HNSI Sulsel Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga BBM Nelayan
Selasa, 14 Jul 2026 14:23
Ketua DPD HNSI Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan mengapresiasi kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menetapkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) khusus bagi nelayan. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat nelayan sekaligus upaya memperkuat sektor perikanan nasional.
Ketua DPD HNSI Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras, mengatakan penurunan harga BBM akan mengurangi beban biaya operasional yang selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam aktivitas penangkapan ikan.
Berdasarkan kebijakan pemerintah, kapal perikanan di bawah 30 Gross Ton (GT) memperoleh BBM bersubsidi dengan harga Rp6.800 per liter. Sementara itu, kapal perikanan berukuran 30 GT hingga 200 GT mendapatkan harga khusus Rp15.000 per liter, turun dari harga sebelumnya sebesar Rp21.300 per liter.
Menurut Andi Iwan, kebijakan tersebut akan meningkatkan efisiensi biaya operasional, memperkuat daya saing usaha perikanan tangkap, serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan.
"HNSI Sulawesi Selatan mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo yang telah menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada nelayan. BBM merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas penangkapan ikan. Penurunan harga ini akan memberikan ruang bagi nelayan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan mereka," ujarnya.
HNSI Sulawesi Selatan juga menilai kebijakan tersebut berpotensi menjaga stabilitas pasokan hasil perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Meski demikian, organisasi nelayan tersebut berharap implementasi kebijakan dapat berjalan efektif di seluruh daerah sehingga seluruh nelayan yang berhak memperoleh akses BBM dengan mudah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
DPD HNSI Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mengawal berbagai kebijakan yang mendukung kemajuan sektor kelautan dan perikanan serta peningkatan kesejahteraan nelayan Indonesia.
Ketua DPD HNSI Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras, mengatakan penurunan harga BBM akan mengurangi beban biaya operasional yang selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam aktivitas penangkapan ikan.
Berdasarkan kebijakan pemerintah, kapal perikanan di bawah 30 Gross Ton (GT) memperoleh BBM bersubsidi dengan harga Rp6.800 per liter. Sementara itu, kapal perikanan berukuran 30 GT hingga 200 GT mendapatkan harga khusus Rp15.000 per liter, turun dari harga sebelumnya sebesar Rp21.300 per liter.
Menurut Andi Iwan, kebijakan tersebut akan meningkatkan efisiensi biaya operasional, memperkuat daya saing usaha perikanan tangkap, serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan.
"HNSI Sulawesi Selatan mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo yang telah menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada nelayan. BBM merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas penangkapan ikan. Penurunan harga ini akan memberikan ruang bagi nelayan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan mereka," ujarnya.
HNSI Sulawesi Selatan juga menilai kebijakan tersebut berpotensi menjaga stabilitas pasokan hasil perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Meski demikian, organisasi nelayan tersebut berharap implementasi kebijakan dapat berjalan efektif di seluruh daerah sehingga seluruh nelayan yang berhak memperoleh akses BBM dengan mudah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
DPD HNSI Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mengawal berbagai kebijakan yang mendukung kemajuan sektor kelautan dan perikanan serta peningkatan kesejahteraan nelayan Indonesia.
(TRI)
Berita Terkait
News
Atasi Antrean BBM di Pettarani, Pertamina Tambah Pasokan hingga 15 Persen
Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Makassar dan wilayah sekitarnya tetap aman dan terjaga.
Kamis, 27 Agu 2026 20:04
Sulsel
Antisipasi Antrean, Pertamina Tambah Stok BBM di Bone
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah alokasi BBM sekitar 10–15 persen dari rata-rata penyaluran harian normal di Kabupaten Bone dan wilayah sekitarnya.
Selasa, 25 Agu 2026 17:15
News
Pertamina Pastikan Penyaluran BBM & LPG Tetap Aman Pascagempa Parigi Moutong
Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Sulawesi Tengah dan sekitarnya tetap berjalan normal setelah gempa bumi mengguncang wilayah Parigi Moutong, Sabtu (15/8) malam.
Minggu, 16 Agu 2026 16:33
News
Idrus Marham Nilai Pidato Presiden Prabowo di Hadapan MPR Realistik dan Berbasis Kinerja
Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Idrus Marham menilai pidato Presiden di depan MPR, hari ini 14 Agustus 2026, sangat mengesankan. Pidato Presiden Prabowo realistik, karena berbasis data dan proyektif berbasis kinerja.
Jum'at, 14 Agu 2026 20:04
News
Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Pertanian, Pertamina Perkuat Distribusi BBM di Sulsel
Pertamina Patra Niaga telah menambah penyaluran BBM sekitar 15–20 persen dari rata-rata harian normal untuk Pertalite dan 10–15 persen untuk Biosolar.
Kamis, 13 Agu 2026 14:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Bulog & Komisi VI DPR RI Pastikan Bantuan Pangan Tersalurkan di Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Bulog & Komisi VI DPR RI Pastikan Bantuan Pangan Tersalurkan di Makassar