Pascasarjana Nobel Indonesia Sesuaikan RPS dengan Perkembangan Dunia Kerja

Jum'at, 03 Apr 2026 13:27
Pascasarjana Nobel Indonesia Sesuaikan RPS dengan Perkembangan Dunia Kerja
Suasana Focus Group Discussion (FGD) bertema “Review dan Sinkronisasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS)” pada Selasa (31/1). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Fakultas Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Review dan Sinkronisasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS)” pada Selasa (31/1).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA tersebut digelar di Ruangan 401 lantai 4. FGD ini bertujuan meninjau dan menyelaraskan RPS pada seluruh program studi di lingkungan Fakultas Pascasarjana.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Pascasarjana, Dr. Fitriani Latief, S.P., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada penyelarasan RPS agar sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kebutuhan dunia kerja dan industri.

"Dalam forum diskusi tersebut, para dosen dan pengelola program studi secara aktif memberikan masukan terkait penguatan struktur RPS, kesesuaian materi pembelajaran, metode pengajaran, hingga sistem evaluasi yang lebih efektif dan berbasis outcome," ujarnya.

Selain itu, pembahasan juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi serta penerapan pendekatan pembelajaran inovatif di tingkat pascasarjana.

Fitriani menyebut suasana diskusi berlangsung interaktif dan konstruktif. Berbagai gagasan strategis yang muncul diharapkan mampu meningkatkan kualitas kurikulum serta keseragaman standar pembelajaran.

"Melalui kegiatan ini, Fakultas Pascasarjana berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu akademik dan menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," lanjutnya.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa FGD ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kualitas dan relevansi pembelajaran.

“Melalui FGD ini, kita berupaya memastikan bahwa RPS yang disusun tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan. Sinkronisasi ini penting agar capaian pembelajaran lulusan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif dosen dalam proses review menjadi kunci dalam menghasilkan RPS yang adaptif dan inovatif.

“Kami berharap hasil dari diskusi ini dapat diimplementasikan secara konsisten dalam proses pembelajaran, sehingga mampu meningkatkan kualitas lulusan Fakultas Pascasarjana yang lebih kompetitif dan profesional,” tukasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru