UMI Gelar Wisuda Pertama 2026, Berlangsung 3 Hari dengan 3.024 Lulusan
Kamis, 16 Apr 2026 14:16
Suasana hari pertama wisuda UMI periode 2026 di Phinisi Ballroom, Claro Hotel Makassar, Kamis (16/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar wisuda Diploma, Sarjana, Profesi Magister, dan Doktor Periode 2026. Agenda ini berlangsung di Phinisi Ballroom, Claro Hotel Makassar.
Pada periode wisuda ini, UMI mewisuda 3.024 lulusan dalam tiga hari pelaksanaan. Khusus hari pertama, jumlah lulusan mencapai 1.099 orang, terdiri atas 661 lulusan program sarjana dan profesi serta 438 lulusan program pascasarjana.
Hari pertama ini juga menampilkan kekuatan akademik lanjutan UMI, dengan kontribusi lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Profesi Akuntan, Fakultas Hukum, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, serta 16 program studi di Pascasarjana UMI.
Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, menegaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan bahwa UMI tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga memperkuat pendidikan profesi dan pascasarjana sebagai pusat keunggulan ilmu.
"Wisuda adalah pertemuan antara air mata orang tua, kesabaran anak, pengorbanan keluarga, dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang akhirnya menjelma menjadi gelar," ucapnya, Kamis (16/4/2026).
Tidak hanya itu, Prof Hambali Thalib juga memaparkan kekuatan kelembagaan UMI. Hingga saat ini, kata dia, UMI telah memiliki 142.995 alumni dan 117 guru besar, yang menempatkan UMI sebagai perguruan tinggi swasta dengan guru besar terbanyak di Indonesia.
"UMI sebagai kampus pertama, baik negeri maupun swasta di luar Pulau Jawa, yang meraih akreditasi Unggul. Selain itu, UMI saat ini memiliki 67 program studi pada berbagai jenjang, dengan sekitar 50 persen terakreditasi Unggul dan A," paparnya.
Guru Besar Fakultas Hukum UMI itu membeberkan, pihaknya juga terus memperluas pengembangan akademik. Beberapa capaian terbaru antara lain pembukaan Program Magister Teknik Industri yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia Timur, pembukaan Program Magister Kenotariatan sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia Timur.
"Serta pengembangan sejumlah program baru seperti Pendidikan Profesi Guru Agama, Doktor Teknik Kimia atau Rekayasa Kimia, Doktor Teknik Sipil, hingga rencana pembukaan Magister Biomedik dan sejumlah program spesialis di Fakultas Kedokteran," bebernya.
Pada level nasional dan global, lanjut dia, UMI juga menegaskan posisinya sebagai kampus yang terus bertumbuh, serta UMI memiliki 16 mahasiswa asing yang tersebar pada 12 program studi, termasuk mahasiswa dari Palestina di Fakultas Kedokteran, serta seorang mahasiswa dari Aljazair yang menyelesaikan studi Doktor Ilmu Hukum pada hari pertama wisuda.
"UMI juga tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta di luar Pulau Jawa yang memperoleh kesempatan menyelenggarakan Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang, dengan 35 calon mahasiswa internasional yang telah mendaftar dari berbagai negara," sebutnya.
Ia juga menyampaikan capaian UMI dalam berbagai pemeringkatan tahun 2026. Tercatat, UMI berada pada peringkat 66 nasional versi Webometrics dan menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di kawasan timur Indonesia, peringkat 114 nasional dan 2.999 Asia versi EduRank, serta peringkat 73 nasional versi UniRanks.
"UMI meraih 85 judul nasional Program Bantuan Insentif Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026, terdiri atas 54 penelitian dan 31 pengabdian kepada masyarakat. Capaian itu menegaskan bahwa riset dosen UMI tidak berhenti pada publikasi, tetapi menjadi solusi nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Di balik toga dan ijazah yang dibawa pulang oleh wisudawan, Prof Hambali Thalib menitipkan pesan agar para wisudawan senantiasa mengutamakan bakti dan rasa hormat yang tulus kepada orang tua mereka.
"UMI akan terus membuka akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat melalui berbagai skema beasiswa, sebagai wujud komitmen bahwa kampus yang hebat adalah kampus yang tidak membiarkan keadaan mematikan harapan," tutupnya.
Semenatara, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, berharap para wisudawan mampu bertransformasi menjadi pemimpin perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
"Gelar yang kamu bawa dan kamu tulis di depan namamu ini adalah nilai akademik, nilai akhlak, dan tanggung jawabmu sebagai orang-orang yang senantiasa mengingat Allah, yang memadukan antara zikir dan pikir dalam setiap aktivitas untuk kemaslahatan diri dan orang lain," harapnya.
Sedangkan, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sultanbatara), Dr Andi Lukman, mengingatkan para lulusan agar melangkah dengan penuh percaya diri dan rendah hati, serta tidak pernah berhenti belajar meski telah menyelesaikan jenjang pendidikan formal.
"Jadilah generasi yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu membawa manfaat bagi orang lain. Karena orang hebat itu adalah orang yang bermanfaat untuk sekitarnya," pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya bagi para lulusan untuk terus belajar dan tidak cepat puas guna menghadapi perubahan zaman yang dinamis.
"Para wisudawan sekalian harus memegang teguh nilai karakter dan integritas. Sehingga adik-adik wisudawan sekalian sebagai lulusan perguruan tinggi ini, ilmu yang tinggi harus dibarengi dengan akhlak yang mulia. Integritas adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan," ucapnya dalam sambutan.
Sebagai informasi, secara keseluruhan, pada periode ini, UMI telah meluluskan 2.030 sarjana strata satu, 545 lulusan pendidikan profesi, 372 magister, 66 doktor, dan 11 diploma tiga. Menurut Rektor, angka itu bukan sekadar statistik, tetapi penanda bahwa UMI sedang melahirkan ribuan agen perubahan dan pemimpin masa depan negeri.
Pada periode wisuda ini, UMI mewisuda 3.024 lulusan dalam tiga hari pelaksanaan. Khusus hari pertama, jumlah lulusan mencapai 1.099 orang, terdiri atas 661 lulusan program sarjana dan profesi serta 438 lulusan program pascasarjana.
Hari pertama ini juga menampilkan kekuatan akademik lanjutan UMI, dengan kontribusi lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Profesi Akuntan, Fakultas Hukum, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, serta 16 program studi di Pascasarjana UMI.
Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, menegaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan bahwa UMI tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga memperkuat pendidikan profesi dan pascasarjana sebagai pusat keunggulan ilmu.
"Wisuda adalah pertemuan antara air mata orang tua, kesabaran anak, pengorbanan keluarga, dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang akhirnya menjelma menjadi gelar," ucapnya, Kamis (16/4/2026).
Tidak hanya itu, Prof Hambali Thalib juga memaparkan kekuatan kelembagaan UMI. Hingga saat ini, kata dia, UMI telah memiliki 142.995 alumni dan 117 guru besar, yang menempatkan UMI sebagai perguruan tinggi swasta dengan guru besar terbanyak di Indonesia.
"UMI sebagai kampus pertama, baik negeri maupun swasta di luar Pulau Jawa, yang meraih akreditasi Unggul. Selain itu, UMI saat ini memiliki 67 program studi pada berbagai jenjang, dengan sekitar 50 persen terakreditasi Unggul dan A," paparnya.
Guru Besar Fakultas Hukum UMI itu membeberkan, pihaknya juga terus memperluas pengembangan akademik. Beberapa capaian terbaru antara lain pembukaan Program Magister Teknik Industri yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia Timur, pembukaan Program Magister Kenotariatan sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia Timur.
"Serta pengembangan sejumlah program baru seperti Pendidikan Profesi Guru Agama, Doktor Teknik Kimia atau Rekayasa Kimia, Doktor Teknik Sipil, hingga rencana pembukaan Magister Biomedik dan sejumlah program spesialis di Fakultas Kedokteran," bebernya.
Pada level nasional dan global, lanjut dia, UMI juga menegaskan posisinya sebagai kampus yang terus bertumbuh, serta UMI memiliki 16 mahasiswa asing yang tersebar pada 12 program studi, termasuk mahasiswa dari Palestina di Fakultas Kedokteran, serta seorang mahasiswa dari Aljazair yang menyelesaikan studi Doktor Ilmu Hukum pada hari pertama wisuda.
"UMI juga tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta di luar Pulau Jawa yang memperoleh kesempatan menyelenggarakan Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang, dengan 35 calon mahasiswa internasional yang telah mendaftar dari berbagai negara," sebutnya.
Ia juga menyampaikan capaian UMI dalam berbagai pemeringkatan tahun 2026. Tercatat, UMI berada pada peringkat 66 nasional versi Webometrics dan menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di kawasan timur Indonesia, peringkat 114 nasional dan 2.999 Asia versi EduRank, serta peringkat 73 nasional versi UniRanks.
"UMI meraih 85 judul nasional Program Bantuan Insentif Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026, terdiri atas 54 penelitian dan 31 pengabdian kepada masyarakat. Capaian itu menegaskan bahwa riset dosen UMI tidak berhenti pada publikasi, tetapi menjadi solusi nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Di balik toga dan ijazah yang dibawa pulang oleh wisudawan, Prof Hambali Thalib menitipkan pesan agar para wisudawan senantiasa mengutamakan bakti dan rasa hormat yang tulus kepada orang tua mereka.
"UMI akan terus membuka akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat melalui berbagai skema beasiswa, sebagai wujud komitmen bahwa kampus yang hebat adalah kampus yang tidak membiarkan keadaan mematikan harapan," tutupnya.
Semenatara, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, berharap para wisudawan mampu bertransformasi menjadi pemimpin perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
"Gelar yang kamu bawa dan kamu tulis di depan namamu ini adalah nilai akademik, nilai akhlak, dan tanggung jawabmu sebagai orang-orang yang senantiasa mengingat Allah, yang memadukan antara zikir dan pikir dalam setiap aktivitas untuk kemaslahatan diri dan orang lain," harapnya.
Sedangkan, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sultanbatara), Dr Andi Lukman, mengingatkan para lulusan agar melangkah dengan penuh percaya diri dan rendah hati, serta tidak pernah berhenti belajar meski telah menyelesaikan jenjang pendidikan formal.
"Jadilah generasi yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu membawa manfaat bagi orang lain. Karena orang hebat itu adalah orang yang bermanfaat untuk sekitarnya," pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya bagi para lulusan untuk terus belajar dan tidak cepat puas guna menghadapi perubahan zaman yang dinamis.
"Para wisudawan sekalian harus memegang teguh nilai karakter dan integritas. Sehingga adik-adik wisudawan sekalian sebagai lulusan perguruan tinggi ini, ilmu yang tinggi harus dibarengi dengan akhlak yang mulia. Integritas adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan," ucapnya dalam sambutan.
Sebagai informasi, secara keseluruhan, pada periode ini, UMI telah meluluskan 2.030 sarjana strata satu, 545 lulusan pendidikan profesi, 372 magister, 66 doktor, dan 11 diploma tiga. Menurut Rektor, angka itu bukan sekadar statistik, tetapi penanda bahwa UMI sedang melahirkan ribuan agen perubahan dan pemimpin masa depan negeri.
(MAN)
Berita Terkait
News
UMI-Kemenhaj Sulsel Bahas Rencana Kerja Sama Layanan Kesehatan Jamaah
Pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan silaturrahim dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, HM Ikbal Ismail, di Kantor Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulsel, Kompleks Asrama Haji Sudiang
Rabu, 26 Agu 2026 15:09
News
UMI Bangun IT Center Lima Lantai, Ditargetkan Rampung 2028
UMI memulai pembangunan Pusat Gedung IT Center atau UMI Connection di Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar, Rabu (26/8/2026). Pembangunan gedung lima lantai tersebut ditargetkan rampung pada 2028.
Rabu, 26 Agu 2026 14:36
News
UKI Paulus & UMI Makassar Kembangkan Penangkaran Kedelai Adaptif Iklim di Desa Jenetaesa
Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) bersama Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menerapkan model penangkaran kedelai adaptif perubahan iklim di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
Senin, 24 Agu 2026 22:40
News
Kampus Berdampak Bukan Sekadar Slogan, UMI Buktikan dengan Aksi Kemanusiaan di NTT
Apa arti Kampus Berdampak ketika masyarakat sedang menghadapi bencana? Bagi Universitas Muslim Indonesia (UMI), jawabannya bukan pada slogan, melainkan pada apa yang bisa dilakukan ketika masyarakat membutuhkan.
Kamis, 20 Agu 2026 11:53
News
YBM PLN UIP Sulawesi Bantu 15 Mahasiswa FPIK UMI
Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerima bantuan pendidikan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Sulawesi.
Rabu, 19 Agu 2026 15:44
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
PLN & Kejaksaan Perkuat Pengawalan Hukum Proyek Kelistrikan di Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
PLN & Kejaksaan Perkuat Pengawalan Hukum Proyek Kelistrikan di Sulsel