Wali Kota Makassar Minta Warga Bantu Kurangi Residu ke TPA
Selasa, 09 Jun 2026 15:40
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat berada di TPA Antang, Kecamatan Manggala, Selasa (9/6/2026). Foto Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tengah melakukan upaya akselerasi untuk mengubah sistem pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dari pola open dumping (pembuangan terbuka) menjadi sanitary landfill (pembuangan terkontrol).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan bahwa langkah ini diambil menyusul sanksi administratif yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup terkait operasional TPA. Sehingga warga juga diminta untuk kirangi residu di TPA.
"TPA ini mendapatkan sanksi administrasi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Artinya, kita dalam proses TPA open dumping yang sebenarnya sudah tidak bisa dilakukan lagi. Makanya, dengan kesempatan waktu yang diberikan untuk memastikan bahwa TPA ini harus menjadi sanitary landfill," jelasnya, Selasa (9/6/2026).
Munafri mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar mulai menerapkan sistem sanitary landfill dengan menutupi seluruh area TPA menggunakan material tanah (cover soil) guna memenuhi standar pengelolaan lingkungan.
"Pada saat semuanya sudah tertutup, nanti sudah ada bukaan-bukaan. Harapannya adalah bukaan-bukaan ini bukan lagi sampah rumah tangga yang semuanya langsung bercampur sampai ke sana, tapi bukaan-bukaan ini harusnya diisi oleh residu-residu yang datang dari masyarakat," lanjutnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan, pemilahan sampah di tingkat masyarakat harus berjalan beriringan dengan upaya perbaikan sistem di TPA agar pengelolaan sampah menjadi lebih efektif."
"Karena TPA kita yang selama ini open dumping enggak boleh lagi dijadikan apa namanya, TPA yang terbuka dan semuanya. Harus betul-betul menjadi sanitary landfill. Konsekuensinya, ini kita harus membangun sebuah sistem sehingga proses pengolahan ini terpilah dari rumah tangga," tutupnya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan bahwa langkah ini diambil menyusul sanksi administratif yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup terkait operasional TPA. Sehingga warga juga diminta untuk kirangi residu di TPA.
"TPA ini mendapatkan sanksi administrasi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Artinya, kita dalam proses TPA open dumping yang sebenarnya sudah tidak bisa dilakukan lagi. Makanya, dengan kesempatan waktu yang diberikan untuk memastikan bahwa TPA ini harus menjadi sanitary landfill," jelasnya, Selasa (9/6/2026).
Munafri mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar mulai menerapkan sistem sanitary landfill dengan menutupi seluruh area TPA menggunakan material tanah (cover soil) guna memenuhi standar pengelolaan lingkungan.
"Pada saat semuanya sudah tertutup, nanti sudah ada bukaan-bukaan. Harapannya adalah bukaan-bukaan ini bukan lagi sampah rumah tangga yang semuanya langsung bercampur sampai ke sana, tapi bukaan-bukaan ini harusnya diisi oleh residu-residu yang datang dari masyarakat," lanjutnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan, pemilahan sampah di tingkat masyarakat harus berjalan beriringan dengan upaya perbaikan sistem di TPA agar pengelolaan sampah menjadi lebih efektif."
"Karena TPA kita yang selama ini open dumping enggak boleh lagi dijadikan apa namanya, TPA yang terbuka dan semuanya. Harus betul-betul menjadi sanitary landfill. Konsekuensinya, ini kita harus membangun sebuah sistem sehingga proses pengolahan ini terpilah dari rumah tangga," tutupnya.
(GUS)
Berita Terkait
Makassar City
Ekonomi Makassar Melaju 7,04 Persen, DPRD Puji Kepemimpinan Munafri
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 22:13
Makassar City
Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 00:52
News
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Upaya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam mendorong transformasi digitalisasi layanan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan transaksi keuangan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 24 Sep 2026 23:02
Sulsel
SiLPA Bertambah Rp219 Miliar, Pemkot Makassar Lakukan Penyesuaian
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota Makassar bertambah sekitar Rp219 miliar setelah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kamis, 24 Sep 2026 06:08
Makassar City
Pemkot Makassar–Pertamina Matangkan Aturan Klasterisasi SPBU dan Jam Operasional Solar
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga terus mematangkan langkah strategis guna mengurai dan mencegah kemacetan akibat antrean panjang kendaraan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di berbagai SPBU.
Rabu, 23 Sep 2026 19:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
2
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
2
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan