ITB Nobel Terjunkan 350 Mahasiswa KKN untuk Perkuat UMKM di Pinrang
Sabtu, 25 Jul 2026 16:08
Pembekalan mahasiswa KKN Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia di Ballroom Nobel Convention Center, Jalan Sultan Alauddin, Sabtu (25/7). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia akan menerjunkan 350 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pinrang.
Sebelum diberangkatkan, para peserta mendapatkan pembekalan agar mampu memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sesi pembekalan yang digelar di Ballroom Nobel Convention Center, Jalan Sultan Alauddin, Sabtu (25/7), Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pinrang, Dra. Hj. Sumarni Menga, menjelaskan bahwa Pinrang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan.
Namun, menurutnya, sebagian besar komoditas unggulan masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh masyarakat belum optimal.
Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
"Pinrang ini dikenal sebagai lumbung pangan, sektor perikanan dan pertaniannya kuat. Tapi mayoritas masih dijual mentah. Di sinilah kita dihadapkan untuk memberi edukasi. Agar mendapat keuntungan lebih besar, harus ada pengolahan, branding, dan pemasaran berbasis digitalisasi melalui pendampingan kepada masyarakat," ujar Sumarni.
Sumarni juga mengungkapkan terdapat enam persoalan utama yang masih dihadapi UMKM di Pinrang, yakni rendahnya nilai jual produk, keterbatasan sumber daya manusia, kendala legalitas usaha, minimnya literasi digital, lemahnya branding, serta berbagai hambatan lain yang masih ditemukan di lapangan.
Karena itu, ia berharap kehadiran mahasiswa KKN ITB Nobel Indonesia dapat menjadi katalis perubahan di desa-desa sasaran. Para mahasiswa diharapkan berperan sebagai konsultan muda yang membantu masyarakat menemukan solusi atas berbagai kendala usaha.
Program KKN tersebut juga akan diselaraskan dengan agenda nasional penguatan 100 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Dalam skema tersebut, koperasi diposisikan sebagai ekosistem pendukung, sementara UMKM menjadi penggerak utama perekonomian desa.
"Kehadiran anak-anak KKN kita harapkan datang sebagai solusi dan konsultan pintar untuk mencari jalan keluar. Jika produk olahan sudah dikemas dengan baik, punya NIB, dan legalitas lengkap, bahan yang tadinya bernilai rendah akan melipatgandakan nilainya menjadi produk unggulan daerah," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I ITB Nobel Indonesia, Dr. Ridwan, S.E., M.Si., berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik kampus selama menjalankan pengabdian di Kabupaten Pinrang.
"KKN adalah cerminan dari kampus kita di tengah masyarakat. Saya meminta seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga etika, sopan santun, dan nama baik ITB Nobel Indonesia selama bertugas di Pinrang. Tunjukkan bahwa mahasiswa Nobel tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang tinggi," tegasnya.
Ridwan juga mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan budaya setempat dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Jadikan kehadiran kalian sebagai solusi, bukan beban bagi masyarakat. Jaga keharmonisan dengan warga, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat setempat," lanjutnya.
Sebelum diberangkatkan, para peserta mendapatkan pembekalan agar mampu memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sesi pembekalan yang digelar di Ballroom Nobel Convention Center, Jalan Sultan Alauddin, Sabtu (25/7), Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pinrang, Dra. Hj. Sumarni Menga, menjelaskan bahwa Pinrang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan.
Namun, menurutnya, sebagian besar komoditas unggulan masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh masyarakat belum optimal.
Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
"Pinrang ini dikenal sebagai lumbung pangan, sektor perikanan dan pertaniannya kuat. Tapi mayoritas masih dijual mentah. Di sinilah kita dihadapkan untuk memberi edukasi. Agar mendapat keuntungan lebih besar, harus ada pengolahan, branding, dan pemasaran berbasis digitalisasi melalui pendampingan kepada masyarakat," ujar Sumarni.
Sumarni juga mengungkapkan terdapat enam persoalan utama yang masih dihadapi UMKM di Pinrang, yakni rendahnya nilai jual produk, keterbatasan sumber daya manusia, kendala legalitas usaha, minimnya literasi digital, lemahnya branding, serta berbagai hambatan lain yang masih ditemukan di lapangan.
Karena itu, ia berharap kehadiran mahasiswa KKN ITB Nobel Indonesia dapat menjadi katalis perubahan di desa-desa sasaran. Para mahasiswa diharapkan berperan sebagai konsultan muda yang membantu masyarakat menemukan solusi atas berbagai kendala usaha.
Program KKN tersebut juga akan diselaraskan dengan agenda nasional penguatan 100 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Dalam skema tersebut, koperasi diposisikan sebagai ekosistem pendukung, sementara UMKM menjadi penggerak utama perekonomian desa.
"Kehadiran anak-anak KKN kita harapkan datang sebagai solusi dan konsultan pintar untuk mencari jalan keluar. Jika produk olahan sudah dikemas dengan baik, punya NIB, dan legalitas lengkap, bahan yang tadinya bernilai rendah akan melipatgandakan nilainya menjadi produk unggulan daerah," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I ITB Nobel Indonesia, Dr. Ridwan, S.E., M.Si., berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik kampus selama menjalankan pengabdian di Kabupaten Pinrang.
"KKN adalah cerminan dari kampus kita di tengah masyarakat. Saya meminta seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga etika, sopan santun, dan nama baik ITB Nobel Indonesia selama bertugas di Pinrang. Tunjukkan bahwa mahasiswa Nobel tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang tinggi," tegasnya.
Ridwan juga mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan budaya setempat dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Jadikan kehadiran kalian sebagai solusi, bukan beban bagi masyarakat. Jaga keharmonisan dengan warga, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat setempat," lanjutnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Mahir Abadikan Gambar via Gawai, Mahasiswa Nobel Indonesia Juara Lomba Fotografi
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) ITB Nobel Indonesia, Muh. Andi Ishak, meraih prestasi pada lomba fotografi yang diselenggarakan Vivo X300 Ultra.
Selasa, 14 Jul 2026 21:18
Makassar City
ITB Nobel Bawa Filosofi Mobile Legends ke Panggung Wisuda
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia mewisuda 252 lulusan program sarjana dan magister pada Wisuda Sarjana ke-XXIV dan Pascasarjana ke-XVII yang digelar di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Rabu (17/6/2026).
Rabu, 17 Jun 2026 19:10
Makassar City
ITB Nobel Indonesia Gelar Pelatihan CV ATS dan Teknik Wawancara bagi Calon Lulusan
ITB Nobel Indonesia menggelar workshop pembuatan Curriculum Vitae (CV) profesional dan teknik wawancara efektif untuk membekali mahasiswa serta calon lulusan menghadapi dunia kerja.
Sabtu, 30 Mei 2026 11:34
News
Alumni Dorong Mahasiswa ITB Nobel Melek Legalitas Usaha
Kolaborasi antara pemerintah dan wirausaha muda dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selasa, 14 Apr 2026 07:06
Makassar City
Di Seminar Nasional HMA Nobel, Peserta ASC ke-14 Diperingatkan Tak Andalkan AI
Menjelang pelaksanaan Accounting Smart Challenge (ASC) musim ke-14, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menggelar Seminar Nasional, Kamis (9/4).
Kamis, 09 Apr 2026 19:28
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
DPRD Makassar Temukan Sejumlah Persoalan di Green River View, PSU hingga Air Bersih
2
DPRD Makassar Telusuri Legalitas Rumah Contoh di Jalan Metro Tanjung Bunga
3
PLN UID Sulselrabar Perkuat Reforma Agraria Lewat Pendampingan UMKM di Majene
4
LBH Pers Makassar Pertanyakan Kasus Kekerasan Jurnalis di Polda Sulsel
5
Nautika FC Kalumpang Tamalatea Lolos ke Final Tarowang Super Cup III
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
DPRD Makassar Temukan Sejumlah Persoalan di Green River View, PSU hingga Air Bersih
2
DPRD Makassar Telusuri Legalitas Rumah Contoh di Jalan Metro Tanjung Bunga
3
PLN UID Sulselrabar Perkuat Reforma Agraria Lewat Pendampingan UMKM di Majene
4
LBH Pers Makassar Pertanyakan Kasus Kekerasan Jurnalis di Polda Sulsel
5
Nautika FC Kalumpang Tamalatea Lolos ke Final Tarowang Super Cup III