Alumni Dorong Mahasiswa ITB Nobel Melek Legalitas Usaha
Selasa, 14 Apr 2026 07:06
Suasana Alumni Talk bertajuk “Strengthening Collaboration, Pemerintah dan Wirausaha Muda” yang diselenggarakan Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, kemarin. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Kolaborasi antara pemerintah dan wirausaha muda dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini mengemuka dalam kegiatan Alumni Talk bertajuk “Strengthening Collaboration, Pemerintah dan Wirausaha Muda” yang diselenggarakan Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Senin (13/4).
Dalam forum tersebut, Alumni ITB Nobel Indonesia, H. Andi Amil Amrillah, J. Sangaji., S.STP., S.H., M.A.P., M.M., menyoroti tren wirausaha yang umumnya didominasi kelompok usia 30–40 tahun. Meski demikian, ia mengapresiasi mahasiswa yang telah berani memulai usaha sejak dini, termasuk bisnis kuliner seperti ricebowl, di tengah kesibukan akademik.
“Pemerintah hadir sebagai fasilitator dan kolaborator. Salah satu bentuk penguatan kolaborasi nyata adalah melalui pemberian bantuan dan kemudahan bagi pelaku UMKM muda,” ujarnya di Nobel Convention Center, Jalan Sultan Alauddin.
Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan wirausaha di Kabupaten Takalar saat ini menempati peringkat ketiga di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari penerapan konsep kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, media massa, akademisi, pelaku industri, hingga komunitas.
Meski begitu, ia menilai masih terdapat tantangan, terutama dalam pemahaman mahasiswa terkait legalitas usaha. Menurutnya, aspek perizinan merupakan fondasi penting dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
“Saya melihat masih banyak mahasiswa yang kurang paham soal perizinan. Sebagai alumni Nobel, kalian harus hafal dan paham hal ini. Kalau mau bisnis kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, mulai dari hal mendasar: lengkapi KTP, NPWP, NIB, hingga izin BPOM atau PIRT. Legalitas adalah kunci agar usaha kita dipercaya dan bisa berkembang lebih jauh,” lanjutnya.
Ia pun mendorong mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada peluang bisnis, tetapi juga membangun kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak.
“Jadilah pengusaha yang tidak hanya pandai melihat peluang, tapi juga bijak dalam menjalin sinergi. Sebab di era sekarang, bukan lagi waktunya untuk berkompetisi sendirian, melainkan saatnya berkolaborasi untuk tumbuh bersama,” tutupnya.
Hal ini mengemuka dalam kegiatan Alumni Talk bertajuk “Strengthening Collaboration, Pemerintah dan Wirausaha Muda” yang diselenggarakan Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Senin (13/4).
Dalam forum tersebut, Alumni ITB Nobel Indonesia, H. Andi Amil Amrillah, J. Sangaji., S.STP., S.H., M.A.P., M.M., menyoroti tren wirausaha yang umumnya didominasi kelompok usia 30–40 tahun. Meski demikian, ia mengapresiasi mahasiswa yang telah berani memulai usaha sejak dini, termasuk bisnis kuliner seperti ricebowl, di tengah kesibukan akademik.
“Pemerintah hadir sebagai fasilitator dan kolaborator. Salah satu bentuk penguatan kolaborasi nyata adalah melalui pemberian bantuan dan kemudahan bagi pelaku UMKM muda,” ujarnya di Nobel Convention Center, Jalan Sultan Alauddin.
Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan wirausaha di Kabupaten Takalar saat ini menempati peringkat ketiga di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari penerapan konsep kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, media massa, akademisi, pelaku industri, hingga komunitas.
Meski begitu, ia menilai masih terdapat tantangan, terutama dalam pemahaman mahasiswa terkait legalitas usaha. Menurutnya, aspek perizinan merupakan fondasi penting dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
“Saya melihat masih banyak mahasiswa yang kurang paham soal perizinan. Sebagai alumni Nobel, kalian harus hafal dan paham hal ini. Kalau mau bisnis kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, mulai dari hal mendasar: lengkapi KTP, NPWP, NIB, hingga izin BPOM atau PIRT. Legalitas adalah kunci agar usaha kita dipercaya dan bisa berkembang lebih jauh,” lanjutnya.
Ia pun mendorong mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada peluang bisnis, tetapi juga membangun kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak.
“Jadilah pengusaha yang tidak hanya pandai melihat peluang, tapi juga bijak dalam menjalin sinergi. Sebab di era sekarang, bukan lagi waktunya untuk berkompetisi sendirian, melainkan saatnya berkolaborasi untuk tumbuh bersama,” tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Di Seminar Nasional HMA Nobel, Peserta ASC ke-14 Diperingatkan Tak Andalkan AI
Menjelang pelaksanaan Accounting Smart Challenge (ASC) musim ke-14, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menggelar Seminar Nasional, Kamis (9/4).
Kamis, 09 Apr 2026 19:28
Makassar City
Pascasarjana Nobel Indonesia Sesuaikan RPS dengan Perkembangan Dunia Kerja
Fakultas Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Review dan Sinkronisasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS)” pada Selasa (31/1).
Jum'at, 03 Apr 2026 13:27
Sulsel
Mahasiswa Nobel Indonesia Jalani Magang di Instansi Strategis
Dalam program ini, mahasiswa akan menjalani magang di berbagai instansi strategis, baik di sektor pemerintahan maupun perusahaan swasta.
Rabu, 11 Mar 2026 10:31
Makassar City
Dari One Piece ke Marvel, Konsep Unik Wisuda ITB Nobel Diganjar Penghargaan
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia meraih penghargaan sebagai Kampus Pelaksana Wisuda Paling Unik, Inspiratif, dan Berkesan dari Veeoocee yang bekerja sama dengan Honda.
Selasa, 10 Feb 2026 14:49
Sulbar
Kolaborasi FPS ITB Nobel dan Kecamatan Tinambung Dorong UMKM Go Digital
Fakultas Pascasarjana (FPS) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Jum'at, 06 Feb 2026 10:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Baru 5 Bulan Menjabat, Darmawang Bawa PAM Tirta Tanadoang Raih Top BUMD Award 2026
2
RDP DPRD Lutim Memanas, Mahasiswa Sorot Kejanggalan Proyek Masjid Rp43 M
3
Desa Pattallassang Diproyeksi Jadi Pilot Project Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa
4
Fun Riding Endurance di Gowa Jadi Momen Deklarasi Serambi
5
PSM Makassar vs Borneo FC: Jadwal, Statistik, Klasemen dan Pertaruhan Misi Berbeda
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Baru 5 Bulan Menjabat, Darmawang Bawa PAM Tirta Tanadoang Raih Top BUMD Award 2026
2
RDP DPRD Lutim Memanas, Mahasiswa Sorot Kejanggalan Proyek Masjid Rp43 M
3
Desa Pattallassang Diproyeksi Jadi Pilot Project Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa
4
Fun Riding Endurance di Gowa Jadi Momen Deklarasi Serambi
5
PSM Makassar vs Borneo FC: Jadwal, Statistik, Klasemen dan Pertaruhan Misi Berbeda