DPRD Makassar Dukung Mitigasi Kekeringan, Dorong Maksimalisasi Air Bersih dan BTT
Selasa, 14 Jul 2026 19:40
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham (kanan) bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Tugu MNEK CPI, Selasa (14/7/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Anggota DPRD Kota Makassar menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam mengantisipasi potensi kekeringan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah saat musim kemarau.
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Wali Kota Makassar untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta layanan air bersih bagi masyarakat yang berpotensi terdampak.
"Kami sudah banyak berkoordinasi dengan Pak Wali Kota terkait antisipasi kekeringan di Kota Makassar. Sehingga memang khusus tahun ini, BPBD Makassar itu sudah banyak berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk bagaimana bisa memberikan CSR-nya dalam bentuk bantuan tangki tandon untuk diserahkan di tempat-tempat yang memang dianggap rawan bencana," ujarnya.
Menurut Ari, BPBD Kota Makassar menghadirkan terobosan melalui pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu penyediaan sarana air bersih.
"Ini adalah salah satu terobosan yang luar biasa dari teman-teman di BPBD, dalam rangka bagaimana membantu masyarakat untuk antisipasi kekeringan," katanya.
Selain menempatkan tandon air di titik-titik rawan kekeringan, BPBD juga menyiapkan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
"Selain untuk tandon-tandon yang stay di beberapa titik-titik rawan bencana kekeringan, itu juga ada disiapkan untuk mobil-mobil yang mobil untuk mengantarkan," terangnya kepada wartawan.
Ari mengatakan DPRD juga mendorong Pemkot Makassar mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia guna meminimalkan dampak kekeringan.
"Sehingga memang pesan kami, DPRD Kota Makassar bahwa maksimalkan segala potensi yang bisa dilaksanakan dalam rangka bagaimana untuk mengantisipasi kekeringan di Kota Makassar," imbaunya.
Ia juga mengapresiasi langkah Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar yang telah mengoperasikan intake baru untuk memperluas jangkauan layanan air bersih ke wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
"Apalagi kan kita lihat kemarin, PDAM sudah ada intake baru ya, untuk men-support ke tempat-tempat yang selama ini tidak bisa merasakan air bersih," jelasnya saat ditemui di Tugu MNEK CPI.
Menurut Ari, DPRD akan terus mengawal ketersediaan pasokan air bersih, termasuk membuka peluang penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila kondisi darurat akibat kekeringan terjadi.
"Jadi, Insyaallah kita tetap optimis untuk bagaimana menjaga keberadaan air di titik tertentu di Kota Makassar. Ada opsi nanti katanya, kemungkinan akan dikaji untuk penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT), jika misalnya dikaji," ucapnya.
Ia menjelaskan penggunaan BTT untuk penanganan kekeringan bukan hal baru karena pernah diterapkan sebelumnya di Kota Makassar.
"Itu memang dimungkinkan dan sudah pernah dilaksanakan di Makassar untuk menggunakan BTT dalam rangka penanganan apa kekeringan di Makassar. Karena itu kan masuk dalam kondisi darurat. Sehingga itu bisa dimaksimalkan," tegasnya.
Ari menegaskan DPRD Kota Makassar akan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Pasti (mendukung). Kalau, bagaimana untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, apapun itu, selama itu masih dalam rule apa namanya, sesuai on track, itu kita pasti support," pungkasnya.
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Wali Kota Makassar untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta layanan air bersih bagi masyarakat yang berpotensi terdampak.
"Kami sudah banyak berkoordinasi dengan Pak Wali Kota terkait antisipasi kekeringan di Kota Makassar. Sehingga memang khusus tahun ini, BPBD Makassar itu sudah banyak berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk bagaimana bisa memberikan CSR-nya dalam bentuk bantuan tangki tandon untuk diserahkan di tempat-tempat yang memang dianggap rawan bencana," ujarnya.
Menurut Ari, BPBD Kota Makassar menghadirkan terobosan melalui pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu penyediaan sarana air bersih.
"Ini adalah salah satu terobosan yang luar biasa dari teman-teman di BPBD, dalam rangka bagaimana membantu masyarakat untuk antisipasi kekeringan," katanya.
Selain menempatkan tandon air di titik-titik rawan kekeringan, BPBD juga menyiapkan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
"Selain untuk tandon-tandon yang stay di beberapa titik-titik rawan bencana kekeringan, itu juga ada disiapkan untuk mobil-mobil yang mobil untuk mengantarkan," terangnya kepada wartawan.
Ari mengatakan DPRD juga mendorong Pemkot Makassar mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia guna meminimalkan dampak kekeringan.
"Sehingga memang pesan kami, DPRD Kota Makassar bahwa maksimalkan segala potensi yang bisa dilaksanakan dalam rangka bagaimana untuk mengantisipasi kekeringan di Kota Makassar," imbaunya.
Ia juga mengapresiasi langkah Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar yang telah mengoperasikan intake baru untuk memperluas jangkauan layanan air bersih ke wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
"Apalagi kan kita lihat kemarin, PDAM sudah ada intake baru ya, untuk men-support ke tempat-tempat yang selama ini tidak bisa merasakan air bersih," jelasnya saat ditemui di Tugu MNEK CPI.
Menurut Ari, DPRD akan terus mengawal ketersediaan pasokan air bersih, termasuk membuka peluang penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila kondisi darurat akibat kekeringan terjadi.
"Jadi, Insyaallah kita tetap optimis untuk bagaimana menjaga keberadaan air di titik tertentu di Kota Makassar. Ada opsi nanti katanya, kemungkinan akan dikaji untuk penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT), jika misalnya dikaji," ucapnya.
Ia menjelaskan penggunaan BTT untuk penanganan kekeringan bukan hal baru karena pernah diterapkan sebelumnya di Kota Makassar.
"Itu memang dimungkinkan dan sudah pernah dilaksanakan di Makassar untuk menggunakan BTT dalam rangka penanganan apa kekeringan di Makassar. Karena itu kan masuk dalam kondisi darurat. Sehingga itu bisa dimaksimalkan," tegasnya.
Ari menegaskan DPRD Kota Makassar akan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Pasti (mendukung). Kalau, bagaimana untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, apapun itu, selama itu masih dalam rule apa namanya, sesuai on track, itu kita pasti support," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Wali Kota Appi Sebut Ada Lurahnya Lebih Sibuk Urus Bisnis dan Sering di Warkop
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan peringatan keras kepada jajaran lurah yang dinilai belum menunjukkan kinerja maksimal dalam menjalankan tugas pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan.
Jum'at, 28 Agu 2026 17:46
Makassar City
Makassar Masuk 10 Kota Hub GSIH Global 2026
Kota Makassar menjadi salah satu dari 10 kota hub dalam Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Global Hub 2026.
Kamis, 27 Agu 2026 06:10
Makassar City
1.157 Peserta Ikuti MTQ VIII KORPRI Nasional, Makassar-Pangkep Tuan Rumah
Sebanyak 1.157 peserta dari 117 kafilah mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 di Sulawesi Selatan.
Selasa, 25 Agu 2026 07:19
Sulsel
Kota Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Pemkot Makassar memastikan kesiapan menyambut ribuan kafilah MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 dan menjadi salah satu pusat pelaksanaan sekaligus lokasi pembukaan hajatan nasional tersebut.
Senin, 24 Agu 2026 06:16
Makassar City
Serapan Anggaran Baru 35%, Legislator Makassar Desak Pelaksanaan Program Strategis
DPRD Kota Makassar menyoroti rendahnya serapan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam monitoring dan evaluasi (monev) triwulan II 2026.
Jum'at, 21 Agu 2026 23:42
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Hadapi Kemarau Panjang, Pemerintah Bantaeng Lakukan Salat Istisqa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Hadapi Kemarau Panjang, Pemerintah Bantaeng Lakukan Salat Istisqa