Kolaborasi PLN & Pemkot Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan Makassar
Sabtu, 15 Agu 2026 13:27
Menghadapi status tanggap darurat kekeringan di Kota Makassar, PLN UIP Sulawesi memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar dan BPBD Makassar. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Menghadapi status tanggap darurat kekeringan di Kota Makassar, PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap krisis air bersih dan potensi kebakaran.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026: Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat berbasis komunitas agar mampu melakukan pencegahan dan respons awal terhadap risiko bencana.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan langkah Pemkot Makassar yang menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan pada Agustus 2026. Sebagai bagian dari penanganan, Pemkot Makassar bersama BPBD menggelar Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Bencana Kekeringan Kota Makassar Tahun 2026 yang melibatkan unsur pemerintahan, Forkopimda, perangkat daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan lainnya.
Rapat koordinasi menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dampak kekeringan, mulai dari potensi krisis air bersih hingga ancaman kebakaran dan pemetaan wilayah terdampak. Sinergi tersebut diharapkan membuat penanganan bencana berlangsung lebih cepat, tepat, dan terarah.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan PLN berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga melalui program sosial yang memberikan dampak langsung.
“PLN UIP Sulawesi mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Makassar dan BPBD dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi tanggap darurat kekeringan. Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026 di Kaluku Bodoa, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin tangguh, waspada, dan memiliki kapasitas dalam melakukan pencegahan serta respons awal terhadap risiko kekeringan dan kebakaran,” ujar Aditya.
Program tersebut mencakup sejumlah intervensi, antara lain pemetaan risiko, penyusunan SOP tanggap darurat, pelatihan Satgas Kelurahan Tangguh Bencana dan kader perempuan, edukasi keselamatan kelistrikan, sosialisasi pencegahan kebakaran, kampanye hemat air, serta penguatan fasilitas pendukung kesiapsiagaan masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurut Aditya, keselamatan kelistrikan menjadi salah satu aspek penting dalam mitigasi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat. Edukasi penggunaan listrik yang aman diharapkan dapat menekan risiko kebakaran yang bersumber dari instalasi atau penggunaan peralatan listrik.
“Kami juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan kelistrikan, seperti menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk, memastikan kabel dan instalasi dalam kondisi aman, serta memahami langkah yang tepat apabila terjadi potensi gangguan kelistrikan. Ini merupakan bagian dari upaya mencegah kebakaran sejak dari rumah,” katanya.
Selain aspek keselamatan kelistrikan, program tersebut juga mendorong peningkatan peran perempuan dalam kesiapsiagaan bencana. Perempuan dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga, antara lain melalui edukasi penggunaan air secara bijak, pengelolaan logistik keluarga, pendataan kelompok rentan, hingga penyebaran informasi kesiapsiagaan di lingkungan sekitar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, mengapresiasi dukungan PLN UIP Sulawesi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tengah status tanggap darurat kekeringan.
“Dalam situasi tanggap darurat kekeringan, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting. Dukungan PLN UIP Sulawesi melalui Program Desa Siaga Bencana di Kaluku Bodoa merupakan kontribusi positif dalam memperkuat kapasitas masyarakat, terutama untuk menghadapi krisis air bersih dan potensi kebakaran,” ujar Fadli.
Fadli menambahkan, keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan BUMN, diperlukan untuk memperluas edukasi, pelatihan, dan kesiapsiagaan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan turut mendukung pelaksanaan rencana operasi tanggap darurat bencana kekeringan di Kota Makassar.
Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026, PLN UIP Sulawesi berharap masyarakat Kelurahan Kaluku Bodoa semakin siap menghadapi potensi bencana, mampu melakukan pencegahan sejak dini, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung ketahanan masyarakat, keselamatan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan di Kota Makassar.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026: Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat berbasis komunitas agar mampu melakukan pencegahan dan respons awal terhadap risiko bencana.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan langkah Pemkot Makassar yang menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan pada Agustus 2026. Sebagai bagian dari penanganan, Pemkot Makassar bersama BPBD menggelar Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Bencana Kekeringan Kota Makassar Tahun 2026 yang melibatkan unsur pemerintahan, Forkopimda, perangkat daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan lainnya.
Rapat koordinasi menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dampak kekeringan, mulai dari potensi krisis air bersih hingga ancaman kebakaran dan pemetaan wilayah terdampak. Sinergi tersebut diharapkan membuat penanganan bencana berlangsung lebih cepat, tepat, dan terarah.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan PLN berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga melalui program sosial yang memberikan dampak langsung.
“PLN UIP Sulawesi mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Makassar dan BPBD dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi tanggap darurat kekeringan. Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026 di Kaluku Bodoa, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin tangguh, waspada, dan memiliki kapasitas dalam melakukan pencegahan serta respons awal terhadap risiko kekeringan dan kebakaran,” ujar Aditya.
Program tersebut mencakup sejumlah intervensi, antara lain pemetaan risiko, penyusunan SOP tanggap darurat, pelatihan Satgas Kelurahan Tangguh Bencana dan kader perempuan, edukasi keselamatan kelistrikan, sosialisasi pencegahan kebakaran, kampanye hemat air, serta penguatan fasilitas pendukung kesiapsiagaan masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurut Aditya, keselamatan kelistrikan menjadi salah satu aspek penting dalam mitigasi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat. Edukasi penggunaan listrik yang aman diharapkan dapat menekan risiko kebakaran yang bersumber dari instalasi atau penggunaan peralatan listrik.
“Kami juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan kelistrikan, seperti menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk, memastikan kabel dan instalasi dalam kondisi aman, serta memahami langkah yang tepat apabila terjadi potensi gangguan kelistrikan. Ini merupakan bagian dari upaya mencegah kebakaran sejak dari rumah,” katanya.
Selain aspek keselamatan kelistrikan, program tersebut juga mendorong peningkatan peran perempuan dalam kesiapsiagaan bencana. Perempuan dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga, antara lain melalui edukasi penggunaan air secara bijak, pengelolaan logistik keluarga, pendataan kelompok rentan, hingga penyebaran informasi kesiapsiagaan di lingkungan sekitar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, mengapresiasi dukungan PLN UIP Sulawesi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tengah status tanggap darurat kekeringan.
“Dalam situasi tanggap darurat kekeringan, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting. Dukungan PLN UIP Sulawesi melalui Program Desa Siaga Bencana di Kaluku Bodoa merupakan kontribusi positif dalam memperkuat kapasitas masyarakat, terutama untuk menghadapi krisis air bersih dan potensi kebakaran,” ujar Fadli.
Fadli menambahkan, keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan BUMN, diperlukan untuk memperluas edukasi, pelatihan, dan kesiapsiagaan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan turut mendukung pelaksanaan rencana operasi tanggap darurat bencana kekeringan di Kota Makassar.
Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026, PLN UIP Sulawesi berharap masyarakat Kelurahan Kaluku Bodoa semakin siap menghadapi potensi bencana, mampu melakukan pencegahan sejak dini, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung ketahanan masyarakat, keselamatan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan di Kota Makassar.
(TRI)
Berita Terkait
News
Sidak THM Makassar, DPRD Temukan Pekerja Berusia 16 Tahun
Komisi A DPRD Kota Makassar menemukan pekerja di bawah umur dan izin usaha yang kedaluwarsa saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan KIMA Square.
Jum'at, 16 Okt 2026 06:21
News
Munafri Arifuddin Raih Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Zakat Terbaik
Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam memperkuat pengelolaan zakat dan membangun kepedulian sosial kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 15 Okt 2026 22:58
News
Kabut Asap di Makassar Picu Kekhawatiran ISPA
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar menggelar coffee morning membahas perkembangan pencemaran udara dan kabut asap di Kota Makassar.
Kamis, 15 Okt 2026 15:33
Makassar City
92 Persen Pengaduan Warga Makassar Berhasil Diselesaikan
Sebanyak 27.104 dari 29.389 pengaduan masyarakat yang masuk ke Pemerintah Kota Makassar telah diselesaikan sepanjang Juli 2025 hingga Oktober 2026.
Kamis, 15 Okt 2026 07:46
News
Pendaftar Nikah Gratis Pemkot Makassar Membeludak
Pendaftar program nikah massal gratis Pemerintah Kota Makassar pada 2026 telah melebihi kuota yang disiapkan, yakni 210 pasangan.
Rabu, 14 Okt 2026 18:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
2
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
3
Adira Finance Perluas Akses Pembiayaan Usai Integrasi Mandala Finance
4
Pelabuhan Parepare Catat Kenaikan Arus Penumpang dan Peti Kemas
5
AZKO Rayakan HUT ke-31, Tebar Promo hingga 60 Persen
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
2
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
3
Adira Finance Perluas Akses Pembiayaan Usai Integrasi Mandala Finance
4
Pelabuhan Parepare Catat Kenaikan Arus Penumpang dan Peti Kemas
5
AZKO Rayakan HUT ke-31, Tebar Promo hingga 60 Persen