 98 Persil Aset, PLN Perkuat Fondasi Pembangunan Infrastruktur Listrik
Melalui sinergi bersama BPN, PLN UIP Sulawesi berkomitmen melanjutkan penataan dan pengamanan aset tanah untuk infrastruktur listrik secara akuntabel.
Rabu, 04 Nov 2026 06:04
News
Bangun PLTA Bakaru II, PLN Buka Ruang Pengaduan bagi Warga
PLN UIP Sulawesi memperkuat akses pengaduan melalui sosialisasi mekanisme penanganan pengaduan (Grievance Redress Mechanism/GRM) di Kabupaten Pinrang, belum lama ini.
Selasa, 03 Nov 2026 19:51
News
PLN Energize GI Kolaka Smelter, Perkuat Keandalan Listrik Sulbagsel
Bertepatan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi berhasil melakukan energize Gardu Induk (GI) 150 kV Kolaka Smelter.
Selasa, 03 Nov 2026 17:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bantaeng Berangkatkan 750 Orang ke Porprov XVIII Sulsel, Bidik Prestasi Terbaik
2
Darmawangsyah Optimistis Tim Sepak Bola Gowa Bersaing di Porprov Sulsel
3
Sengkarut Bernegara: Ketika Penjaga Hukum Berhadapan dengan Hukum
4
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
5
SMARTFREN Bundling nubia A77 5G, Internet Unlimited Dua Tahun Mulai Rp3,5 Juta
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bantaeng Berangkatkan 750 Orang ke Porprov XVIII Sulsel, Bidik Prestasi Terbaik
2
Darmawangsyah Optimistis Tim Sepak Bola Gowa Bersaing di Porprov Sulsel
3
Sengkarut Bernegara: Ketika Penjaga Hukum Berhadapan dengan Hukum
4
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
5
SMARTFREN Bundling nubia A77 5G, Internet Unlimited Dua Tahun Mulai Rp3,5 Juta