Pangdivif 3 Kostrad Pimpin 200 Prajurit Latihan Terjun Payung di Sidrap, Ribuan Warga Antusias
Jum'at, 11 Sep 2026 08:52
Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto memimpin 200 prajurit TNI dalam latihan terjun payung di Sidrap. Kegiatan dihadiri Bupati Sidrap Syaharuddin & disaksikan ribuan warga. Foto/IST
SIDRAP - Sekitar 200 prajurit Batalyon Infanteri 431/SSP Brigif 3/TBS Divisi Infanteri 3 Kostrad diterjunkan dalam latihan terjun payung statik di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026) kemarin.
Aksi para prajurit yang mendarat dari udara itu menarik perhatian masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan langsung latihan yang digelar untuk mengasah sekaligus menguji kesiapan prajurit Kostrad.
Latihan tersebut diinisiasi oleh Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto. Ia didampingi Kasdivif 3 Kostrad Brigjen TNI Fadli Mulyono, Asops Kasdivif 3 Kostrad Kolonel Inf Winas Kurniawan, Danbrigif 3/TBS Letkol Inf Morison Chandra Karundeng, serta Danyonif 431/SSP/3/3 Kostrad Letkol Inf Ismail Taruna Wijaya selaku pemimpin pelaksanaan penerjunan. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar.
Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto mengatakan latihan penerjunan merupakan bagian dari upaya menjaga kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit Kostrad. Menurutnya, prajurit harus siap digerakkan ke berbagai wilayah Indonesia kapan pun mendapat perintah.
"Karena Kostrad ini dituntut untuk selalu siap sedia dan kita bisa diterjunkan di semua wilayah. Jadi kita melaksanakan kegiatan latihan penerjunan pagi hari ini," kata Wulang.
Menurut dia, latihan di Sidrap juga berkaitan dengan agenda latihan dan penugasan pasukan berikutnya. Sebagian prajurit akan mengikuti latihan bersama dengan Malaysia pada 26 September 2026, sedangkan sebagian lainnya disiapkan untuk tugas dan latihan di Papua.
Dalam latihan tersebut, sekitar 200 prajurit dilibatkan melakukan penerjunan. Jika personel pendukung turut dihitung, jumlah personel yang terlibat mencapai sekitar 250 orang. "Untuk kegiatan hari ini sekitar 200 orang dan 250-lah sekaligus dengan pendukung-pendukungnya," ujarnya.
Wulang menjelaskan, Sidrap dipilih sebagai lokasi latihan karena memiliki wilayah yang cukup luas untuk mendukung kegiatan penerjunan. Selain faktor geografis, penerimaan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah juga menjadi pertimbangan.
"Yang pertama, kita melihat bahwa cukup luas untuk kegiatan latihan. Kemudian, kami juga merasa diterima di sini di masyarakat Sidrap," tuturnya.
Menurut Wulang, dukungan tersebut membuat latihan dapat berlangsung dengan baik sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"Kita bisa dibuktikan juga bahwa wilayah Sidrap ini mampu bekerja sama dengan militer untuk melaksanakan kegiatan pertahanan nasional," pungkasnya.

Diselingi Bakti Sosial
Di sela latihan penerjunan, jajaran Kostrad juga menggelar kegiatan sosial bersama masyarakat melalui program Kostrad Peduli. Salah satunya berupa pembagian paket sembako.
Wulang mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi prajurit untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial.
"Di sela-sela kegiatan penerjunan, kita memanfaatkan waktu kita untuk kita bisa berinteraksi dengan masyarakat," katanya.
Selain bakti sosial, Wulang bersama Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan Forkopimda meninjau wilayah menggunakan alutsista. Mereka juga menghadiri panen raya di Kelompok Tani Sipurennue, Kelurahan Kanyuara.

Pangdivif 3 Kostrad Apresiasi Pertanian Sidrap
Dalam kunjungan tersebut, Wulang mengapresiasi produktivitas pertanian di Sidrap yang dinilainya tetap terjaga meski menghadapi cuaca ekstrem dan fenomena El Nino.
Ia menilai sistem pengairan dan penggunaan pompa masih mampu mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian. "Kita bisa buktikan bersama bahwa Kabupaten Sidrap ini memiliki kemampuan dan ketahanan yang cukup hebat menghadapi perkembangan situasi, khususnya cuaca ekstrem," ungkapnya.
Wulang juga menyebut hasil panen yang disaksikannya mencapai lebih dari 9,5 ton per hektare. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya produktivitas pertanian di Sidrap.
"Kalau wilayah lain hanya mungkin 1 hektar mampu sampai dengan 6 ton per hektar, di sini tadi kami bisa buktikan lebih dari 9,5 ton," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif sebelumnya menyebut produksi gabah di daerahnya meningkat dari sekitar 400 ribu ton pada 2024 menjadi sekitar 700 ribu ton pada 2025.
Ia juga menyebut rata-rata hasil panen petani berada di kisaran 9-10 ton per hektare, bahkan ada yang mencapai 11 ton per hektare.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, Sekda Sidrap Andi Rahmat Shaleh, unsur Forkopimda, serta sekitar 1.000 warga.
Aksi para prajurit yang mendarat dari udara itu menarik perhatian masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan langsung latihan yang digelar untuk mengasah sekaligus menguji kesiapan prajurit Kostrad.
Latihan tersebut diinisiasi oleh Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto. Ia didampingi Kasdivif 3 Kostrad Brigjen TNI Fadli Mulyono, Asops Kasdivif 3 Kostrad Kolonel Inf Winas Kurniawan, Danbrigif 3/TBS Letkol Inf Morison Chandra Karundeng, serta Danyonif 431/SSP/3/3 Kostrad Letkol Inf Ismail Taruna Wijaya selaku pemimpin pelaksanaan penerjunan. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar.
Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto mengatakan latihan penerjunan merupakan bagian dari upaya menjaga kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit Kostrad. Menurutnya, prajurit harus siap digerakkan ke berbagai wilayah Indonesia kapan pun mendapat perintah.
"Karena Kostrad ini dituntut untuk selalu siap sedia dan kita bisa diterjunkan di semua wilayah. Jadi kita melaksanakan kegiatan latihan penerjunan pagi hari ini," kata Wulang.
Menurut dia, latihan di Sidrap juga berkaitan dengan agenda latihan dan penugasan pasukan berikutnya. Sebagian prajurit akan mengikuti latihan bersama dengan Malaysia pada 26 September 2026, sedangkan sebagian lainnya disiapkan untuk tugas dan latihan di Papua.
Dalam latihan tersebut, sekitar 200 prajurit dilibatkan melakukan penerjunan. Jika personel pendukung turut dihitung, jumlah personel yang terlibat mencapai sekitar 250 orang. "Untuk kegiatan hari ini sekitar 200 orang dan 250-lah sekaligus dengan pendukung-pendukungnya," ujarnya.
Wulang menjelaskan, Sidrap dipilih sebagai lokasi latihan karena memiliki wilayah yang cukup luas untuk mendukung kegiatan penerjunan. Selain faktor geografis, penerimaan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah juga menjadi pertimbangan.
"Yang pertama, kita melihat bahwa cukup luas untuk kegiatan latihan. Kemudian, kami juga merasa diterima di sini di masyarakat Sidrap," tuturnya.
Menurut Wulang, dukungan tersebut membuat latihan dapat berlangsung dengan baik sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"Kita bisa dibuktikan juga bahwa wilayah Sidrap ini mampu bekerja sama dengan militer untuk melaksanakan kegiatan pertahanan nasional," pungkasnya.

Diselingi Bakti Sosial
Di sela latihan penerjunan, jajaran Kostrad juga menggelar kegiatan sosial bersama masyarakat melalui program Kostrad Peduli. Salah satunya berupa pembagian paket sembako.
Wulang mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi prajurit untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial.
"Di sela-sela kegiatan penerjunan, kita memanfaatkan waktu kita untuk kita bisa berinteraksi dengan masyarakat," katanya.
Selain bakti sosial, Wulang bersama Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan Forkopimda meninjau wilayah menggunakan alutsista. Mereka juga menghadiri panen raya di Kelompok Tani Sipurennue, Kelurahan Kanyuara.

Pangdivif 3 Kostrad Apresiasi Pertanian Sidrap
Dalam kunjungan tersebut, Wulang mengapresiasi produktivitas pertanian di Sidrap yang dinilainya tetap terjaga meski menghadapi cuaca ekstrem dan fenomena El Nino.
Ia menilai sistem pengairan dan penggunaan pompa masih mampu mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian. "Kita bisa buktikan bersama bahwa Kabupaten Sidrap ini memiliki kemampuan dan ketahanan yang cukup hebat menghadapi perkembangan situasi, khususnya cuaca ekstrem," ungkapnya.
Wulang juga menyebut hasil panen yang disaksikannya mencapai lebih dari 9,5 ton per hektare. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya produktivitas pertanian di Sidrap.
"Kalau wilayah lain hanya mungkin 1 hektar mampu sampai dengan 6 ton per hektar, di sini tadi kami bisa buktikan lebih dari 9,5 ton," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif sebelumnya menyebut produksi gabah di daerahnya meningkat dari sekitar 400 ribu ton pada 2024 menjadi sekitar 700 ribu ton pada 2025.
Ia juga menyebut rata-rata hasil panen petani berada di kisaran 9-10 ton per hektare, bahkan ada yang mencapai 11 ton per hektare.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, Sekda Sidrap Andi Rahmat Shaleh, unsur Forkopimda, serta sekitar 1.000 warga.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Mantan Kapolda Burhanuddin Andi Pimpin HKTI Sulsel, Dibantu 17 Bupati Sejahterahkan Petani
Mantan Kapolda Sulsel, Irjen Pol (Purn) Burhanuddin Andi dipercaya memimpin DPD HKTI Sulsel setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulsel yang digelar di Makassar, Minggu (4/10/2026).
Minggu, 04 Okt 2026 18:34
Sulsel
Tujuh Daerah Dukung PSEL Regional, Sidrap Siapkan Pengolahan 1.000 Ton Sampah per Hari
Rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) regional mulai mendapat dukungan tujuh pemerintah daerah di Sulawesi Selatan.
Selasa, 29 Sep 2026 09:28
Sulsel
Sidrap Sabet Penghargaan Pengelolaan Sampah Terbaik Regional Sulawesi
Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional, dalam penghargaan sebagai daerah dengan pengelolaan sampah terbaik dan lingkungan asri.
Sabtu, 19 Sep 2026 09:07
News
Kelangkaan BBM dan Gas Mulai Ganggu Aktivitas Pertanian di Gowa
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji selama beberapa waktu terakhir mulai mengganggu aktivitas pertanian dan perkebunan di Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Sabtu, 12 Sep 2026 19:19
Sulsel
Sawah Mengering, Masmindo Bantu Petani Luwu Cegah Ancaman Gagal Panen
Secara keseluruhan, bantuan tersebut menjangkau sekitar 70 hektare lahan pertanian yang tersebar di Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga, dan Senga Selatan.
Jum'at, 11 Sep 2026 09:24
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
3
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
4
Penikaman di Pantai Seta-seta Tewaskan Satu Warga, Polisi Amankan Terduga Pelaku
5
Karantina Sulsel Tanam 285 Pohon, TPA Antang Didorong Jadi Hutan Kota
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
3
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
4
Penikaman di Pantai Seta-seta Tewaskan Satu Warga, Polisi Amankan Terduga Pelaku
5
Karantina Sulsel Tanam 285 Pohon, TPA Antang Didorong Jadi Hutan Kota