Pemkot Makassar Sabet Penghargaan Creative Financing, Dapat Insentif Rp3 M
Sabtu, 30 Mei 2026 09:46
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima penghargaan Terbaik I Kategori Creative Financing Regional Sulawesi Tahun 2026 pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi. Foto: Istimewa
KENDARI - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meraih penghargaan Terbaik I Kategori Creative Financing Regional Sulawesi Tahun 2026 pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Atas capaian tersebut, Kota Makassar memperoleh penghargaan sekaligus insentif senilai Rp3 miliar sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola pembiayaan pembangunan secara kreatif dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada malam penganugerahan yang berlangsung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).
Munafri Arifuddin menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih Pemkot Makassar. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh jajaran pemerintah kota dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
"Tentu ini sangat membahagiakan. Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras kita bersama yang menghasilkan pengakuan atas kinerja daerah dalam kategori Creative Financing," ujar Munafri, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan kemampuan Pemkot Makassar dalam menghadirkan sumber-sumber pendapatan baru sekaligus memaksimalkan potensi yang telah dimiliki melalui regulasi yang kuat dan terukur.
"Artinya, selain kita mendapatkan sumber pendapatan yang baru, juga bagaimana regulasi yang kuat bisa memaksimalkan pola-pola pendapatan, khususnya yang ada di Kota Makassar," tuturnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengatakan capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemkot Makassar dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
"Kami menyasar seluruh potensi yang bisa menjadi sumber pendapatan daerah untuk memastikan tidak ada lagi potensi yang luput dari pengamatan," sambungnya.
Ia menambahkan, transformasi digital yang terus didorong Pemkot Makassar menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah. Melalui digitalisasi layanan pemerintahan dan sistem pengawasan yang lebih terintegrasi, penerimaan daerah dapat meningkat secara signifikan.
"Selain itu, program digitalisasi pemerintah yang kami jalankan, ditambah sistem regulasi yang kami bangun, memberikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat signifikan. Ini akan terus kami kembangkan untuk menghasilkan sumber-sumber pendapatan yang lebih besar lagi guna mendukung proses pembangunan di Kota Makassar," katanya.
Munafri berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat inovasi, serta menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Ia juga menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah dituntut terus berinovasi dalam mencari sumber pembiayaan alternatif agar pembangunan tetap berjalan optimal.
"Dengan begitu, pembangunan tetap berjalan, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, dan kesejahteraan warga dapat terus meningkat," tutup Appi.
Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah berdasarkan sejumlah indikator strategis pembangunan. Terdapat empat kategori utama yang menjadi fokus penilaian, yakni Pengendalian Inflasi, Creative Financing, Penurunan Tingkat Pengangguran, serta Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting.
Pada kategori Creative Financing, penilaian difokuskan pada kemampuan pemerintah daerah mengoptimalkan potensi sumber daya sekaligus menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan. Aspek yang dinilai meliputi efektivitas pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD), peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penguatan tata kelola keuangan, pemanfaatan digitalisasi pemerintahan, hingga konsistensi dalam memenuhi indikator tata kelola yang baik.
Selain meraih Terbaik I Kategori Creative Financing, Kota Makassar juga masuk tiga besar pada Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting. Pemkot Makassar turut menerima penghargaan atas Pertumbuhan Kepesertaan Tertinggi serta Pelopor Program Perlindungan Pekerja Rentan Berbasis Jaminan Hari Tua (JHT) tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi.
Rangkaian penghargaan tersebut semakin memperkuat posisi Kota Makassar sebagai salah satu daerah dengan kinerja pemerintahan terbaik di kawasan timur Indonesia. Capaian itu mencerminkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif, memperluas perlindungan sosial, serta memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendukung berbagai program strategis yang berdampak langsung bagi warga.
Atas capaian tersebut, Kota Makassar memperoleh penghargaan sekaligus insentif senilai Rp3 miliar sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola pembiayaan pembangunan secara kreatif dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada malam penganugerahan yang berlangsung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).
Munafri Arifuddin menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih Pemkot Makassar. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh jajaran pemerintah kota dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
"Tentu ini sangat membahagiakan. Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras kita bersama yang menghasilkan pengakuan atas kinerja daerah dalam kategori Creative Financing," ujar Munafri, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan kemampuan Pemkot Makassar dalam menghadirkan sumber-sumber pendapatan baru sekaligus memaksimalkan potensi yang telah dimiliki melalui regulasi yang kuat dan terukur.
"Artinya, selain kita mendapatkan sumber pendapatan yang baru, juga bagaimana regulasi yang kuat bisa memaksimalkan pola-pola pendapatan, khususnya yang ada di Kota Makassar," tuturnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengatakan capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemkot Makassar dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
"Kami menyasar seluruh potensi yang bisa menjadi sumber pendapatan daerah untuk memastikan tidak ada lagi potensi yang luput dari pengamatan," sambungnya.
Ia menambahkan, transformasi digital yang terus didorong Pemkot Makassar menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah. Melalui digitalisasi layanan pemerintahan dan sistem pengawasan yang lebih terintegrasi, penerimaan daerah dapat meningkat secara signifikan.
"Selain itu, program digitalisasi pemerintah yang kami jalankan, ditambah sistem regulasi yang kami bangun, memberikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat signifikan. Ini akan terus kami kembangkan untuk menghasilkan sumber-sumber pendapatan yang lebih besar lagi guna mendukung proses pembangunan di Kota Makassar," katanya.
Munafri berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat inovasi, serta menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Ia juga menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah dituntut terus berinovasi dalam mencari sumber pembiayaan alternatif agar pembangunan tetap berjalan optimal.
"Dengan begitu, pembangunan tetap berjalan, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, dan kesejahteraan warga dapat terus meningkat," tutup Appi.
Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah berdasarkan sejumlah indikator strategis pembangunan. Terdapat empat kategori utama yang menjadi fokus penilaian, yakni Pengendalian Inflasi, Creative Financing, Penurunan Tingkat Pengangguran, serta Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting.
Pada kategori Creative Financing, penilaian difokuskan pada kemampuan pemerintah daerah mengoptimalkan potensi sumber daya sekaligus menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan. Aspek yang dinilai meliputi efektivitas pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD), peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penguatan tata kelola keuangan, pemanfaatan digitalisasi pemerintahan, hingga konsistensi dalam memenuhi indikator tata kelola yang baik.
Selain meraih Terbaik I Kategori Creative Financing, Kota Makassar juga masuk tiga besar pada Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting. Pemkot Makassar turut menerima penghargaan atas Pertumbuhan Kepesertaan Tertinggi serta Pelopor Program Perlindungan Pekerja Rentan Berbasis Jaminan Hari Tua (JHT) tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi.
Rangkaian penghargaan tersebut semakin memperkuat posisi Kota Makassar sebagai salah satu daerah dengan kinerja pemerintahan terbaik di kawasan timur Indonesia. Capaian itu mencerminkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif, memperluas perlindungan sosial, serta memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendukung berbagai program strategis yang berdampak langsung bagi warga.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Pemkot Makassar Dorong PAUD Negeri jadi Pusat Pendidikan Lokal dan Ramah Iklim
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali tampil di panggung nasional untuk membagikan praktik baik pembangunan sumber daya manusia melalui pengembangan anak usia dini.
Kamis, 22 Okt 2026 06:16
Sulsel
Pemkot Siapkan Beasiswa APBD untuk 400 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan program beasiswa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi 400 siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu.
Kamis, 22 Okt 2026 06:09
Makassar City
Terima Audiensi OJK Sulselbar, PDAM Makassar Bahas Solusi Pasokan Air
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima audiensi OJK Sulselbar di Ruang Rapat Direksi Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar.
Senin, 19 Okt 2026 19:46
Makassar City
Perumda Parkir Makassar Gandeng Aparat Tertibkan Jukir Liar
Perumda Parkir Makassar Raya memperketat pengawasan terhadap juru parkir (jukir) liar di Kota Makassar.
Minggu, 18 Okt 2026 06:08
Sulsel
Ribuan Peserta Ikuti Forkot KORMI Kota Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka Festival Olahraga Kota Makassar (Forkot) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (17/10/2026).
Minggu, 18 Okt 2026 05:49
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Andi Syahrum Ikuti Pemantauan IPALD Losari dalam ADB Press Tour
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Andi Syahrum Ikuti Pemantauan IPALD Losari dalam ADB Press Tour