Senyum Polisi hingga Dokter Cilik Warnai MPLS SIT Alif Cendekia Gowa

Selasa, 14 Jul 2026 13:08
Senyum Polisi hingga Dokter Cilik Warnai MPLS SIT Alif Cendekia Gowa
Sejumlah siswa baru SIT Alif Cendekia Gowa mengenakan kostum profesi impian saat MPLS. Foto/Istimewa
Comment
Share
GOWA - Suasana berbeda terlihat di hari pertama masuk sekolah di SIT Alif Cendekia Gowa. Halaman sekolah dipenuhi sosok polisi, tentara, jaksa, dokter, pilot, guru, atlet, chef, ilmuwan hingga pengusaha.

Namun, mereka bukanlah para profesional yang sedang bertugas. Sosok-sosok tersebut adalah peserta didik yang datang mengenakan kostum profesi impian masing-masing sebagai bagian dari kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertema "Aku Bisa Jadi Apa Saja."

Ada polisi kecil yang masih tampak malu-malu, dokter mungil yang ramah menyapa teman-temannya, pilot cilik yang antusias melambaikan tangan, hingga jaksa kecil yang tampil percaya diri di hadapan guru dan orang tua. Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai hari pertama sekolah.

Ketua Yayasan SIT Alif Cendekia Gowa, Dean Herdesviana, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menanamkan keberanian bermimpi sejak dini sekaligus menjadikan proses pengenalan sekolah lebih menyenangkan bagi anak-anak. Dean, yang juga dikenal memiliki latar belakang di dunia hiburan dan pernah membintangi sejumlah sinetron, menghadirkan konsep MPLS yang kreatif dan edukatif.

"Suasana hangat itu menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengenalkan ruang kelas, tetapi juga menanamkan harapan dan keberanian untuk bermimpi," tuturnya.

Selain mengenakan kostum profesi, para siswa mengikuti upacara, senam bersama, serta berbagai kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kegembiraan. Kehadiran pengurus baru Alif Cendekia Gowa turut menyambut para peserta didik bersama para guru.

Ketua Forum Komunikasi Sekolah Alif Cendekia (Forsil), Zilqiah Angraini, mengapresiasi konsep MPLS ramah yang diterapkan sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan anak-anak pada berbagai profesi sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa mereka dapat meraih cita-cita apa pun. Beragam profesi diperankan siswa, mulai dari dokter, guru, polisi, pilot, pengusaha, ilmuwan, CEO, chef hingga penghafal Al-Qur'an.

"Yang paling penting, anak-anak belajar bahwa setiap cita-cita adalah sesuatu yang mulia apabila diniatkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi sesama," ujarnya.

Ia berharap tema "Aku Bisa Jadi Apa Saja" menjadi langkah awal dalam menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian bermimpi, serta semangat belajar pada setiap peserta didik.

Zilqiah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah mendampingi siswa dengan penuh kesabaran, serta kepada para orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak dari rumah.

"Setiap anak memiliki potensi yang unik. Tugas kita bukan membandingkan mereka, melainkan membersamai mereka menemukan jalan terbaik untuk meraih masa depannya," tutupnya.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru