ITB Nobel Bawa Filosofi Mobile Legends ke Panggung Wisuda

Rabu, 17 Jun 2026 19:10
ITB Nobel Bawa Filosofi Mobile Legends ke Panggung Wisuda
Suasana wisuda ITB Nobel Indonesia di Claro Malassar, kemarin. Wisuda kali ini mengangkat tema Hero Mobile Legends. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia mewisuda 252 lulusan program sarjana dan magister pada Wisuda Sarjana ke-XXIV dan Pascasarjana ke-XVII yang digelar di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Rabu (17/6/2026).

Berbeda dari wisuda pada umumnya, kampus yang mengusung slogan Home for Entrepreneurs ini mengangkat tema Mobile Legends. Sebelumnya, ITB Nobel Indonesia pernah mengusung tema One Piece dan Roblox dalam pelaksanaan wisudanya.

Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng., mengatakan tema yang diangkat setiap wisuda dimaksudkan sebagai pesan dan refleksi bagi para lulusan yang akan memasuki dunia kerja dan kewirausahaan.

"Jika pada 2 wisuda sebelumnya kami mengangkat wisuda bertajuk One Piece, kemudian pada wisuda sebelumnya dengan tema Roblox, maka pada hari ini wisuda kita mengusung tema Mobile Legends," terang Badar.

Menurutnya, Mobile Legends tidak hanya dikenal sebagai permainan populer di kalangan generasi muda, tetapi juga memiliki nilai-nilai yang relevan dengan tantangan kehidupan pascakampus.

"Mobile Legends adalah sebuah game bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang dirancang khusus untuk perangkat mobile oleh Moonton sejak tahun 2016. Di dalam arena 5 melawan 5 ini, dua tim bertarung di atas peta tiga jalur (three-lane map) dengan satu misi utama menghancurkan Base lawan dalam waktu singkat, sekitar 10 hingga 15 menit," jelas Mantan Ketua Yayasan Pendidikan Nobel Makassar itu.

"Melalui koordinasi yang intensif, game ini telah membuktikan bahwa kemenangan mutlak tidak pernah lahir dari keegoisan individu, melainkan dari kombinasi matang antara kerja sama tim (teamwork), strategi draft pick yang cerdas, dan penguasaan map yang mendalam. Bapak Ibu sekalian, jika kita tarik garis lurus, kehidupan pascakampus di era digital ini sebenarnya tidak ada bedanya dengan kompetisi di Land of Dawn," sambungnya.

Badar menilai dunia yang akan dihadapi para lulusan merupakan perpaduan antara bisnis dan teknologi yang menuntut kemampuan beradaptasi, mengambil keputusan, serta membaca perubahan.

"Di luar sana, Anda akan melakukan draft pick dengan versi Anda sendiri memilih strategi bisnis yang tepat, mengadopsi teknologi terbaru, dan membaca pergerakan pasar atau micro-macro management kehidupan. Waktu bergerak sangat cepat, secepat match mobile legends yang menuntut keputusan instan namun akurat. Di era ini, siapa yang tidak menguasai map dalam hal ini adalah analisis data, literasi teknologi, dan peluang bisnis akan mudah terkena gank oleh perubahan zaman. Kampus ITB Nobel Indonesia telah membekali Anda dengan equipment terbaik, sekarang saatnya turun ke arena nyata untuk membangun startup, memimpin korporasi, dan menciptakan inovasi teknologi yang berdampak luas pada masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengajak para lulusan menerapkan filosofi berbagai peran hero dalam Mobile Legends sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial.

"Oleh karena itu, harapan saya adalah agar Anda mampu menempatkan diri dengan bijak di arena kehidupan nyata melalui filosofi role hero yang telah Anda pelajari. Jadilah seperti Tank & Support yang memiliki integritas tebal sebagai benteng moral sekaligus pelindung yang siap mengulurkan bantuan bagi masyarakat. Jadilah Fighter yang tangguh dan adaptif di lini depan industri, serta tirulah kelincahan Mage (Magic Damage) dan Assassin dalam mengeksekusi peluang bisnis lewat inovasi teknologi yang taktis dan tepat sasaran," ucapnya.

"Terakhir, jadilah Marksman yang konsisten mengumpulkan pengalaman (farming knowledge), karena walau berjuang dari bawah, Anda adalah penentu kemenangan (carry) yang akan membawa perubahan besar di masa depan (late game). Kombinasikan seluruh peran ini dengan kerja sama yang solid, karena kesuksesan sejati di dunia kerja maupun wirausaha hanya bisa dicapai ketika ego individu melebur dalam harmoni kolaborasi," sambungnya.

Selain pelaksanaan wisuda, ITB Nobel Indonesia juga melanjutkan kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Sidenreng Rappang dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Dalam kesempatan tersebut, Badar juga mengumumkan rampungnya pembahasan kerja sama dengan Help University, Malaysia. Kerja sama itu akan menghadirkan program double degree yang dijadwalkan mulai dibuka pada tahun ajaran baru mendatang.

"Insyaallah mulai tahun ajaran baru yang akan datang, Nobel Indonesia dan Help University sudah mulai membuka program double degree sehingga mahasiswa Nobel Indonesia yang mengikuti program ini, akan mendapat 2 gelar dan 2 ijazah sekaligus yaitu Sarjana Manajemen dari Nobel Indonesia dan Sarjana Psikologi Bisnis dari Help University. Kesediaan perguruan tinggi kelas dunia untuk bersama-sama melaksanakan program double degree, juga menunjukkan pengakuan akan kualitas kurikulum dan pembelajaran di Nobel Indonesia," katanya.

Dari total 252 lulusan yang diwisuda, seluruhnya telah memiliki PIN ijazah yang menandakan status kelulusan mereka telah tervalidasi dan diakui dalam sistem pendidikan nasional.

Hingga wisuda periode Juni 2026, ITB Nobel Indonesia telah menghasilkan 2.049 alumni program sarjana dan 3.318 alumni program magister. Dengan demikian, total alumni Nobel Indonesia mencapai 5.367 orang.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Lukman, menilai ITB Nobel Indonesia merupakan salah satu perguruan tinggi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang berlangsung sangat cepat dan mengubah cara masyarakat bekerja maupun berbisnis. Ia juga menyoroti banyaknya lulusan Nobel yang telah memiliki usaha sendiri sebelum menyelesaikan pendidikan.

Dalam sambutannya, Lukman mengingatkan para lulusan untuk menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan prestasi dan kinerja terbaik di bidang masing-masing. Ia juga mengungkapkan adanya rencana pembentukan konsorsium perguruan tinggi yang salah satu fokus pembahasannya adalah penanganan dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari kontribusi kampus terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Nobel Indonesia memberikan penghargaan Nobel Handling Entrepreneur Award kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang mewakili pemerintah daerah.

Nurkanaah mengapresiasi komitmen Nobel Indonesia dalam mendorong lahirnya wirausahawan muda. Menurutnya, semangat kewirausahaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut laju pertumbuhan ekonomi Sidrap meningkat dari sekitar 4,3 persen menjadi 7,7 persen, bahkan mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan peninjauan langsung karena tingginya capaian tersebut.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap terus melakukan berbagai intervensi untuk menekan angka kemiskinan ekstrem. Upaya tersebut mengantarkan Sidrap meraih penghargaan sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam penanganan kemiskinan di Sulawesi Selatan.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru