PLN Perkuat Bank Sampah Pelita Bangsa, Dorong Pengelolaan Sampah Ekonomi Sirkular
Jum'at, 11 Sep 2026 09:13
Peresmian program Circular Waste Initiative oleh SM Perizinan, Pertanahan, & Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Mangatas Silaen (kiri), bersama Ketua Dewan LH Makassar, Melinda Aksa. Foto/IST
MAKASSAR - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pengolahan sampah bagi Bank Sampah Unit (BSU) Pelita Bangsa di Kota Makassar pada Selasa, 8 September 2026. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen perseroan dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Dukungan yang diberikan meliputi berbagai peralatan teknis penunjang operasional, seperti mesin pencacah sampah organik, mesin jahit listrik, timbangan digital kapasitas 100 kilogram, gerobak dorong, komposter aerob, ember tumpuk, sarana budidaya maggot, kompos bag, hingga lemari etalase produk.
Selain bantuan operasional untuk bank sampah, PLN menyerahkan 60 unit tempat sampah yang didistribusikan ke 20 rumah warga. Setiap rumah menerima tiga wadah pemilahan guna menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Penyerahan bantuan berlangsung hangat dengan dihadiri jajaran manajemen PLN UIP Sulawesi, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Melinda Aksa Munafri, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, pengurus BSU Pelita Bangsa, serta masyarakat setempat.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Mangatas Silaen, menegaskan bahwa penanganan masalah sampah memerlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dari lingkungan terkecil. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas operasional BSU Pelita Bangsa sekaligus mengubah pola pikir warga terhadap pemanfaatan limbah.
“Sampah sudah menjadi persoalan besar di negara kita. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai warga negara untuk turut mengelola dan mengurangi dampaknya. Upaya tersebut dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang kita lakukan hari ini, salah satunya melalui dukungan kepada BSU Pelita Bangsa,” ujar Donald.
Ia menumpukan harapan agar fasilitas baru ini mampu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat. “Semoga melalui langkah ini, sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dikelola, diolah kembali, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, yang menyambut positif kepedulian PLN terhadap kelestarian lingkungan di wilayahnya.
“Terima kasih kepada PLN yang sudah banyak membantu BSU Pelita Bangsa di Kecamatan Rappocini. Mudah-mudahan bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi ekonomi sirkular di masyarakat Kecamatan Rappocini,” ungkap Melinda.
Manfaat langsung dari peremajaan sarana ini dirasakan betul oleh pengurus kelompok pengelola sampah lokal. Ketua BSU Pelita Bangsa, Rosmini, mengungkapkan bahwa kehadiran peralatan modern ini mempermudah beban kerja anggotanya yang selama ini mengandalkan alat seadanya untuk melayani puluhan nasabah.
“BSU Pelita Bangsa memiliki 10 anggota dan 80 nasabah, serta mengumpulkan sekitar 700 kilogram sampah per bulan untuk kemudian diolah kembali. Dulu kami hanya mengolah sampah dengan sarana prasarana yang sederhana. Kini pekerjaan menjadi lebih ringan, terutama dengan adanya mesin pencacah dan mesin jahit baru dari PLN. Terima kasih banyak,” ujar Rosmini.
Inisiatif ini menegaskan komitmen berlanjut PLN UIP Sulawesi dalam menghadirkan program berbasis kemasyarakatan yang berdampak langsung pada kelestarian lingkungan. Penguatan kapasitas BSU Pelita Bangsa ini diharapkan mampu menekan volume timbulan sampah sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang mandiri dan berkelanjutan di Kota Makassar.
Dukungan yang diberikan meliputi berbagai peralatan teknis penunjang operasional, seperti mesin pencacah sampah organik, mesin jahit listrik, timbangan digital kapasitas 100 kilogram, gerobak dorong, komposter aerob, ember tumpuk, sarana budidaya maggot, kompos bag, hingga lemari etalase produk.
Selain bantuan operasional untuk bank sampah, PLN menyerahkan 60 unit tempat sampah yang didistribusikan ke 20 rumah warga. Setiap rumah menerima tiga wadah pemilahan guna menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Penyerahan bantuan berlangsung hangat dengan dihadiri jajaran manajemen PLN UIP Sulawesi, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Melinda Aksa Munafri, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, pengurus BSU Pelita Bangsa, serta masyarakat setempat.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Mangatas Silaen, menegaskan bahwa penanganan masalah sampah memerlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dari lingkungan terkecil. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas operasional BSU Pelita Bangsa sekaligus mengubah pola pikir warga terhadap pemanfaatan limbah.
“Sampah sudah menjadi persoalan besar di negara kita. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai warga negara untuk turut mengelola dan mengurangi dampaknya. Upaya tersebut dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang kita lakukan hari ini, salah satunya melalui dukungan kepada BSU Pelita Bangsa,” ujar Donald.
Ia menumpukan harapan agar fasilitas baru ini mampu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat. “Semoga melalui langkah ini, sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dikelola, diolah kembali, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, yang menyambut positif kepedulian PLN terhadap kelestarian lingkungan di wilayahnya.
“Terima kasih kepada PLN yang sudah banyak membantu BSU Pelita Bangsa di Kecamatan Rappocini. Mudah-mudahan bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi ekonomi sirkular di masyarakat Kecamatan Rappocini,” ungkap Melinda.
Manfaat langsung dari peremajaan sarana ini dirasakan betul oleh pengurus kelompok pengelola sampah lokal. Ketua BSU Pelita Bangsa, Rosmini, mengungkapkan bahwa kehadiran peralatan modern ini mempermudah beban kerja anggotanya yang selama ini mengandalkan alat seadanya untuk melayani puluhan nasabah.
“BSU Pelita Bangsa memiliki 10 anggota dan 80 nasabah, serta mengumpulkan sekitar 700 kilogram sampah per bulan untuk kemudian diolah kembali. Dulu kami hanya mengolah sampah dengan sarana prasarana yang sederhana. Kini pekerjaan menjadi lebih ringan, terutama dengan adanya mesin pencacah dan mesin jahit baru dari PLN. Terima kasih banyak,” ujar Rosmini.
Inisiatif ini menegaskan komitmen berlanjut PLN UIP Sulawesi dalam menghadirkan program berbasis kemasyarakatan yang berdampak langsung pada kelestarian lingkungan. Penguatan kapasitas BSU Pelita Bangsa ini diharapkan mampu menekan volume timbulan sampah sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang mandiri dan berkelanjutan di Kota Makassar.
(TRI)
Berita Terkait
News
PLN UIP Sulawesi Uji Respons Darurat dan Pemulihan Bisnis melalui Simulasi BCMS
PLN UIP Sulawesi menguji kesiapsiagaan darurat dan pemulihan bisnis melalui simulasi tanggap darurat dan Business Continuity Management System (BCMS) di Kantor PLN UIP Sulawesi, Makassar.
Senin, 05 Okt 2026 18:51
News
Musdalub DPD SP PLN UIP Sulawesi Teguhkan Regenerasi & Soliditas Serikat Pekerja
Forum tersebut menetapkan Syamsul Arifin sebagai Ketua DPD SP PLN UIP Sulawesi terpilih setelah melalui rangkaian persidangan dan proses pemilihan sesuai tata tertib organisasi.
Minggu, 04 Okt 2026 12:26
News
Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum PLN Perkuat Persatuan dan Kolaborasi
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi PLN untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi dalam menjalankan tugas pelayanan kelistrikan.
Sabtu, 03 Okt 2026 08:59
News
Akses Air Bersih Diperkuat, PLN Siapkan Sumur Bor dan Tandon di Kaluku Bodoa
Untuk memperkuat akses sekaligus kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan, PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mendukung penyediaan 12 sumur bor dan 17 tandon air yang menjangkau masyarakat di 51 RT.
Rabu, 30 Sep 2026 12:47
News
SK Hak Terbit, PLN Lanjutkan Sertifikasi Aset GITET 275 kV Kendari
Sebanyak 47 persil lahan yang menjadi bagian dari Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 275 kV Kendari kini memasuki tahap akhir proses legalisasi aset.
Jum'at, 25 Sep 2026 15:40
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Darmawangsyah Muin Terpilih Ketua HKTI Gowa, Didampingi LBK dan Idris Rate
3
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
4
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
5
Penikaman di Pantai Seta-seta Tewaskan Satu Warga, Polisi Amankan Terduga Pelaku
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Darmawangsyah Muin Terpilih Ketua HKTI Gowa, Didampingi LBK dan Idris Rate
3
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
4
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
5
Penikaman di Pantai Seta-seta Tewaskan Satu Warga, Polisi Amankan Terduga Pelaku