Sawah Mengering, Masmindo Bantu Petani Luwu Cegah Ancaman Gagal Panen
Jum'at, 11 Sep 2026 09:24
Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pertanian dan Dinas Sosial serta FORDES MATAPPA melakukan penyediaan air di sejumlah wilayah terdampak. Foto/Istimewa
LUWU - Kekeringan mulai mengancam lahan persawahan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, setelah musim kemarau berlangsung sekitar satu bulan. Kondisi ini membuat sejumlah sawah kekurangan pasokan air dan mengganggu pertumbuhan tanaman padi.
Untuk membantu petani mempertahankan tanaman hingga masa panen, PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pertanian dan Dinas Sosial serta FORDES MATAPPA melakukan penyediaan air di sejumlah wilayah terdampak.
Dukungan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah. Upaya yang dilakukan antara lain menggunakan pompa air, menyediakan sumur bor, hingga mengerahkan truk tangki air (water truck) untuk penyiraman sawah. Dalam pelaksanaannya, penyiraman dilakukan bersama Dinas Sosial Kabupaten Luwu.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut menjangkau sekitar 70 hektare lahan pertanian yang tersebar di Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga, dan Senga Selatan.
Dukungan diprioritaskan pada lahan yang mengalami keterbatasan pasokan air, terutama untuk menjaga tanaman padi yang telah ditanam agar tetap mendapatkan air selama musim kemarau.
Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons bersama terhadap kondisi yang dihadapi petani.
“Kami melihat kondisi ini perlu direspons bersama. Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dan FORDES MATAPPA, MDA berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan agar petani dapat mempertahankan tanamannya dan risiko gagal panen bisa ditekan,” ujar Mustafa.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, mengatakan musim kemarau yang berlangsung sekitar satu bulan terakhir telah memberikan dampak cukup besar terhadap aktivitas pertanian, terutama pada lahan yang mengalami keterbatasan sumber air.
“Persawahan di Kabupaten Luwu selama musim kemarau atau sekitar satu bulan terakhir ini memang berdampak besar terhadap petani, baik sawah irigasi terlebih untuk sawah tadah hujan,” ujar Islamuddin.
Ia mengapresiasi dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu petani memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.
“Kami dari Dinas Pertanian mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang dilakukan PT Masmindo Dwi Area. Sejumlah strategi dilakukan Masmindo untuk membantu petani menghadapi musim kemarau, salah satunya dengan melakukan penyiraman sawah,” katanya.
Bagi petani, bantuan pasokan air tersebut menjadi harapan untuk mempertahankan tanaman padi yang mulai terdampak kekeringan.
Adi, salah seorang petani asal Desa Senga Selatan, mengatakan sawahnya telah mengalami kekeringan selama sekitar satu bulan. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan tanaman padi terganggu.
“Sudah satu bulan ini sawah kering, padi kerdil. Kami berterima kasih karena petani masih diberi perhatian dengan adanya penyiraman ini. Setidaknya masih ada harapan kami untuk panen,” ujar Adi.
Kolaborasi antara MDA, Pemerintah Kabupaten Luwu, dan FORDES MATAPPA diharapkan dapat membantu petani melewati periode kemarau sekaligus menjaga tanaman padi hingga memasuki masa panen.
Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan agar dukungan pasokan air dapat diarahkan ke lahan pertanian yang paling membutuhkan.
Untuk membantu petani mempertahankan tanaman hingga masa panen, PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pertanian dan Dinas Sosial serta FORDES MATAPPA melakukan penyediaan air di sejumlah wilayah terdampak.
Dukungan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah. Upaya yang dilakukan antara lain menggunakan pompa air, menyediakan sumur bor, hingga mengerahkan truk tangki air (water truck) untuk penyiraman sawah. Dalam pelaksanaannya, penyiraman dilakukan bersama Dinas Sosial Kabupaten Luwu.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut menjangkau sekitar 70 hektare lahan pertanian yang tersebar di Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga, dan Senga Selatan.
Dukungan diprioritaskan pada lahan yang mengalami keterbatasan pasokan air, terutama untuk menjaga tanaman padi yang telah ditanam agar tetap mendapatkan air selama musim kemarau.
Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons bersama terhadap kondisi yang dihadapi petani.
