Pemkot Makassar–BBPOM Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan
Jum'at, 09 Jan 2026 17:08
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama BBPOM di Balai Kota, Kamis (8/1/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar memperkuat komitmen melindungi kesehatan masyarakat melalui sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar, Kamis (8/1/2026).
Penguatan kerja sama ini bertujuan memastikan obat dan makanan yang beredar aman, bermutu, dan layak konsumsi, sekaligus menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, mengatakan pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi dan penguatan koordinasi dengan Pemkot Makassar.
“Serta menjamin keamanan, mutu, dan perlindungan kesehatan masyarakat. Ini silaturahmi, juga menjajaki komitmen dalam hal pengawasan obat dan makanan di Kota Makassar,” ujarnya.
Ia menegaskan pengawasan obat dan makanan merupakan isu strategis yang berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Ketika kita berbicara tentang obat dan makanan, ini sangat penting dan strategis, karena menyangkut kesehatan, ekonomi, dan aspek kehidupan lainnya. Untuk memastikan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat, tentu BBPOM tidak bisa bekerja sendiri,” jelasnya.
Yosef menyebut BBPOM memiliki sejumlah program keamanan pangan yang dapat disinergikan dengan Pemkot Makassar, mulai dari sekolah, keluarga, hingga pasar komunitas.
“Fokus kami adalah bagaimana menanamkan kesadaran terkait keamanan pangan sejak dini, mulai dari anak-anak, keluarga, hingga masyarakat luas,” tuturnya.
Dalam pertemuan itu, Yosef juga menyoroti persoalan resistensi antimikroba dan mengapresiasi langkah Pemkot Makassar yang menerbitkan Surat Edaran penggunaan antibiotik secara rasional.
“Dampaknya sangat berbahaya, mulai dari perawatan yang lebih lama di rumah sakit, peningkatan biaya kesehatan, hingga risiko kematian akibat infeksi berat seperti sepsis yang sudah tidak mempan diobati,” tegasnya.
Di sektor ekonomi, BBPOM Makassar menyatakan siap mendukung penguatan UMKM, khususnya mendorong pelaku usaha agar memiliki izin edar BPOM.
“Saat ini, jumlah pelaku usaha di Kota Makassar yang memiliki izin edar BPOM masih tergolong rendah,” terangnya.
BBPOM juga menyediakan pendampingan perizinan, pengujian produk, serta keringanan biaya, dan siap mendukung keamanan pangan pada program makan gratis.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas OPD bersama BBPOM.
“Kami memang membutuhkan banyak dukungan, semua bergantung pada bagaimana kolaborasi di tingkat OPD,” katanya.
Munafri juga menekankan kewajiban sertifikat sanitasi dan higienitas bagi UMKM kuliner serta pentingnya edukasi penggunaan obat secara rasional.
“Kami berharap BBPOM bisa benar-benar bersama kita untuk mencegah hal-hal ini,” pungkasnya.
Penguatan kerja sama ini bertujuan memastikan obat dan makanan yang beredar aman, bermutu, dan layak konsumsi, sekaligus menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, mengatakan pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi dan penguatan koordinasi dengan Pemkot Makassar.
“Serta menjamin keamanan, mutu, dan perlindungan kesehatan masyarakat. Ini silaturahmi, juga menjajaki komitmen dalam hal pengawasan obat dan makanan di Kota Makassar,” ujarnya.
Ia menegaskan pengawasan obat dan makanan merupakan isu strategis yang berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Ketika kita berbicara tentang obat dan makanan, ini sangat penting dan strategis, karena menyangkut kesehatan, ekonomi, dan aspek kehidupan lainnya. Untuk memastikan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat, tentu BBPOM tidak bisa bekerja sendiri,” jelasnya.
Yosef menyebut BBPOM memiliki sejumlah program keamanan pangan yang dapat disinergikan dengan Pemkot Makassar, mulai dari sekolah, keluarga, hingga pasar komunitas.
“Fokus kami adalah bagaimana menanamkan kesadaran terkait keamanan pangan sejak dini, mulai dari anak-anak, keluarga, hingga masyarakat luas,” tuturnya.
Dalam pertemuan itu, Yosef juga menyoroti persoalan resistensi antimikroba dan mengapresiasi langkah Pemkot Makassar yang menerbitkan Surat Edaran penggunaan antibiotik secara rasional.
“Dampaknya sangat berbahaya, mulai dari perawatan yang lebih lama di rumah sakit, peningkatan biaya kesehatan, hingga risiko kematian akibat infeksi berat seperti sepsis yang sudah tidak mempan diobati,” tegasnya.
Di sektor ekonomi, BBPOM Makassar menyatakan siap mendukung penguatan UMKM, khususnya mendorong pelaku usaha agar memiliki izin edar BPOM.
“Saat ini, jumlah pelaku usaha di Kota Makassar yang memiliki izin edar BPOM masih tergolong rendah,” terangnya.
BBPOM juga menyediakan pendampingan perizinan, pengujian produk, serta keringanan biaya, dan siap mendukung keamanan pangan pada program makan gratis.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas OPD bersama BBPOM.
“Kami memang membutuhkan banyak dukungan, semua bergantung pada bagaimana kolaborasi di tingkat OPD,” katanya.
Munafri juga menekankan kewajiban sertifikat sanitasi dan higienitas bagi UMKM kuliner serta pentingnya edukasi penggunaan obat secara rasional.
“Kami berharap BBPOM bisa benar-benar bersama kita untuk mencegah hal-hal ini,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Andi Hadi Sebut Usulan Musrenbang Berulang Dipicu Perbaikan Infrastruktur Tak Tuntas
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menilai pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan masih bersifat monoton.
Selasa, 20 Jan 2026 22:54
Makassar City
Mulai 2026, Pemkot Makassar Wajibkan Pengembang Serahkan PSU di Awal
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bakal menerapkan akan mengubah kebijakan tata kelola pengembang, dengan mewajibkan penyerahan PSU di awal proses pembangunan.
Selasa, 20 Jan 2026 08:07
Sulsel
Wali Kota Appi Tegaskan Masjid Harus Legal, Bersih dan Berfungsi Sosial
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya pengelolaan masjid yang profesional, memiliki legalitas wakaf yang jelas, menjaga kebersihan, serta berfungsi sebagai pusat pelayanan sosial
Senin, 19 Jan 2026 08:52
Makassar City
Pemkot Makassar Mulai Tahap Pembebasan Lahan Jembatan Baru Barombong
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai merealisasikan langkah pembangunan jembatan kembar Barombong di ruas (sisi kanan) jembatan di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate.
Sabtu, 17 Jan 2026 15:29
News
Pemkot Makassar Tegaskan Pengakhiran PKS Pusat Niaga Daya Harus Bebas Risiko Hukum
Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmen untuk segera menuntaskan pengakhiran Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Kalla Inti Karsa (KIK) terkait pengelolaan Pusat Niaga Daya.
Jum'at, 16 Jan 2026 15:31
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar