Putri Sulung Mantan Rektor UNM Sampaikan Pesan Khusus untuk Prof Hasmyati

Selasa, 22 Sep 2026 08:03
Putri Sulung Mantan Rektor UNM Sampaikan Pesan Khusus untuk Prof Hasmyati
Putri sulung Prof Edy Agussalim Mokodompit Mantan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM/IKIP), yakni Prof Nora S Mokodompit. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Putri sulung Prof Edy Agussalim Mokodompit Mantan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM/IKIP), yakni Prof Nora S Mokodompit menyampaikan pesan khusus untuk Calon Rektor UNM Prof Hasmyati jelang Pemilihan Rektor UNM tahun ini.

Prof Nora S Mokodompit berharap Prof Hasmyati kelak memiliki keberanian untuk membawa perguruan tinggi tersebut kembali ke akar sejarahnya sebagai pencetak pendidik berkualitas dan berkarakter.

Guru besar yang menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Asosiasi Studi Jepang di Indonesia (ASJI) mengenang masa-masa awal berdirinya kampus yang dahulunya bernama IKIP tersebut. Menurutnya, sang ayah punya visi besar mencetak guru-guru terbaik tidak hanya untuk Sulawesi Selatan dan Indonesia, tetapi juga berkelas internasional.

Pada masa itu, kata dia, IKIP Makassar bahkan mendapat kepercayaan menampung mahasiswa titipan dari Malaysia yang ingin belajar menjadi tenaga pendidik. "Bapak menekankan bahwa soft skills dan hard skills harus seimbang. Mendidik manusia yang beretika, berwawasan luas, dan disiplin itu membutuhkan proses panjang. Roh utama perguruan tinggi ini adalah mendidik pendidik, bukan sekadar pengajar," ungkap Prof Nora.

Diketahui Prof Eddy Agussalim Mokodompit menorehkan nama sebagai rektor pertama sekaligus pendiri UNM yang sebelumnya dikenal sebagai IKIP. Ia menjabat selama dua periode antara tahun 1965 hingga 1974.

Dimasa kepemimpinannya, Universitas Negeri Makassar (UNM) yang merupakan kampus baru di Indonesia ini, mampu melejit dengan kualitas sumber daya manusia di peringkat 5 (lima) se-Indonesia, pada era tersebut.

Melihat perkembangan UNM saat ini, Prof Nora tidak memungkiri adanya rasa kecewa atas pergeseran nilai dan identitas kampus. Ia menilai banyak pihak mulai melupakan asas dasar pendirian institusi serta melunturkan marwah seorang pendidik.

Dirinya mengatakan banyak nilai-nilai dasar kependidikan yang mulai ditinggalkan oleh civitas akademika, mskipun kini telah berkembang menjadi universitas dengan pelbagai program studi umum, nilai utama sebagai kampus pencetak pendidik tidak boleh ditanggalkan.

Dia mengatakan, pentingnya mengembalikan prinsip budaya seperti Siri' Na Pacce untuk menjaga harkat, martabat, serta harga diri seorang pendidik.

Untuk itu, menjelang suksesi kepemimpinan di UNM, Prof Nora memberikan dorongan dan doa bagi calon pimpinan yang akan bertarung. Ia secara khusus menyoroti kehadiran Prof Hasmyati sebagai figur calon rektor perempuan yang juga berlatarbelakang Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dan berharap pimpinan terpilih berani membuat terobosan.

"Rektor mendatang diharapkan berani mengembalikan core atau jati diri UNM sebagai benteng pendidikan. Memperbaiki kualitas pendidikan, etika, serta kedisiplinan di lingkungan kampus," katanya.

Selain itu dia mengaku pihak keluarga juga berharap adanya bentuk penghormatan memorial terhadap para pendiri, seperti penamaan gedung bersejarah di kampus.

"Kami berharap pimpinan baru berani menggebrak dan menarik kembali benang merah sejarah. UNM harus berdiri tegak dengan kekhasannya sendiri, berbeda dari universitas lain, karena ruhnya adalah universitas pendidikan," tegasnya.

Diketahui Prof Hasmyati digadang-gadang bakal kembali maju pada Pilrek UNM tahun ini. Apalagi mantan Dekan FIKK dua periode pernah ikut kontestasi pada dua tahun lalu dan mendominasi suara senat.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru