ITB Nobel Indonesia Gelar Pelatihan CV ATS dan Teknik Wawancara bagi Calon Lulusan
Sabtu, 30 Mei 2026 11:34
Wakil Direktur LPK Lunarica, Seftian Hidayat membekali mahasiswa serta calon lulusan menghadapi dunia kerja. Foto: Istimewa
MAKASSAR - ITB Nobel Indonesia menggelar workshop pembuatan Curriculum Vitae (CV) profesional dan teknik wawancara efektif untuk membekali mahasiswa serta calon lulusan menghadapi dunia kerja.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Nobel Convention Center, Jalan Sultan Alauddin, Jumat (29/5), menghadirkan praktisi yang berpengalaman di bidang pengembangan sumber daya manusia.
Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Wakil Direktur LPK Lunarica, Seftian Hidayat, S.E., M.M., CP. EMS. Ia membagikan strategi penyusunan CV dan persiapan menghadapi proses rekrutmen kepada peserta.
Dalam pemaparannya, Seftian menjelaskan bahwa salah satu faktor penting agar berkas lamaran lolos seleksi administrasi adalah memahami jenis CV yang digunakan. Menurutnya, CV perlu disesuaikan dengan skala perusahaan yang menjadi tujuan pelamar.
"CV klasik atau konvensional biasanya cocok untuk melamar di UMKM atau usaha mikro dengan omzet sekitar Rp5–10 juta per bulan, seperti usaha sari laut. Jenis ini juga masih efektif untuk usaha skala kecil dengan omzet Rp10–200 juta, maupun usaha menengah dengan omzet Rp200 juta hingga Rp2 miliar," ujar Seftian.
Ia menjelaskan bahwa pada perusahaan skala mikro hingga menengah, proses seleksi dokumen umumnya masih dilakukan secara manual.
"Karena yang mengecek masih manusia, mereka biasanya melihat foto dan tampilan visualnya. Ini termasuk jenis CV klasik yang saya pribadi sukai saat menyeleksi pelamar," tuturnya.
Namun, Seftian mengingatkan bahwa pelamar yang menargetkan perusahaan besar perlu menyesuaikan format CV yang digunakan. Menurutnya, perusahaan besar umumnya memanfaatkan sistem Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring ribuan lamaran yang masuk.
"Untuk korporasi besar, pelamar wajib menggunakan CV ATS-friendly karena yang menyeleksi bukan lagi manusia, melainkan mesin. Di sini, tidak perlu banyak warna atau foto. Yang paling penting adalah kesesuaian data dengan posisi yang dilamar. Di aplikasi seperti Canva sudah banyak polanya. Usul saya, pelamar sebaiknya menyiapkan dua versi CV, yaitu versi klasik dan versi ATS," jelas Wakil Direktur LPK Lunarica tersebut.
Selain membahas penyusunan CV, Seftian juga memberikan motivasi kepada peserta terkait tantangan yang akan dihadapi setelah memasuki dunia kerja. Ia mengingatkan agar calon lulusan mempersiapkan diri dengan baik dan tidak terkejut ketika ekspektasi yang dimiliki berbeda dengan kondisi di lapangan.
Menutup sesi pemaparannya, Seftian membagikan pandangannya mengenai faktor yang mendukung kesuksesan dalam berkarier.
"Rumus kesuksesan itu cuma dua, yaitu bertemunya persiapan dan kesempatan. Sebelum momentum atau kesempatan itu datang, persiapkan diri Anda sebaik mungkin. Hal yang bisa kita kendalikan sepenuhnya adalah persiapan kita sendiri, sedangkan kapan kesempatan itu datang, tidak ada yang tahu. Itulah yang membuat saya sukses; sebelum mulai bekerja, saya sudah mengasah keterampilan yang dibutuhkan oleh industri," pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Nobel Convention Center, Jalan Sultan Alauddin, Jumat (29/5), menghadirkan praktisi yang berpengalaman di bidang pengembangan sumber daya manusia.
Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Wakil Direktur LPK Lunarica, Seftian Hidayat, S.E., M.M., CP. EMS. Ia membagikan strategi penyusunan CV dan persiapan menghadapi proses rekrutmen kepada peserta.
Dalam pemaparannya, Seftian menjelaskan bahwa salah satu faktor penting agar berkas lamaran lolos seleksi administrasi adalah memahami jenis CV yang digunakan. Menurutnya, CV perlu disesuaikan dengan skala perusahaan yang menjadi tujuan pelamar.
"CV klasik atau konvensional biasanya cocok untuk melamar di UMKM atau usaha mikro dengan omzet sekitar Rp5–10 juta per bulan, seperti usaha sari laut. Jenis ini juga masih efektif untuk usaha skala kecil dengan omzet Rp10–200 juta, maupun usaha menengah dengan omzet Rp200 juta hingga Rp2 miliar," ujar Seftian.
Ia menjelaskan bahwa pada perusahaan skala mikro hingga menengah, proses seleksi dokumen umumnya masih dilakukan secara manual.
"Karena yang mengecek masih manusia, mereka biasanya melihat foto dan tampilan visualnya. Ini termasuk jenis CV klasik yang saya pribadi sukai saat menyeleksi pelamar," tuturnya.
Namun, Seftian mengingatkan bahwa pelamar yang menargetkan perusahaan besar perlu menyesuaikan format CV yang digunakan. Menurutnya, perusahaan besar umumnya memanfaatkan sistem Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring ribuan lamaran yang masuk.
"Untuk korporasi besar, pelamar wajib menggunakan CV ATS-friendly karena yang menyeleksi bukan lagi manusia, melainkan mesin. Di sini, tidak perlu banyak warna atau foto. Yang paling penting adalah kesesuaian data dengan posisi yang dilamar. Di aplikasi seperti Canva sudah banyak polanya. Usul saya, pelamar sebaiknya menyiapkan dua versi CV, yaitu versi klasik dan versi ATS," jelas Wakil Direktur LPK Lunarica tersebut.
Selain membahas penyusunan CV, Seftian juga memberikan motivasi kepada peserta terkait tantangan yang akan dihadapi setelah memasuki dunia kerja. Ia mengingatkan agar calon lulusan mempersiapkan diri dengan baik dan tidak terkejut ketika ekspektasi yang dimiliki berbeda dengan kondisi di lapangan.
Menutup sesi pemaparannya, Seftian membagikan pandangannya mengenai faktor yang mendukung kesuksesan dalam berkarier.
"Rumus kesuksesan itu cuma dua, yaitu bertemunya persiapan dan kesempatan. Sebelum momentum atau kesempatan itu datang, persiapkan diri Anda sebaik mungkin. Hal yang bisa kita kendalikan sepenuhnya adalah persiapan kita sendiri, sedangkan kapan kesempatan itu datang, tidak ada yang tahu. Itulah yang membuat saya sukses; sebelum mulai bekerja, saya sudah mengasah keterampilan yang dibutuhkan oleh industri," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Mahir Abadikan Gambar via Gawai, Mahasiswa Nobel Indonesia Juara Lomba Fotografi
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) ITB Nobel Indonesia, Muh. Andi Ishak, meraih prestasi pada lomba fotografi yang diselenggarakan Vivo X300 Ultra.
Selasa, 14 Jul 2026 21:18
Makassar City
ITB Nobel Bawa Filosofi Mobile Legends ke Panggung Wisuda
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia mewisuda 252 lulusan program sarjana dan magister pada Wisuda Sarjana ke-XXIV dan Pascasarjana ke-XVII yang digelar di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Rabu (17/6/2026).
Rabu, 17 Jun 2026 19:10
News
Alumni Dorong Mahasiswa ITB Nobel Melek Legalitas Usaha
Kolaborasi antara pemerintah dan wirausaha muda dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selasa, 14 Apr 2026 07:06
Makassar City
Di Seminar Nasional HMA Nobel, Peserta ASC ke-14 Diperingatkan Tak Andalkan AI
Menjelang pelaksanaan Accounting Smart Challenge (ASC) musim ke-14, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menggelar Seminar Nasional, Kamis (9/4).
Kamis, 09 Apr 2026 19:28
Makassar City
Pascasarjana Nobel Indonesia Sesuaikan RPS dengan Perkembangan Dunia Kerja
Fakultas Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Review dan Sinkronisasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS)” pada Selasa (31/1).
Jum'at, 03 Apr 2026 13:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Senyum Polisi hingga Dokter Cilik Warnai MPLS SIT Alif Cendekia Gowa
2
Kuota Haji 2027 Kabupaten Maros Capai 453 Orang, Baru 90% yang Melapor
3
HNSI Sulsel Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga BBM Nelayan
4
Himatik FT-UNM Resmi Buka Ice Sport 2026, Diikuti 22 Kelas JTIK
5
Bupati Gowa Husniah Talenrang Tinggalkan Sidang Hak Angket di DPRD
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Senyum Polisi hingga Dokter Cilik Warnai MPLS SIT Alif Cendekia Gowa
2
Kuota Haji 2027 Kabupaten Maros Capai 453 Orang, Baru 90% yang Melapor
3
HNSI Sulsel Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga BBM Nelayan
4
Himatik FT-UNM Resmi Buka Ice Sport 2026, Diikuti 22 Kelas JTIK
5
Bupati Gowa Husniah Talenrang Tinggalkan Sidang Hak Angket di DPRD