“Kami melihat kondisi ini perlu direspons bersama. Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dan FORDES MATAPPA, MDA berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan agar petani dapat mempertahankan tanamannya dan risiko gagal panen bisa ditekan,” ujar Mustafa.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, mengatakan musim kemarau yang berlangsung sekitar satu bulan terakhir telah memberikan dampak cukup besar terhadap aktivitas pertanian, terutama pada lahan yang mengalami keterbatasan sumber air.
“Persawahan di Kabupaten Luwu selama musim kemarau atau sekitar satu bulan terakhir ini memang berdampak besar terhadap petani, baik sawah irigasi terlebih untuk sawah tadah hujan,” ujar Islamuddin.
Ia mengapresiasi dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu petani memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.
“Kami dari Dinas Pertanian mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang dilakukan PT Masmindo Dwi Area. Sejumlah strategi dilakukan Masmindo untuk membantu petani menghadapi musim kemarau, salah satunya dengan melakukan penyiraman sawah,” katanya.
Bagi petani, bantuan pasokan air tersebut menjadi harapan untuk mempertahankan tanaman padi yang mulai terdampak kekeringan.
Adi, salah seorang petani asal Desa Senga Selatan, mengatakan sawahnya telah mengalami kekeringan selama sekitar satu bulan. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan tanaman padi terganggu.
“Sudah satu bulan ini sawah kering, padi kerdil. Kami berterima kasih karena petani masih diberi perhatian dengan adanya penyiraman ini. Setidaknya masih ada harapan kami untuk panen,” ujar Adi.
Kolaborasi antara MDA, Pemerintah Kabupaten Luwu, dan FORDES MATAPPA diharapkan dapat membantu petani melewati periode kemarau sekaligus menjaga tanaman padi hingga memasuki masa panen.
Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan agar dukungan pasokan air dapat diarahkan ke lahan pertanian yang paling membutuhkan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Gakkum Kehutanan Ingatkan Petani Patuhi Aturan Penggunaan Kawasan Hutan
Gakkum Kehutanan Sulawesi menegaskan, masyarakat maupun pihak lain wajib mematuhi ketentuan penggunaan kawasan hutan, termasuk mengantongi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) sesuai peraturan yang berlaku.
Rabu, 28 Okt 2026 06:47
Ekbis
Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Petani Bisa Tekan Biaya Produksi
Penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% membantu petani mengurangi biaya produksi dan mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan pertanian lainnya.
Senin, 19 Okt 2026 17:04
News
MDA dan Pemkab Luwu Perkuat Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla
kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari deteksi dini hingga penanganan darurat.
Senin, 19 Okt 2026 15:19
News
Menperin Apresiasi Matappa Academy Masmindo, Siapkan Tenaga Kerja Lokal
PT Masmindo Dwi Area (MDA) melalui Matappa Academy menghadirkan program pengembangan sumber daya manusia yang mendapat apresiasi dari Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji.
Minggu, 18 Okt 2026 16:41
News
Hasil Uji Laboratorium: Padi di Lahan Terdampak Tumpahan MFO Vale Aman Dikonsumsi
Hasil pengujian laboratorium terhadap sampel gabah dari lahan percontohan (demplot) menunjukkan padi yang dipanen memenuhi standar mutu dan keamanan pangan sehingga dinyatakan aman dikonsumsi.
Sabtu, 17 Okt 2026 11:08
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
2
PPP Sulsel Tegaskan Pemecatan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Aspirasi Seluruh DPW
3
FK UMI dan Hiroshima University Perkuat Kerja Sama Internasional Pendidikan Kedokteran
4
Chery Tawarkan Mobil Listrik hingga SUV Hybrid di GIIAS Makassar 2026
5
Menteri Kebudayaan Percepat Penetapan Cagar Budaya Leang Bulu Sipong
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
2
PPP Sulsel Tegaskan Pemecatan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Aspirasi Seluruh DPW
3
FK UMI dan Hiroshima University Perkuat Kerja Sama Internasional Pendidikan Kedokteran
4
Chery Tawarkan Mobil Listrik hingga SUV Hybrid di GIIAS Makassar 2026
5
Menteri Kebudayaan Percepat Penetapan Cagar Budaya Leang Bulu Sipong