Penjualan Pupuk di Sulsel Naik 24 Persen, Capai 495.849 Ton hingga Agustus 2026

Jum'at, 04 Sep 2026 11:46
Penjualan Pupuk di Sulsel Naik 24 Persen, Capai 495.849 Ton hingga Agustus 2026
Penjualan pupuk di Sulsel mencapai 495.849 ton sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Terjadi peningkatan 24 persen dibandingkan periode sebelumnya. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Penjualan pupuk di Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai 495.849 ton sepanjang Januari hingga Agustus 2026, meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 400.198 ton.

Peningkatan penjualan tersebut mencakup seluruh jenis pupuk yang diperuntukkan bagi sektor pertanian maupun perikanan.

Senior Manager Regional 4 Pupuk Indonesia, Sukodim, mengatakan pertumbuhan penjualan turut didorong meningkatnya penyaluran pupuk organik serta bertambahnya jumlah petani yang melakukan transaksi.

“Dari Januari hingga Agustus, realisasi penjualan untuk seluruh jenis pupuk tercatat sebanyak 495.849 ton, sedangkan pada tahun sebelumnya untuk periode yang sama realisasinya 400.198 ton sehingga terjadi kenaikan sebesar 24 persen,” kata Sukodim.

Ia menjelaskan, penyaluran pupuk organik di Sulsel mengalami peningkatan signifikan. Hingga Agustus 2026, realisasi penyaluran pupuk organik mencapai 10.791 ton, naik 93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5.593 ton.

Selain peningkatan penyaluran pupuk organik, pertumbuhan penjualan juga ditopang oleh meningkatnya jumlah petani yang melakukan transaksi pupuk.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 579.045 petani atau sekitar 64 persen dari total 909.765 petani telah melakukan transaksi pupuk.

Dari sisi wilayah, Kabupaten Bone mencatat realisasi penjualan pupuk sebesar 2.143 ton. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Takalar dengan 1.766 ton dan Kabupaten Luwu Timur sebesar 1.765 ton.

Sukodim mengatakan peningkatan tersebut tidak terlepas dari kenaikan alokasi pupuk subsidi pada tahun ini. Menurutnya, hampir seluruh daerah mengalami peningkatan penebusan pupuk dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kenaikan alokasi pupuk subsidi tahun ini memang luar biasa, hampir setiap daerah mengalami peningkatan penebusan pupuk, bahkan rata-rata melampaui 100 persen dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Untuk memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi, Pupuk Indonesia juga berkomitmen menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi di Sulsel. Saat ini, total stok pupuk bersubsidi yang tersedia mencapai 144.851 ton.

Stok tersebut terdiri atas 98.068 ton pupuk urea, 38.411 ton NPK, 1.996 ton NPK Formula Khusus atau Kakao, 3.695 ton pupuk organik, 115 ton ZA, dan 2.566 ton SP-36. “Stok ini kita persiapkan untuk musim tanam mendatang,” tutup Sukodim.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru