Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman

Selasa, 08 Sep 2026 12:50
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
Suasana di kawasan pendidikan putri SPIDI Kabupaten Maros diwarnai ketegangan dan menimbulkan keresahan setelah puluhan pria memasuki lingkungan sekolah pada Selasa (08/09/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAROS - Suasana di kawasan pendidikan putri Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sempat diwarnai ketegangan dan menimbulkan keresahan setelah puluhan pria memasuki lingkungan sekolah pada Selasa (08/09/2026).

Rombongan tersebut disebut belakangan diduga dipimpin pria berinisial MA. Berdasarkan keterangan pihak SPIDI, kedatangan mereka berkolompok menuju kawasan sekolah pada pagi harinya.

Pihak sekolah menilai kedatangan rombongan dalam jumlah besar ke lingkungan pendidikan putri tersebut menimbulkan tekanan psikologis dan rasa tidak aman bagi siswi, guru, maupun pengelola sekolah.

Meski begitu pihak sekolah, seperti guru atau ustadz/ustadzah dan orangtua siswi terlihat menghalau apa yang dilakukan oleh sejumlah pria tersebut.

Humas SPIDI, Minar mengatakan situasi di lokasi juga berdampak terhadap akses orang tua peserta didik.

Sejumlah orang tua yang datang untuk mengantar maupun menjemput anaknya disebut mengalami hambatan dan diminta meninggalkan kawasan sekolah.

“Kehadiran rombongan dalam jumlah besar di area kampus putri menimbulkan rasa tidak aman bagi siswi, guru, dan pengelola sekolah,” kata Minar melalui keterangannya yang diterima pada Selasa, (08/09/2026).

Menurutnya, persoalan yang berkaitan dengan klaim kepemilikan maupun pengelolaan lembaga semestinya diselesaikan melalui mekanisme administratif dan hukum.

Pihak sekolah menilai persoalan tersebut tidak seharusnya dilakukan dengan cara yang berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan ataupun menimbulkan ketakutan di lingkungan sekolah.

“Lembaga pendidikan adalah ruang aman bagi peserta didik. Setiap bentuk tekanan, intimidasi, atau tindakan yang menghambat hak siswa untuk belajar harus menjadi perhatian bersama,” ujar Minar.

SPIDI menegaskan tetap mengedepankan penyelesaian secara damai dan menghormati ketentuan hukum yang berlaku. Pihak sekolah juga meminta seluruh pihak menjaga ketertiban serta menghormati hak peserta didik untuk mendapatkan pendidikan dalam suasana aman dan nyaman.

Belakangan Polres Maros diketahui sudah berada di lokasi untuk melerai apa yang menjadi perseteruan kedua belah pihak.

Sementara itu, persoalan tersebut juga mendapat perhatian dari Hj Andi Murni Badiu, Ibu Pesantren Darul Istiqamah. Dari Tanah Suci Makkah, ia menyampaikan imbauan terkait kedatangan Mufassir bersama sejumlah pria ke lingkungan SPIDI.

Andi Murni mengaku tidak menerima tindakan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut.

"Saya tidak ridha itu apa yang terjadi di situ. Itu sama saja menyakiti saya. Kalian bersaudara seharusnya saling menghormati,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pihak menghentikan tindakan yang dinilainya telah menimbulkan keresahan di lingkungan pendidikan.

“Saya tidak setuju dengan apa yang dilakukan. Tolong hentikan semua itu, hentikan apa yang kalian lakukan di sana,” jelasnya.

Pihak sekolah juga meminta semua pihak mengutamakan dialog dan jalur hukum agar lingkungan pendidikan tetap menjadi tempat yang aman bagi para siswi.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru