GWC 2026 Bantu Gerakkan Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Senin, 22 Jun 2026 08:48
Suasana kegiatan GWC 2026 di SMCC, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu (21/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Great World Circus 2 On Ice (GWC 2026) kembali hadir di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMCC), Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Pertunjukan hiburan keluarga berskala internasional ini berlangsung mulai 19 Juni hingga 5 Juli 2026 dengan mengusung tema #NewHolidayNewVibe.
Kehadiran GWC 2026 mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Andi Mirna, menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pilihan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Bagus terkait dengan kegiatan yang ada di Kota Makassar, ini kan salah satu hiburan yang juga bisa mendatangkan untuk PAD," ujarnya, Minggu (21/6/2026) malam.
Menurut Andi Mirna, penyelenggaraan acara pada masa libur sekolah menjadi momentum yang tepat karena menghadirkan alternatif rekreasi bagi keluarga tanpa harus bepergian ke luar daerah.
"Apalagi di suasana libur, anak-anak sudah tidak perlu lagi keluar kota, sudah ada hiburan yang masuk ke sini. Jadi tidak perlu lagi biaya yang mahal. Misalnya mau beli tiket pesawat, karena sudah disediakan di Makassar, ini bisa menarik pengunjung dari luar Kota Makassar," jelasnya kepada wartawan.
Ia berharap agenda serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan karena memberi manfaat bagi sektor pariwisata sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.
"Supaya anak-anak juga punya hiburan dan ini juga bisa memberikan kontribusi khususnya pendapatan di PAD," harap Andi Mirna.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Fadel (25), mengaku mengetahui informasi penyelenggaraan GWC 2026 melalui media sosial. Ia kemudian mengajak keluarganya untuk menyaksikan langsung pertunjukan tersebut.
"Awalnya saya tahu ini dari media sosial, jadi saya ajak keluargaku nonton di sini. Seru sekali atraksinya, keren tawwa (sekali) hiburannya," ungkapnya kepada SINDO Makassar.
Fadel mengaku terkesan dengan sejumlah atraksi yang ditampilkan, terutama aksi pengendara motor di dalam kerangkeng besi.
"Kalau saya suka yang atraksi motor di dalam kerangkeng sambil putar-putar, dan yang plot twistnya (fakta mengejutkan) adalah dari empat pengendara motor itu tiga di antaranya perempuan. Ada juga penampilan badut yang lucu, jadi penonton tidak bosan nonton ini acara," kuncinya.
Sebagai informasi, penyelenggaraan GWC 2026 merupakan lanjutan dari kesuksesan perhelatan tahun sebelumnya yang berhasil menarik hampir 37.000 pengunjung. Tahun ini, acara tersebut kembali digelar melalui kolaborasi Vietarra Group Entertainment dan Summarecon Mutiara Makassar.
Pertunjukan ini memadukan aksi akrobatik kelas dunia dengan wahana bertema musim dingin yang dirancang khusus untuk mengisi masa liburan sekolah. Para penampil profesional yang terlibat berasal dari berbagai negara, antara lain Brasil, Inggris, Irlandia, Rusia, dan Ukraina.
Kehadiran GWC 2026 mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Andi Mirna, menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pilihan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Bagus terkait dengan kegiatan yang ada di Kota Makassar, ini kan salah satu hiburan yang juga bisa mendatangkan untuk PAD," ujarnya, Minggu (21/6/2026) malam.
Menurut Andi Mirna, penyelenggaraan acara pada masa libur sekolah menjadi momentum yang tepat karena menghadirkan alternatif rekreasi bagi keluarga tanpa harus bepergian ke luar daerah.
"Apalagi di suasana libur, anak-anak sudah tidak perlu lagi keluar kota, sudah ada hiburan yang masuk ke sini. Jadi tidak perlu lagi biaya yang mahal. Misalnya mau beli tiket pesawat, karena sudah disediakan di Makassar, ini bisa menarik pengunjung dari luar Kota Makassar," jelasnya kepada wartawan.
Ia berharap agenda serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan karena memberi manfaat bagi sektor pariwisata sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.
"Supaya anak-anak juga punya hiburan dan ini juga bisa memberikan kontribusi khususnya pendapatan di PAD," harap Andi Mirna.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Fadel (25), mengaku mengetahui informasi penyelenggaraan GWC 2026 melalui media sosial. Ia kemudian mengajak keluarganya untuk menyaksikan langsung pertunjukan tersebut.
"Awalnya saya tahu ini dari media sosial, jadi saya ajak keluargaku nonton di sini. Seru sekali atraksinya, keren tawwa (sekali) hiburannya," ungkapnya kepada SINDO Makassar.
Fadel mengaku terkesan dengan sejumlah atraksi yang ditampilkan, terutama aksi pengendara motor di dalam kerangkeng besi.
"Kalau saya suka yang atraksi motor di dalam kerangkeng sambil putar-putar, dan yang plot twistnya (fakta mengejutkan) adalah dari empat pengendara motor itu tiga di antaranya perempuan. Ada juga penampilan badut yang lucu, jadi penonton tidak bosan nonton ini acara," kuncinya.
Sebagai informasi, penyelenggaraan GWC 2026 merupakan lanjutan dari kesuksesan perhelatan tahun sebelumnya yang berhasil menarik hampir 37.000 pengunjung. Tahun ini, acara tersebut kembali digelar melalui kolaborasi Vietarra Group Entertainment dan Summarecon Mutiara Makassar.
Pertunjukan ini memadukan aksi akrobatik kelas dunia dengan wahana bertema musim dingin yang dirancang khusus untuk mengisi masa liburan sekolah. Para penampil profesional yang terlibat berasal dari berbagai negara, antara lain Brasil, Inggris, Irlandia, Rusia, dan Ukraina.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Komisi A DPRD Makassar Siapkan Tiga Langkah Kawal Kelurahan Sadar HAM
Komisi A DPRD Kota Makassar menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengawal program Kelurahan Sadar Hak Asasi Manusia (HAM) agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Selasa, 11 Agu 2026 07:31
Sulsel
Kementerian HAM Rekrut Warga Lokal Jadi Penggerak HAM di Makassar
Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia menjadikan Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso dan Kelurahan Kaluku Badoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, sebagai pilot project Desa Sadar HAM.
Senin, 10 Agu 2026 13:42
News
Pemkot Makassar Targetkan Administrasi Transisi Proyek PSEL Rampung 2 Pekan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan penyelesaian administrasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam waktu dua pekan. Langkah ini menjadi bagian dari proses transisi proyek dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 menuju Perpres Nomor 109.
Sabtu, 08 Agu 2026 10:08
Makassar City
Pencurian Meteran Air Ganggu Pendapatan dan Layanan PDAM Makassar
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengungkap maraknya pencurian meteran air di sejumlah wilayah Kota Makassar. Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan sekaligus pendapatan perusahaan.
Jum'at, 07 Agu 2026 06:22
Makassar City
Perumda Air Minum Makassar Gelar Tausiah, Perkuat Semangat Pengabdian Pegawai
Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kegiatan tausiah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perumda Air Minum Kota Makassar, Kamis (6/8/2026).
Kamis, 06 Agu 2026 17:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi
3
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
4
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
5
Hilang Sejak Juli 2024, Jasad Mitha Wanita Asal Wajo Akhirnya Ditemukan di Jurang Morowali
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi
3
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
4
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
5
Hilang Sejak Juli 2024, Jasad Mitha Wanita Asal Wajo Akhirnya Ditemukan di Jurang Morowali