Hemat Air & Cegah Kebakaran, PLN Perkuat Kesiapsiagaan Warga Kaluku Bodoa

Selasa, 15 Sep 2026 09:14
Hemat Air & Cegah Kebakaran, PLN Perkuat Kesiapsiagaan Warga Kaluku Bodoa
Warga bersama Satgas KALTANA Kaluku Bodoa dan pihak kelurahan membentangkan spanduk Kampanye Hemat Air dan Pencegahan Kebakaran program TJSL PLN UIP Sulawesi. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran di kawasan permukiman, PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mengajak warga Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, membangun kebiasaan hemat air sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran.

Ajakan tersebut diwujudkan melalui kampanye hemat air dan pencegahan kebakaran yang digelar PLN UIP Sulawesi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Siaga Bencana 2026 di RT 05/RW 02, Kelurahan Kaluku Bodoa, Minggu (13/9).

Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WITA itu melibatkan Pemerintah Kelurahan Kaluku Bodoa, unsur RT/RW, warga, serta Satgas Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa. Kampanye dikemas melalui kerja bakti bersih lingkungan, edukasi, dan aksi bersama dengan fokus pada penggunaan air secara bijak serta pencegahan kebakaran.

Melalui kegiatan tersebut, warga diajak menerapkan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko bencana. Penggunaan air secara bijak menjadi salah satu perhatian di tengah potensi kekeringan, sementara kewaspadaan terhadap sumber-sumber pemicu kebakaran perlu terus ditingkatkan di lingkungan permukiman.

Ketua Kelompok Kaltana Kaluku Bodoa, Hanah, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN melalui Program Desa Siaga Bencana. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap risiko kekeringan dan kebakaran.

“Kegiatan ini kita laksanakan karena sangat bermanfaat bagi kami dan masyarakat. Kami turut meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hemat air dan pencegahan kebakaran agar masyarakat semakin peduli, tanggap, dan mampu melakukan pencegahan sebelum bencana terjadi,” ujar Hanah.

Lurah Kaluku Bodoa, Alwan Januar Setiawan, juga mengapresiasi kolaborasi PLN dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam memperkuat ketangguhan lingkungan. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan, penggunaan air secara bijak, dan pencegahan kebakaran.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan PLN melalui Program Desa Siaga Bencana. Kegiatan ini terbukti mampu membangun kesadaran dan kebersamaan warga untuk menjaga lingkungan, menghemat air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menciptakan Kelurahan Kaluku Bodoa yang semakin tangguh menghadapi bencana,” ungkap Alwan.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Mangatas Silaen, mengatakan Program Desa Siaga Bencana merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar.

“Melalui program ini, kami mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap penggunaan air dan pencegahan kebakaran. Kami berharap kolaborasi bersama pemerintah kelurahan, Kaltana, RT/RW, dan warga terus diperkuat untuk mewujudkan lingkungan yang tangguh dan siap menghadapi bencana,” ujar Donald.

Melalui program TJSL Desa Siaga Bencana 2026, PLN UIP Sulawesi berkomitmen mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih tangguh dan mandiri dalam menghadapi risiko bencana. Kampanye hemat air dan pencegahan kebakaran diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan kebiasaan menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, masyarakat diharapkan semakin siap menghadapi risiko bencana sekaligus membangun lingkungan yang lebih aman dan tangguh.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru