IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur

Selasa, 22 Sep 2026 07:46
IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) terus mengakselerasi ekspansi bisnis maritim dengan perluasan wilayah operasional. Perusahaan Membidik kawasan industri hingga wilayah Indonesia Timur. Foto/Dok IPC
Comment
Share
JAKARTA - Pertumbuhan bisnis jasa maritim tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa besar aktivitas di pelabuhan yang sudah dikelola. Bagi PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), peluang pertumbuhan justru terbuka lebih luas tatkala layanan pemanduan dan penundaan kapal dibawa mendekati pusat-pusat baru aktivitas industri, energi, pertambangan, dan logistik.

Strategi itulah yang kini dijalankan oleh IPCM. Sebagai bagian dari Pelindo Group, perusahaan terus memperluas jangkauan operasional melalui ekspansi wilayah Badan Usaha Pelabuhan (BUP), pengembangan pasar Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), layanan ship-to-ship (STS), hingga penjajakan kerja sama dengan pelaku industri di luar ekosistem Pelindo.

Langkah tersebut bertumpu pada fondasi kinerja yang solid. Sepanjang 2025, IPCM membukukan pendapatan Rp1,475 triliun atau tumbuh 9,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan mencapai Rp196,44 miliar, meningkat 17,74 persen secara tahunan.

Pada periode yang sama, layanan pemanduan dan penundaan menyumbang sekitar 96,75 persen terhadap pendapatan perseroan. IPCM mencatat 101.544 gerakan pemanduan dan produksi penundaan 197.819 jam pelayanan. Realisasi operasional tersebut bahkan melampaui target RKAP, masing-masing 103,26 persen untuk pemanduan dan 113,03 persen untuk penundaan.

Kinerja positif itu menjadi modal bagi IPCM untuk bergerak dari sekadar memperkuat bisnis yang sudah ada menuju pengembangan pasar baru. Perusahaan mengoperasikan 68 kapal tunda, 30 kapal pandu, dan lima kapal kepil. Armada tersebut menopang layanan di 11 pelabuhan umum Pelindo Regional 2, tujuh wilayah pelimpahan BUP IPCM, serta tujuh wilayah kerja sama operasi.

IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur

Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, mengungkapkan ekspansi diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus menangkap kebutuhan baru dalam ekosistem maritim. Pendekatannya dilakukan melalui pertumbuhan organik maupun inorganik, termasuk penguatan pasar eksisting, pengembangan layanan baru, kerja sama strategis, hingga peluang kemitraan dan akuisisi.

"Perusahaan berupaya memperluas jangkauan layanan pada pasar yang telah ada. Di sisi lain, perusahaan juga aktif menjajaki peluang pasar baru di luar wilayah operasional," kata Shanti.

Arah ekspansi tersebut terlihat dari sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pengembangan. IPCM memperluas layanan di Sumatera Selatan melalui kegiatan STS di Perairan Wajib Pandu Kelas I Ambang Luar Sungai Musi. Di Indonesia timur, perusahaan melihat peluang dari pertumbuhan kawasan industri dan komoditas strategis, termasuk melalui penguatan layanan di Laiwui, Halmahera Selatan.

Selain itu, IPCM menjajaki pengembangan pasar STS di Sabang, Aceh, serta peluang penyediaan kapal tunda untuk mendukung kegiatan LNG di Kepulauan Nusa Tenggara. Peluang lainnya mencakup pengembangan layanan di Morowali, Tanjung Carat Palembang, Tarakan, Weda, dan Meulaboh.

Ekspansi juga menyasar terminal milik perusahaan industri. IPCM membuka peluang kerja sama layanan pemanduan dan penundaan dengan sejumlah pemilik terminal khusus serta perusahaan energi, pertambangan, dan logistik. Dengan model ini, pertumbuhan tidak hanya bergantung pada pelabuhan umum, tetapi juga mengikuti persebaran pusat produksi dan distribusi komoditas.

Strategi tersebut sejalan dengan agenda penguatan rantai pasok komoditas strategis nasional. Bersama PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), IPCM mengembangkan peluang layanan yang berkaitan dengan komoditas seperti nikel, tembaga, batubara, dan LNG. Sinergi diarahkan pada penguatan layanan angkutan laut, tunda-pandu, pengelolaan terminal khusus, serta kolaborasi dengan pemilik proyek hilirisasi.

IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur

Direktur Strategi dan Komersial PT Pelindo Jasa Maritim, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, menilai kolaborasi dengan IPCM dapat memperluas peran Pelindo Group dalam rantai logistik energi dan mineral.

“Sinergi dengan IPCM merupakan langkah nyata untuk memastikan Pelindo Jasa Maritim berperan aktif dalam mendukung program hilirisasi. Kami siap memperkuat layanan maritim yang terintegrasi sekaligus membuka ruang kolaborasi strategis dengan BUMN pemilik proyek,” ujar Suhendra.

Bagi IPCM, pengembangan pasar juga berarti memperluas portofolio. Selain jasa pemanduan dan penundaan, perseroan mengembangkan layanan LNG, STS, marine advisory, serta berbagai layanan turunan lainnya.

Modernisasi armada dan digitalisasi marine system menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sekaligus menjaga efisiensi operasional.

Untuk menopang ekspansi tersebut, IPCM menyiapkan belanja modal sekitar Rp74 miliar pada 2026, antara lain untuk penambahan armada kapal baru. Perusahaan juga mengoptimalkan kombinasi armada milik sendiri, armada Pelindo Jasa Maritim, dan kapal sewa atau charter sesuai kebutuhan operasi.

IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur

Ekspansi yang semakin luas tetap membutuhkan pengelolaan risiko yang terukur. Komisaris Utama IPCM RR Dewi Ariyani menilai pertumbuhan aktivitas perdagangan, konektivitas logistik, serta berkembangnya kawasan industri dan energi membuka peluang bagi peningkatan kebutuhan layanan kepelabuhanan.

“Penjajakan pengembangan pasar baru dan kerja sama dengan berbagai pelaku industri di sejumlah wilayah strategis menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperluas portofolio layanan dan meningkatkan peran dalam ekosistem maritim nasional,” kata Dewi.

Namun, Dewi menekankan bahwa ekspansi perlu berjalan beriringan dengan kualitas layanan, hubungan dengan pemangku kepentingan, serta penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko.
Dengan pendekatan tersebut, ekspansi IPCM tidak semata-mata berarti menambah titik operasi. Strateginya adalah mengikuti pergerakan pusat-pusat pertumbuhan baru—dari kawasan industri mineral, energi, terminal khusus hingga jalur transhipment—sekaligus membawa kompetensi marine service Pelindo ke pasar yang lebih luas.

Jika konsisten dijalankan, peta bisnis IPCM berpotensi bergerak dari perusahaan yang kuat di layanan pemanduan dan penundaan menjadi penyedia jasa marine yang semakin terintegrasi. Perluasan wilayah, diversifikasi layanan, penguatan armada, dan kolaborasi lintas pelaku industri menjadi instrumen untuk membangun pertumbuhan yang tidak hanya bertumpu pada volume kapal, tetapi juga pada semakin luasnya ekosistem maritim yang dilayani.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru